MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.55


__ADS_3

Happy reading 😍


Setelah selesai mandi, Nessa memilih pakaian t-shirt putih dengan celana panjang untuk berolahraga pagi. karena Nessa tahu udara pada jam segini pasti begitu menyejukkan. namun sebelum itu dia sempat kan membuat sarapan pagi untuk seluruh penghuni Villa tanpa terkecuali.


Apalagi untuk Riyuu. Nessa membuat sandwich khusus untuk Riyuu.


Nessa menuju ke kamarnya Riyuu, Nessa mencoba mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka.


"Dimana Riyuuu?????


Nessa tidak menemukan orang yang dia pikirkan. bahkan kamar Riyu sudah tertata dengan rapi, tandanya sang pemilik sudah terbangun dan entah kemana. sepagi ini kemana sebenarnya Riyuu.


Nessa mencari keberadaan Riyu dengan membawa kotak bekal yang berisi sandwich isi buatan nya. Namun ada sesuatu yang membuat Nessa menghentikan langkahnya sejenak. Nessa memang menemukan Riyu, tapi Nessa melihat Riyu tidak sendirian, ada seseorang yang mengajak nya berbincang-bincang meski Riyu tidak pernah melihat orang itu.


Nessa akhirnya lebih mendekat dengan pelan-pelan dan kini terdengar suara samar-samar seorang wanita. dan sepertinya Nessa juga mengenal suara itu.


"Ga... kamu gak lupa kan sama aku?! tanya Yuri dengan wajah sendu. padahal dulu dia dan Yoga adalah sahabat baik yang sering bercanda dan saling membantu sama lain. Yuri sengaja lewat di depan Villa yang sedang Yoga tempati. dan langsung menghampiri Yoga yang sedang mencuci mobilnya yang terlihat kotor.


"Ingat.... trus kenapa...


Yoga hanya menjawab sekenanya tanpa melihat ke arah Yuri dan tetap terus fokus sama pekerjaan nya.


Nessa kini tahu siapa wanita yang sedang berbincang-bincang dengan Yoga. Nessa menghela nafasnya dalam-dalam. bagaimana pun dia tidak boleh marah kayak semalam. Nessa pun sudah siap untuk menemui keduanya dengan perasaan sedikit rilexs.


"Hai sayang... ini aku bawain makanan," ujar Nessa dengan tersenyum ke arah Yoga lalu melirik ke arah Yuri.


"Eh, ada tamu ya?!


"Masih pagi sekali udah bertamu ya," Sindur Nessa saat melihat Yuri yang berbalik menatap dirinya dengan tatapan tidak senang.


"Heiii... kamu siapanya Yoga?! Yuri pura-pura tidak tahu siapa Nessa padahal Yuri sangat tahu siapa Nessa. Karena Yoga selalu menceritakan tentang Nessa dan tentang Nessa kepada nya dulu. saat mereka masih berada satu kota dan berteman baik.


"Gue maksud Loe...

__ADS_1


Nessa menunjuk dirinya sendiri untuk menggambarkan bahwa memang benar siapa yang sedang di tunjuk oleh Yuri. Nessa kini akan bersikap lebih tenang menghadapi pesaing dirinya yang sepertinya berniat untuk merebut Yoga dari samping nya.


"Iya emang siapa lagi," jawab Yuri dengan ketus, dirinya tahu Yoga memang sangat memuja Nessa namun Yuri tidak akan menyerah begitu saja untuk tetap berusaha mendapatkan Yoga. lagi pula Yoga masih belum terikat dengan Nessa. Yuri akan mencoba mencari celah agar bisa masuk ke dalam hatinya Yoga.


"Gue calon istri nya Riyuuu," Nessa memeluk Yoga dengan Sengaja dan tersenyum ke arah Yuri yang tampak seperti kebakaran jenggot melihat Nessa yang begitu gampang nya memeluk laki-laki pujaan nya.


"Dasar tidak tahu malu, bukankah kau sudah menikah, tapi lihat kelakuan mu itu, sungguh sangat memalukan," ucap Yuri dengan sedikit kencang sehingga suara nya dapat terdengar oleh orang-orang yang sedang lewat di depan Villa.


"Apa kau sungguh kurang ajar...


Nessa mulai terpancing emosi dengan perkataan Yuri yang sudah membuat kehebohan, baru saja Nessa akan memukul Yuri yang kini tersenyum penuh kepuasan.


"Cukup... pergilah bila ingin tetap di sini," ucap Yoga dengan nada dingin, tangannya menahan tubuh Nessa yang akan mendekati Yuri.


Yuri tersenyum kepada keduanya lalu pergi meninggalkan Yoga dan Nessa yang kini masih terdiam di tempat. sedangkan orang-orang di luar sana yang mendengar ucapan Yuri itu kini mulai berbisik tentang keduanya.


"Sebaiknya kita masuk ya, abaikan saja mereka," Yoga membujuk Nessa agar mau masuk dan tidak lagi mendengar berita tentang nya yang tidak mengenakan hatinya.


"Urus mereka, dan pastikan tidak ada yang berani berkomentar buruk tentang Ruby," Tiga memberikan perintah nya melalui pesan. bagaimana pun Yoga tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Nessa meski orang itu adalah sahabat nya sendiri.


"Biarin aja, dia gak bakalan bisa merebut Riyuuu dari Ruby," ucap Yoga dengan menatap lekat mata Nessa yang kini mencari maksud dari perkataan nya.


"Kenapa emang," tanya Nessa penasaran, apa mungkin Yoga memang tidak akan berpaling dari Nessa seperti Randy suaminya dulu.


"Karena gak kan ada yang menang melawan bumil," ujar Yoga dengan tersenyum.


"Oooh.... bilang aja kalau aku tuh galak," protes nya, Nessa merasa Yoga sedang menyindir dirinya secara halus.


"Bu...bukan seperti itu...


Nessa terlanjur marah karena ucapan Yoga barusan. Nessa masuk kedalam Villa dengan rasa kesal. bunda dan pak Nirwan yang sedang sarapan pun ikut terhenti melihat anaknya yang sedang bermuram durja.


"Naaak, ada apa hmmm," bunda dengan sangat hati-hati untuk menghadapi seorang ibu hamil.

__ADS_1


"Nesssa galak ya bunda," tanya Nessa sekilas membuat bunda dan Pak Nirwan hanya tersenyum saja.


"Iiih bunda malah senyum mesem," Nessa malah semakin bad mood saja.


"Kamu tidak hanya galak, tapi kamu wanita pemberani harapan bunda nak," ucap pak Nirwan dengan semangat.


"Tuh kan Ayaaaah....


Nessa makin ngambek karena Ayahnya juga malah menggoda nya bukan membelanya. disaat seperti itu Yoga datang dengan membawa sesuatu bagi Nessa.


"Apa yang kamu bawa nak, apa itu buat Ayah ya," pak Nirwan mengambil bungkusan yang di bawa oleh Yoga.


"Ohw masih panas ya," pak Nirwan merasakan tangannya yang memegang bungkusan itu dan mengembalikan nya kepada Yoga.


"Iniiii... cuma bubur ayam kok Yah, buat Nessa dan calon bayi kita," ucap Yoga dengan tersenyum lalu pergi ke dapur untuk mengambil wadah yang tepat agar Nessa bisa segera menikmati nya mumpung masih panas.


"Lah kirain buat Ayah toooh," ucap pak Nirwan dengan tersenyum melihat sikap Yoga yang selalu peduli dengan putrinya. meski terkadang Yoga selalu saja tak di anggap oleh putrinya dan berantem kecil.


"Ada kok yah ituuu...


Yoga menunjuk meja makan yang sudah terdapat dua mangkuk bubur ayam yang masih panas, dan harumnya begitu semerbak ke seluruh ruangan.


"Waaaaah, enak sekali sepertinya," Pak Nirwan langsung duduk di kursi nya dan mengambil sendok lalu mencoba nya.


"Niceeee... enak sekali ini bunda," pak Nirwan sangat menikmati sarapan bubur yang di berikan oleh calon menantunya.


"Masa sih yah, mana bunda mau coba juga," bunda pun duduk dan mulai mencoba rasa bubur yang membuat suaminya langsung memakan nya dengan lahap.


"Uhhhhm, ini memang enak loh nak," bunda kini menikmati buburnya juga.


"Sini duduk juga, dan mulai sarapan," Yoga menuntun Nessa untuk duduk, namun Nessa tidak memakan. bubur itu dengan tangannya.


"Akuuu... bisa sendiri Riyuu...

__ADS_1


"Happy reading 😍


__ADS_2