
Happy reading 😍
#Harapanku tidak sesuai dengan indahnya mimpi di dalam khayalku, buat apa digenggam apabila terasa sakit#
Setelah melihat suaminya sudah tidak kelihatan lagi, Nessa pun keluar dari kamar mandi dan mengambil handphone nya dan mulai mencari tempat yang aman untuk melakukan hal yang dia inginkan ingin lakukan.
"Maaf mas, aku tidak bisa menjaga buah hati kita, karena aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku mas," Nessa mencari dan mencari tempat yang bisa dia jangkau,
"Inii sepertinya aman, dan banyak yang melakukan itu di sini," Nessa mencatat no handphone yang tertera pada alamat yang ada dalam hapenya.
Nessa juga mencatat alamatnya dengan sangat lengkap di atas kertas kecil sebelum memasukkan nya ke dalam tasnya.
Satu masalah lagi, yaitu bagaimana cara nya agar dirinya tidak ketahuan pergi ke tempat terlarang oleh bodyguard nya. Nessa memikirkan cara yang tepat sambil melihat ke arah luar, tampak ada beberapa bodyguard yang terus berjaga di depan pintu masuk rumahnya.
"Waah kalian masih jaga aja, nih di minum dulu, pasti sangat lelah berdiri terus," ucap Nessa kepada para bodyguard yang terlihat fokus dalam bekerja.
"Ga usah nona, kami sudah terbiasa melakukan tugas kami," salah satu bodyguard sangat kaget karena nona besar telah membuatkan minuman untuk mereka.
"Loh kok gituu, kan sayang klo ga di minum, saya capek loh buatnya," Nessa berpura-pura memasang wajah sedih agar mereka menuruti keinginan Nessa.
"I...iya nona, kami akan mengambilnya," ucap salah satu dari mereka dan langsung mengambil satu gelas kopi panas, begitu pun dengan yang lainnya.
"Nah gitu donk, maaf ya saya jadi merepotkan kalian," Nessa merasa tidak enak karena merasa bersalah kepada mereka semuanya, gara gara ulahnya kini lebih banyak orang yang terlibat dalam permainan nya.
"Jangan sungkan nona, kami senang bisa melindungi nona, Tuan Besar sudah begitu baik terhadap kami, jadi kami akan mengabdi kepadanya selama kami masih bernyawa," ucap salah satu bodyguard yang sudah bekerja sangat lama dengan keluarga besar Nessa.
"Terima kasih ya, ya sudah saya ke dalam dulu," Nessa lalu pergi ke dalam dan mulai melihat dari arah jendela kamarnya.
"Satuuuuu......
Duaaaaaa....
__ADS_1
Ti.....gaaaa...
Para bodyguard tiba-tiba saja tumbang semuanya tanpa terkecuali, tepat pada hitungan ketiga, sesuai prediksi Nessa.
#FLASHBACK ON#
"Ayolah Bu dokter Nayla, bantu gw kali ini saja ya please," Nessa membujuk dokter Nay agar mengikuti kemauannya.
"Ya ampun kenapa gw punya sahabat kayak loe," ucap Nayla sahabat Nessa yang begitu setia terhadap sahabat nya bahkan sampai saat ini, Nayla selalu membantu Nessa meski harus membantu nya dengan cara berbohong dan membuat riwayat penyakit palsu untuk mengelabui suami Nessa.
"Ya karena Tuhan tau kalau loe tuh sahabat gw yang paliiiiiing baik," ucap Nessa, hanya Nayla yang Nessa percaya bisa membantu nya dan menjaga rahasia nya.
"Paling bisa emang loe ya," ucap Nayla, meski bagaimana pun dia tidak bisa menolak untuk membantu sahabat itu, meski ide gila sahabatnya bisa mengancam status nya sebagai dokter.
"Ini obat tidur yang loe pesen, ingat jangan kebanyakan dosisnya karena bisa berakibat fatal, satu sendok teh saja sudah sangat cukup," jelas Nayla dengan memberikan sebuah serbuk obat tidur yang Nessa pinta.
"Iyaaa gw pahaaaaam kok, thanks ya," Nessa memeluk Nayla sebelum dirinya pamit meninggalkan rumah sakit.
"Lihat mas, banyak orang yang tidak bersalah yang terlibat dalam masalah kita, seandainya kamu tidak memikirkan dirimu sendiri, aku gak akan seperti ini mas," batin Nessa, dadanya terasa sesak ketika mengingat kembali perselingkuhan suaminya.
Melihat keadaan sudah aman Nessa pun bergegas keluar dan memesan tadi online agar cepat sampai di tempat tujuannya, apapun yang terjadi, dia harus melakukan nya, meski nanti bunda dan ayah pasti akan marah besar terhadap nya.
"Kenapa lama sekali, aku gak punya waktu banyak," batinnya, taxi on line yang di pesan nya tak kunjung datang juga, Nessa paling tidak suka harus menunggu lama.
"Itu pasti taxi pesananku," Nessa pun langsung menuju taxi yang sedang berhenti,, Nessa pun membuka pintu nya dan duduk di kursi belakang,
"Cepat jalan pak,"Nessa tidak sabar untuk segera pergi dan menyelesaikan semuanya dengan cepat sebelum para bodyguard tersadar dari tidurnya.
"Tapi saya...
"Saya tidak ingin berdebat saat ini, cepat jalan saya akan membayar dua kali lipat," ucap Nessa melihat supir taxi masih saja belum bergerak.
__ADS_1
Sebelum menjalankan mobilnya, seseorang yang sejak tadi duduk di depan bersama pak supir pun memberikan aba-aba untuk menuruti keinginan wanita yang sudah naik ke taxinya.
"Baik, kita akan kemana," ucap sopir taxi karena memang belum mengetahui arah tujuan nya.
"Jalan mawar no 13 ya," ucap Nessa tanpa melihat ke arah supir taxi karena dirinya sedang fokus melihat hapenya, dia sedang melihat cctv yang ada di ruangan Randy, kosong tidak ada siapapun, padahal tadi pagi Randy berpamitan untuk pergi ke kantor.
"Hm kamu berbohong lagi ya mas, tega ya kamu mas, sungguh keterlaluan," batin Nessa, ternyata saat Nessa sakit pun, Randy tetap saja membohongi dirinya.
Seorang laki laki yang duduk di depan memperhatikan Nessa dari kaca spion, sedangkan Nessa tidak menyadari ada seseorang yang dari tadi memperhatikan gerak gerik nya.
"Berhenti pak," Nessa melihat ke arah jendela, dan melihat sebuah plang bertuliskan jalan mawar,
Pak supir pun berhenti dan memperhatikan daerah sekitar nya yang tampak bukan tempat yang baik bahkan rumah yang akan di datangi Nessa seperti Rumah tua yang sudah di tinggalkan penghuninya, tidak terawat, sampai dedaunan dari pohon beringin yang tumbuh besar menambah suasana terkesan menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya.
"Apa nona tidak salah alamat??? tanya pak supir sebelum meninggalkan Nessa di tempat ini.
"Tidak kok pak, terima kasih," Nessa memberikan sejumlah uang kepada pak supir untuk membayar jasa nya.
Nessa pun pergi dan mulai memperhatikan rumah yang akan dia kunjungi, rumah dengan cat yang terkelupas, kaca jendela yang pecah sana sini, bahkan Tampak tidak ada lampu sama sekali, persis seperti rumah tua.
"Duh kok beda banget ya sama yang di foto, apa aku pulang saja ya," Nessa sempat ragu untuk masuk, apalagi tidak ada orang sama sekali yang bisa dia tanya saat ini.
"Nggak boleh takut, sudah di sini ya harus lanjutkan," Nessa terus berjalan dan berjalan meski matanya tetap tengok sana sini, siapa tahu ada yang bisa menemani nya.
"Halooo..... permisiiiii,"Nessa langsung mengetuk pintu nya,
KRIIIIIIEEEK
Pintu pun terbuka secara perlahan membuat jantung Nessa berdetak lebih cepat...
Happy reading 😍
__ADS_1
"