
Happy reading 😍
"Tau aja isi pikiran bunda," celetuk bunda.
"Iya donk, itu tuh udah gak aneh, dari dulu kan bunda maunya aku nikah, nikah terus," jawab Nessa.
"Ya, karena kamu tuh perempuan, gak baik menunda-nunda hal baik," terang bunda.
"Iya bunda, Nessa paham," Nessa tidak mau bahas lebih lanjut. Nessa hanya menatap Yoga dari kejauhan,
"Sejak kapan tuh anak jadi cool ya," gumam nya.
"Sejak lahir kayaknya," bisik bunda menimpali gumamnan Nessa.
"Iih bunda maah,Sttttt...," Nessa menyuruh bunda untuk diam, jangan sampai apa yang baru saja dia katakan, di dengar oleh Yoga.
Randy sudah meninggal kan Mall saat ada laporan dari anak buahnya bahwa mertuanya dan juga Nessa sedang berada di Mall yang sama dengan dirinya. Dia pun meminta seseorang untuk menggantikan posisi nya bersama Selvy. mau tidak mau Selvy menyetujui permintaan Randy.
"Mas aku ada kabar gembira buat kamu," ucoa Selvy dengan memeluk Randy dari belakang,
"Kabar gembira???
Randy masih belum tahu apa yang di maksud kabar gembira yang akan di sampaikan oleh Selvy.
"Iya... kamu tahu kamu akan menjadi seorang ayah," ucap Selvy dengan tersenyum.
"Apa???
"Serius kamu," Randy terkejut mendengar perkataan Selvy yang mengatakan dirinya sedang hamil.
"Serius lah mas," Selvy sedikit kesal karena Randy seolah tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan.
Randy terdiam, dia tidak tahu sekarang harus bagaimana, padahal tujuan dirinya menemui Selvy adalah untuk mengakhiri hubungan nya. karena Randy ingin belajar menjadi seorang suami yang baik untuk Nessa dan anak nya.
"Karena itu, aku mau kita menikah mas, aku rela kok jadi istri ke dua kamu mas," ucap Selvy dengan mengelus perutnya yang masih rata.
"Tidak segampang itu Sel," Randy tidak bisa memutuskan begitu saja, menikah lagi pasti ini akan membuat hubungan nya dengan Nessa kembali runyam.
"Terus gimana mas, apa kamu tega membiarkan anak ini terlahir tanpa seorang ayah," ucap Selvy dengan nada tinggi, emosinya semakin memuncak di kala Randy masih tidak mau menikahinya.
"Bukan gitu maksudnya Sel, beri aku waktu untuk berpikir," Randy pergi meninggalkan Selvy yang masih saja meminta hak nya untuk menjadi nyonya Randy.
"Berhasil, ternyata ide gue gak buruk, mas Randy pasti akan nikahin gue, hahaha," Selvy tertawa penuh kemenangan, dia tidak akan pernah melepaskan Randy sampai kapan pun.
__ADS_1
"Satu langkah lagi, dan ini saatnya," Selvy mengirimkan pesan kepada Nessa.
"Beres, sekarang gue siap-siap dulu," Selvy memilih pakaian yang cocok untuk bertemu dengan Nessa. tidak lupa dia membawa beberapa tisu basah.
DRRTT...
Nessa mengambil handphone yang dia kantongi, no asing??? siapaaa???
"Siapa sayang," tanya bunda saat melihat Nessa yang hanya terdiam setelah melihat Handphone nya.
"Hmmm, no asing Bun, " ucapnya.
"Kenapa gak di buka saja, siapa tahu penting buat kamu nak," nasihat bunda.
"Iya Bun...
"Selamat siang Ness, ini gue Selvy, gue ingin ngobrol sama loe empat mata, hari ini juga," Nessa tidak percaya kalau Selvy lah yang mengirimkan chat tersebut.
"Ini makanan nya," Yoga membawa pesanan setiap orang dengan kedua tangannya. dan menaruhnya dengan hati-hati.
"Hmmm, Bun aku mau pergi dulu ya, ada urusan yang harus Nessa selesaikan hari ini" Nessa terbangun dari tempat duduknya dengan tergesa-gesa.
"Mau kemana," tanya bunda dengan heran melihat perubahan sikap Nessa.
"Hmm, maaf yah Nessa buru-buru," Nessa menyalami Ayah dan bunda, lalu pamit juga sama Yoga yang terbengong saja.
"Gue titip mereka ya," ucapnya dengan berbalik arah dan berjalan dengan cepat, dia bahkan lupa kalau dirinya sedang berbadan dua.
"Ikuti dia...
Yoga merasa akan ada firasat buruk, dia dengan cepat menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Nessa kemanapun. karena dirinya tidak bisa meninggalkan kedua orang tua Nessa begitu saja.
"Kenapa nak, sepertinya kamu gelisah yah," tanya bunda saat melihat Yoga memakan makanannya dengan sedikit melamun.
",Engga... engga kenapa-kenapa Bun," Ucapnya setelah kena tegur oleh bunda.
"Mau nyusul anak bunda ya," bunda selalu saja mengerti apa yang ada dalam pikiran Yoga saat ini, sungguh sekarang dia merasa sedikit gelisah dan khawatir dengan Nessa.
"Emang boleh bunda??? tanya Yoga dengan sedikit Ragu.
"Boleh kok," ucap bunda dengan tersenyum.
Yoga tersenyum lalu berpamitan kepada keduanya, dia langsung menyusul kemana Nessa berlalu.
__ADS_1
Nessa sudah menaiki taksi online menuju tempat di mana dirinya akan menemui Selvy, mantan kekasih suaminya sekaligus merangkap sebagai selingkuhan. Nessa tidak menyadari bahwa dirinya sedang diikuti oleh dua mobil yang kini tidak jauh dari taksi online,
"Berhenti pak," ucap Nessa setelah memperhatikan tempat yang akan menjadi saksi pertemuan nya dengan sang pelakor.
Mobil pun berhenti tepat di sebuah cafe, kafe lumayan sepi, padahal belum terlalu malam, bahkan ini bukan tempat yang cocok bagi Nessa. banyaknya pengunjung adalah anak muda, mungkin lebih tepatnya anak kuliahan.
"Terima kasih pak," Nessa memberikan sejumlah uang sesuai dengan jumlah Argo, bahkan masih ada kembalian untuknya.
Nessa berjalan perlahan dengan memperhatikan setiap sudut ruangan cafe, terlihat wanita yang dicari nya tengah duduk di pojokan dengan rokok yang mengepul di jari tangannya.
"Wanita macam apa dia," Nessa malas untuk bertemu dengan wanita ini, namun dia tidak bisa menghindari kenyataan, tapi harus kuat menghadapi nya, sepahit apapun kenyataan yang ada di depannya.
"To the points, apa mau mu," Nessa duduk berhadapan dengan Selvy yang tersenyum ke arah nya.
"Sabar donk, gimana kalau kita minum dulu," ucap Selvy dengan menuangkan wine ke gelas kosong.
"Minum??? itu adalah racun untukku...
"Kamu tahu kan, aku sedang hamil, mana mungkin aku meminum alkohol," jelas Nessa yang sudah muak melihat wajah Selvy yang seakan sedang mempermainkan dirinya.
"Uups sorry, ini bukan Alkohol kok, karena gue juga gak boleh minum alkohol selama sembilan bulan terakhir," terang Selvy sambil mematikan rokoknya.
"Sembilan bulan???
"Ya, karena kita sama," Selvy mengelus perutnya yang masih rata di hadapan Nessa.
"Hamil???
"Hebat juga kalian, sudah sejak kapan kalian melakukan perbuatan laknat itu," Nessa mencibir Selvy yang begitu bangga akan kehamilan nya.
"Tentu saja, kami selalu melakukan nya, setiap ada kesempatan," Bisiknya ke telinga Nessa, bagi Nessa bisikan itu sudah menusuk jantung hatinya.
"Pantas saja, dia gak pernah marah saat aku menolaknya melakukan hubungan"batin Nessa dengan merasa jijik kepada suaminya sendiri.
"Menyerah saja, dari awal mas Randy itu punya gue, dia milik gue dan lor pelakor yang sesungguhnya, loe penyebab hancurnya hubungan gue sama mas Randy," ucap Selvy dengan tersenyum devil.
BYUUUR...
Nessa menyiramkan minuman yang ada di hadapannya ke arah Selvy tanpa berkata sepatah katapun.
"Ambil saja kekasihmu itu, gue tidak butuh," ucapnya dengan meninggalkan Selvy yang basah kuyup.
Happy reading 😍
__ADS_1