
Happy reading 😍
"Ini mobil papa Faisal?!" batinnya.
"Ada tamu sepertinya Ruby," Yoga juga sudah mengenali mobil itu. Yoga menjadi sangat waspada sekarang, jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi pada bunda Nessa.
"Iyaa Riyuuu, tapi mau apa diaaa?! Nessa berpikir bukan pak Faisal di dalam sana tapi seseorang yang sangat ingin dia lepaskan dalam hidupnya.
"Lebih baik kita masuk aja dan pastikan siap yang ada di dalam," ucap Yoga dengan mencoba menenangkan Nessa yang kini terdiam memikirkan tamu yang ada di dalam sana.
"Iya ayooo," Nessa pun tersenyum kepada Yoga dan menggandeng tangannya saat masuk ke dalam Villa.
"Bundaaa Nessa pu...lang," Nessa terpaku saat melihat seseorang yang berada di samping bundanya. tapi ada yang membuat Nessa lebih terkejut lagi selain kedatangan orang asing itu. pakaian bunda tampak kotor sekali, apa yang terjadi dengan bunda, bunda tidak mungkin main seperti anak kecil.
"Kenapa Ruby???
Yoga menyusul dari belakang dan melihat Nessa yang terdiam dan terpaku.
"Dia...
Yoga kini yang terdiam saat matanya melihat seseorang yang dia ingin lenyap kan, kini ada di dalam Villa bersama bunda. berbagai pertanyaan pun muncul dalam benaknya. Nessa langsung menghampiri Bunda dan menatap Randy dengan tatapan datar.
"Bunda apa yang sudah terjadi?! Nessa melihat baju bunda di bagian tangannya sedikit robek dan menunjukkan luka goresan, meski lukanya tidak besar.
"Bunda tadi hampir saja kecelakaan nak," ucap bunda kepada Nessa.
"Kecelakaan???
"Masya Allah... bunda tidak apa-apa?! Nessa begitu kaget mendengar bunda hampir saja kecelakaan.
"Apa kita ke rumah sakit aja bunda?! Yoga menawarkan supaya bunda langsung memeriksa keadaan nya ke rumah sakit terdekat.
"Tidak usah nak, bunda hanya perlu istirahat saja," ucap bunda dengan tersenyum.
TAP...TAP...TAP...
Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka, Nessa menengok ke arah suara. Nessa langsung berlari saat dia mengetahui siapa orang yang datang. lalu Nessa menangis di pangkuan nya. layaknya Anka kecil yang menangis saat melakukan suatu kesalahan.
__ADS_1
"Hiks...hiks... Ayah," Nessa merasa nyaman saat berada di pelukan sang Ayah seperti ini.
"Kenapa nak, kamu sudah besar loh," goda pak Nirwan saat melihat anak perempuan nya begitu manja kepada nya.
"Bunda yah," Nessa melirik ke arah bunda yang masih di tempat nya menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh Nessa. bunda merasa senang melihat Nessa masih bisa memeluk ayahnya dengan cinta kasih.
"Ya, Ayah juga mendengar nya, sebenarnya kenapa bisa seperti ini bun,? Pak Nirwan menghampiri bunda dan melihat kondisi bunda yang terlihat berantakan.
"Engga apa-apa kok yah, bunda baik-baik saja," ucap bunda dengan tersenyum meski bunda sedikit meringis karena terluka. tapi hanya luka ringan saja. dan bunda sangat bersyukur masih bisa bersama orang-orang tercintanya sampai detik ini. dan itu semua berkat pertolongan Randy. bunda merasa berhutang nyawa kepada Randy.
"Sebenarnya bagaimana kejadiannya," Pak Nirwan bertanya kepada semua orang yang ada di dalam ruangan termasuk Randy yang sudah dianggap mantan menantunya meski perceraian belum di sah kan.
"Nessa tidak tahu yah," jawab Nessa dengan penuh penyesalan.seandainya dia cepat pulang mungkin hal ini tidak akan terjadi dan bunda akan baik-baik saja.
"Yoga yang salah yah, seharusnya Yoga mengajak Nessa pulang lebih awal," Yoga langsung ikut bicara dan siap menjadi tameng untuk membela Nessa, Yoga tidak ingin Nessa menjadi sedih karena hal ini.
"Sudahlah, semua sudah terjadi juga jadi jangan saling menyalahkan, lagian aku sudah menyelamatkan bunda, aman kok," ucap Randy yang kini mencoba menjadi penengah di antara Yoga dan Nessa.
Nessa dan Yoga terdiam dalam pikiran masing-masing, apa Randy benar-benar tulus menolong bunda, atau ada hal lain yang dia rencanakan kali ini.
"Kamu makin cantik saja Ness," batin Randy.
"Ciiih, apa lagi ini, kau sungguh tidak ada kapoknya," batin Yoga yang geram saat memergoki Randy yang mencuri pandang ke arah Nessa. Yoga terlihat geram karena Randy sekarang menjadi pahlawan bagi bunda.
"HERMAAAAAN....
Pak Nirwan memanggil salah satu anak buahnya yang bertugas menjaga Villa yang telah dia sewa selama tiga hari ke depan.
"I...iya bos...
Seseorang datang dengan berlari dari arah luar dengan terengah-engah menghampiri pak Nirwan yang terlihat murka.
PAAAAK
"Kau tahu apa kesalahan mu," tanya pak Nirwan kepada anak buahnya yang kini merasakan panas di pipinya akibat terkena pukulan sang bos.
"Sa...saya minta maaf bos," ucap Herman yang sudah lalai dalam tugasnya. saat kejadian memang dirinya sedang berada di luar Villa.
__ADS_1
"Kemasi semua barang dan pergi dari hadapan ku sekarang," ucapan pak Nirwan adalah ultimatum bagi Herman, itu artinya dia tidak bisa lagi bekerja di sini.
Pak Nirwan meluapkan amarahnya kepada Herman yang tidak becus dalam menjaga keluarga nya. pak Nirwan juga merasa bersalah karena sudah membiarkan bunda sendirian.
Herman pun berniat untuk ke kamarnya dan mengemasi semua barang nya, namun...
"Berhenti pak...
"Tidak ada yang boleh pergi dari sini," pinta bunda dengan berdiri.
"Bunda yang salah yah, jadi kalau ayah mau usir saja bunda, jangan orang lain," ucap bunda yang kini sudah menahan tangisnya.
"Iish bunda jangan ngomong gitu," Nessa menghampiri bunda dan memeluknya, Ness tidak mau bundanya pergi meninggalkan dia.
"Baiklah, saya minta maaf Herman," pak Nirwan pun sudah mulai melunak, pak Nirwan tidak bermaksud untuk membuat semua orang menjadi saling menyalahkan.
"Semuanya, bagaimana kalau nanti malam kita makan di Villaku, , kebetulan di tempat ku sedang ada pesta barbeque, bukankah Nessa senang menyukai baberqu," Randy kini angkat bicara dan menawarkan untuk makan malam bersama.
"Tapi nak, kami tidak mau merepotkan," ujar bunda yang tidak enak karena sudah membuat Randy melihat kekacauan tadi.
"Bunda ini kayak ke siapa aja deh, aku malah senang kalau banyak yang bergabung, bagaimana pah," kini Randy meminta persetujuan dari pak Nirwan selaku kepala rumah tangga.
"Baiklah, kalau begitu saya setuju," ucap pak Nirwan, sepertinya tidak ada salahnya mengikuti apa yang direncanakan oleh mantan menantunya itu.
"Kalau begitu, bunda dan Nessa mau bersiap-siap untuk nanti malam ya," ucap bunda dengan meminta bantuan Nessa agar bisa berjalan beriringan.
"Kalau begitu saya permisi pah," Randy mencium tangan pak Nirwan sebelum pergi meninggalkan Villa itu,
Randy berpapasan dengan Yoga lalu berhenti sejenak. sepertinya Randy begitu bahagia melihat wajah lawannya yang kini kalah satu langkah darinya.
"Aku akan merebut apa yang seharusnya jadi milikku, dan jangan pernah bermimpi bisa menjadi pengganti ku," bisik Randy dengan senyum liciknya.
"Silahkan saja, kalau masih bisa kau miliki, sayangnya Mutiara yang berkilauan tidak pantas bersanding dengan sampah masyarakat seperti dirimu," balas Yoga yang kini tersenyum.
"Brengsek kau Yoga....
Happy reading 😍
__ADS_1