
Happy reading 😍
"Please jangan pernah meninggalkan Riyu ya," ucap Yoga yang masih berusaha meyakinkan Nessa bahwa dirinya yang hanya ada di hati Riyu.
"Cccck... Siaaaal.... !!
"Gue gagal lagi kali ini," Randy memukul pohon yang ada di depannya. amaarhnya tidak lagi terbendung melihat Nessa and Yoga yang malah makin lengket. padahal niat awalnya adalah membuat Yoga dan Nessa bertengkar dan akhirnya Nessa menjauh dan kembali kepadanya.
"Loe gimana sih?!
"Haruskah mereka bertengkar bukan malah sebaliknya," Umpat Randy yang kini menghampiri Yuri.
"Sabaaar, gue yakin tuh cewek sekarang pasti mulai tidak mempercayai Yoga lagi," ujar Yuri yang kini sudah menyiapkan rencana lagi untuk mendekati Yoga.
"Loe yakin, bisa misahin mereka?! tanya Randy yang seakan ragu dengan kemampuan Yuri.
"Pastiiii, percaya sama gue,"Ucap Yuri dengan rasa percaya diri bahwa dirinya bisa mendapatkan Yoga dan memisahkan Nessa dari samping Yoga.
"Baguuus...baguuus," Randy akhirnya mendapatkan partner untuk membuat rencana nya berhasil.
Yuri memberi saran agar Randy selalu berkunjung ke rumah Nessa dan membuat Nessa membutuhkan dirinya. Randy masih punya banyak waktu beberapa bulan hingga waktu perceraian tiba.
Randy dan Yuri akhirnya saling bekerja sama. Randy ingin mendapatkan Nessa, sedangkan Yuri sebaliknya ingin mendapatkan Yoga.
Nessa masih ngambek sama Yoga karena peristiwa semalam. meski Yoga sudah menjelaskan bahwa perempuan itu hanya temannya saja, namun Nessa tetap saja tidak tersenyum kepada Yoga seperti pagi hari ini.
Saat semua nya sedang menikmati sarapan nya masing-masing. bunda dan Ayah Nirwan saling pandang melihat sikap keduanya. Ayah menyimpulkan ada sesuatu yang tidak beres, gak biasanya kedua nya bagaikan musuh, diem dieman saja.
"Eheeeem... nak ambilkan Ayah selai strawberry," pinta Ayah dengan memandang keduanya tanpa memilih di antara mereka.
Mendengar adanya perintah, keduanya refleks mengambil selai strawberry tanpa melihat karena sudah hafal letak dimana selai strawberry itu.
HUUUP...
Tangan Nessa dan Yoga tak sengaja memegang botol selai Secara bersamaan, membuat sang pemilik mau tidak mau menghentikan sarapannya.
Nessa melepaskan tangan Yoga dengan cepat lalu memberikan toples selai strawberry kepada pak Nirwan. sang Ayah hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Ada apa ini heeem," Pak Nirwan pun mulai membahas keanehan di pagi hari yang cerah.
"Ngaak ada apa-apa kok yaah," ucap Nessa yang langsung meneruskan makanan ny dengan cepat.
__ADS_1
"Iya yah, cuma ada macan lagi ngambek," ucap Yoga sambil melirik ke arah Nessa.
"Apaa???
"MACAN???
"Dasar BUAYA DARAT...
Nessa kini membalas apa yang dituduhkan oleh Yoga padanya.
Kini Yoga yang tidak terima saat Nessa mengatakan dirinya itu adalah buaya darat.
"Bukan kata siapa aku buaya darat..
"Aku itu cuma seorang pengemis," ucap Yoga dengan mata indah Nessa.
"Pengemis apaan kamu tuh," Nessa menanggapi perkataan Yoga dengan malas.
"Pengemis Cinta....
"Dan aku hanya ingin menjadi Adam yang ada hanya untuk Hawa saja. dan hanya ada satu hawa saja di hati ini," ucap Yoga dengan sungguh-sungguh, semoga Nessa mempercayai apa yang dia katakan. dan tidak lagi marah soal Yuri.
"Males aku yaah," Nessa langsung menolak dengan halus. Nessa masih lelah akibat semalam tentang pikiran nya yang memikirkan hubungan Yoga dengan Yuri yang cukup menguras otaknya.
"Iya yah... lain kali saja," Yoga pun otomatis ikut menolak juga, meski dirinya ingin sekali menyetujui ide calon mertuanya.
"Tapi bunda dan Ayah yang memaksa kalian," Bagaimana???
Kini bunda yang turun tangan saat melihat suaminya tidak berhasil dengan mendamaikan kedua nya.
"Bunda dan Ayah???
Nessa pun mulai memikirkan ide Ayahnya, lagi pula tidak ada salahnya juga dengan Refreshing apalagi ditemani oleh bunda dan Ayah, sungguh Nessa sangat merindukan momen ini, momen di mana masa kecilnya yang selalu bersama orang tuanya.
"Ya udah...iyaaa," Nessa pun mengiyakan untuk ikut bersama.
"Bagaimana dengan kamu nak," kini Pak Nirwan meminta persetujuan dari Yoga yang masih terdiam.
"Hmmm... baiklah Yah," Yoga pun tersenyum, akhirnya ada waktu untuk nya berbicara dengan Nessa dan memperbaiki hubungan nya.
DI LUAR SANA..
__ADS_1
"Apa...mereka akan Refreshing, baiklah gue pasti akan datang," ucap Yuri dengan tersenyum, di matikan panggilan dari seorang mata-mata, ini saatnya melakukan rencana nya.
Yuri lalu menelpon seseorang yang tidak lain adalah Randy.
"Benarkah, ini bagus dan ini kesempatan kita bukan, aku akan datang dan tentunya tidak sendirian," ucap Randy dengan tersenyum senang
Randy pun menutup telponnya dan mulai memikirkan rencana demi rencana sudah tersusun dengan sangat rapi.
Besok paginya, semua orang sudah siap untuk traveling. dan bunda dan Ayah pun sudah memilih suatu tempat yang cocok untuk semua orang.
Yoga memakai t-shirt warna hitam di padukan dengan jaket Hoodie berwarna coklat, dengan jeans hitam dan sepatu berwarna senada.
Nessa pun tidak jauh berbeda, memakai t-shirt warna hitam pula dengan jaket Hoodie berwarna hitam, karena Nessa menyukai warna pastel, di padukan dengan celana jeans yang tidak terlalu ketat namun tetap melihat kan bentuk tubuhnya, sepatu kets berwarna hitam pun sudah bertengger di kedua kakinya.
"Wah kalian sudah janjian ya," Goda pak Nirwan saat melihat keduanya hampir memakai warna hitam.
"Enggak kok yaaah, hanya kebetulan saja," Nessa mengelak bila dianggap sudah janjian dengan Yoga tentang apa yang akan dia pakai hari ini.
"Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang," Pak Nirwan merangkul bunda dan bersiap untuk berangkat, Pak Nirwan sudah menyewa sebuah Villa untuk keluarga nya selama 3 hari ke depan. beberapa barang bawaan milik bunda sudah di bawa oleh para anak buah pak Nirwan. sedangkan barang Nessa dan Yoga akan di bawa oleh si pemilik nya.
Bunda dan Ayah Nessa sudah lebih dulu menuju ke mobil. kini tinggal Nessa dan Yoga saja di dalam ruangan itu. Nessa terlihat membawa banyak barang di dalam tas ranselnya. terlihat dari bentuk ransel yang menggelembung. berbeda dengan tas ransel yang dibawa oleh Yoga. sepertinya Yoga hanya membawa satu baju ganti saja.
Yoga merasa kasian dengan Nessa, Yoga pun hendak membantu nya namun Nessa menepis tangan nya dan menolak bantuan yang Yoga tawarkan.
"Aku bisa sendiri...
Nessa mengambil tas miliknya dan menggendong nya dengan susah payah. namun dengan cepat Yoga mengambil alih tasnya.
"Gini deh, kita tukeran saja, no debat," Yoga menurunkan tas yang sudah ada di punggung nya dan memberikan nya kepada Nessa.
"Nggak mauuuuu...
Nessa menolak apa yang Yoga lakukan, dia tetap bersikeras membawa tas miliknya sendiri.
"Klo begitu, aku yang akan menggendong mu," Yoga mulai mendekati Nessa dengan tersenyum penuh kemenangan.
"STOP...
Nessa pun mundur ke belakang untuk menghindari Yoga.
Happy reading 😍
__ADS_1