MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.65


__ADS_3

Happy reading 😍


"Ini tuan...,"Seorang suster menyerahkan gel tersebut ke tangan Yoga.


"I...iya...," Yoga dengan terpaksa menerima gel tersebut.


"Astaga, Riyuuu seperti nya malu deh," batin Nessa.


"Hmmm, sus biar suster saja yang mengoleskan gel itu," pinta Nessa kemudian, jujur dirinya pun merasa belum nyaman bila Yoga menyentuh bagian yang belum wajib di sentuhnya.


"Oh baiklah kalau begitu," jawab suster dengan tersenyum melihat pasangan muda yang nampak malu-malu.


Yoga memperhatikan apa yang dilakukan oleh para suster tersebut. meski dirinya merasa canggung melihat hal yang sebenarnya belum sah untuk dia lihat. Hingga tahap selanjutnya, dengan menggunakan sebuah alat yang di gunakan untuk melihat kedalam.


perut Nessa melalui gel tersebut, alat itu di namakan transducer yang dapat memancarkan suara berfrekuensi tinggi dan akan menimbulkan gelombang suara yang akan menentukan ukuran, bentuk serta organ bayi yang ada dalam perut Nessa.


"Nyonya Nessa bisa lihat sendiri, ini detak jantung nya, ini bagian kakinya yang mulai tumbuh sempurna, dan ini adalah jenis kelamin bayi nyonya," Jelas dokter yang kini melihat layar yang menunjukkan bahwa janin yang di kandung nya terlihat baik-baik saja dan normal.


"Buah hati kalian berjenis kelamin perempuan selamat ya, dia memiliki berat badan ideal dan berkembang biak dengan bagus,"jelas Dokter kepada keduanya dengan tersenyum.


"Terima kasih, dok," Nessa merasa ini tidaklah seburuk dan semenakutkan apa yang ada dalam benak dan otaknya selama ini. Nessa tidak bisa memungkiri perasaan bahagia nya, ketika mengetahui bahwa bayinya tumbuh sehat di dalam sana, begitu pun dengan Yoga yang ikut bahagia melihat bayi di dalam perut Nessa, Yoga pun berniat untuk menyiapkan berbagai keperluan untuk menyambut kehadiran bayi Nessa kelak.


"Sudah selesai nyonya," Dokter pun mematikan alat itu. sebelum Nessa bangun, gel yang ada atas perut Nessa di bersihkan dahulu, barulah Nessa bisa bangkit dari tempat tidurnya, sedangkan Yoga sudah keluar duluan, bisa mati mendadak dia bila lebih lama lagi di dalam sana.


"Hati-hati nyonya," para Suster pun membantu Nessa turun.


"Terima kasih sus," Nessa merapikan pakaian nya lalu menyusul Yoga yang tengah duduk menunggu dirinya.

__ADS_1


Yoga tidak berani menatap Nessa, apa yang baru saja terjadi sungguh di luar dugaan nya, Nessa juga begitu, bahkan kini wajahnya tampak merah merona. Dokter hanya tersenyum saja melihat keduanya yang kini sama-sama terdiam.


"Ini ada resep vitamin dan penambah darah untuk satu bulan ke depan, untuk bulan berikutnya, nyonya Nessa harus kembali untuk mengontrol kandungan nya," jelas Dokter dengan memberikan secarik kertas kecil yang di dalamnya terdapat resep obat yang harus di tebus oleh Nessa.


"Baiklah dokter, kalau begitu kami permisi," ucap Yoga dengan cepat mengambil resep yang telah di berikan oleh dokter baru saja.


"Ya... semoga nyonya Nessa dan buah hatinya sehat selalu ya," dokter tersenyum lalu menjabat tangan keduanya secara bergantian.


"Amiin... Terima kasih dok," Nessa pun berdiri dari duduknya dan dengan segera berlalu dari ruangan dokter.


"Ada apa ini, kok kalian diam-diaman?" tanya bunda yang sedikit heran melihat keduanya tidak berbicara satu sama lain, tanpa ada satu kata pun dari mulut mereka.


"Engga...engaaaa... kenapa-kenapa kok bunda" ucap Nessa yang sedang mencoba menghilangkan rasa canggung dan gugup, akibat kejadian yang baru saja terjadi di dalam sana.


"Terus bagaimana hasilnya?"tanya bunda yang tidak sabar untuk mengetahui keadaan cucu pertamanya itu.


"Alhamdulillah, kalau cucu bunda baik dan perempuan, pasti jadi perempuan hebat nantinya dia," ujar bunda yang membayang kan bagaimana kalau cucu perempuan sudah dewasa dan menemani dirinya.


"Ya sudah, kalau sudah selesai, kita langsung ke KUA ya, ke acara Randy, apa kamu sudah siap sayang?! tanya bunda yang kini mulai merasa khawatir lagi.baru saja satu hal yang tidak pernah dia inginkan , kini sudah ia lewati, namun kini Nessa harus melewati hal yang tidak mudah itu,yaitu menghadiri pernikahan Randy yang masih berstatus sebagai suaminya dan menjadi saksi bisu pernikahan nya.


"Bisa kok bunda,"Yoga yang menjawab pertanyaan bunda dengan lantang, tangannya sudah menggenggam erat tangan Nessa. Yoga mencoba menjadi benteng pertahanan untuk Nessa. seberat apapun masalah janganlah lari dan menjauh,tapi hadapilah dengan lapang dada. karena masalah tercipta dengan solusi terbaiknya dan akan selalu berdampingan, seperti kunci dan gembok nya.


"Ya sudah, kita langsung saja ya," ucap bunda dengan tersenyum kepada Yoga, bunda sudah sungguh terharu melihat Yoga begitu peduli dengan Nessa, anak perempuan yang begitu beruntung, karena Nessa kini memiliki Yoga yang selalu ada di sampingnya. Yoga lah yang selama ini selalu membuat Nessa tertawa, sedih bahkan marah, semua jadi satu istilah.


"Heem ayo bunda," Nessa kini berani menjawab pertanyaan dari bunda dengan tersenyum kecil ke arahnya.


Tak berapa lama mereka sampai juga di tempat yang di tuju, Nessa turun perlahan begitu pun dengan bunda dan Yoga. semuanya langsung berjalan memasuki area pernikahan yang di adakan di kantor KUA.

__ADS_1


"Assalamualaikum...


Bunda mewakili Nessa dan Yoga, semua tamu yang terdiri dari beberapa kerabat dari kedua pilihan, dan Randy sangat berharap Nessa mau menyapa dirinya kali ini.


"Waaalaikumussalam...


Pak Faisal langsung menjawab salam dari bunda lalu menghampiri bunda dan menyambut kedatangan nya. Randy dan Yuri yang sudah siap melaksanakan pernikahan pun ikut menengok siapa yang telah datang. wajah Yuri yang begitu tidak suka dengan kedekatan Yoga dengan Nessa, semakin merah padam melihat Yoga yang kini menggenggam tangan Nessa di hadapan nya.


"Ini bukan akhir segalanya, lihat saja kalian tidak akan pernah bahagia," umpatnya di dalam hati. menikah dengan Randy tidak akan menjadi penghalang baginya untuk terus mengejar Yoga.


"Oooh... ini wanita tidak tahu diri ituuu....


Seseorang tiba-tiba muncul dari belakang Nessa dan langsung menghampiri Yuri yang masih duduk manis di samping Randy. Wanita itu menarik lengan Yuri dengan begitu kuat, hingga Yuri harus berdiri dengan susah payah. betapa terkejutnya dirinya, saat mengetahui siapa wanita yang kini sudah berani mengganggu nya.


"SELVY....


Randy begitu terkejut dengan kedatangan Selvy yang tiba-tiba, setelah beberapa hari ini tidak ada kabar apapun darinya. sejak saat itu Randy tidak lagi mencari Selvy bahkan memikirkan nya.


"Mas... tega sekali kamu mas...," Selvy kini berhadapan dengan Randy. dia ingin meminta penjelasan tentang pernikahan Randy ini. pernikahan yang selalu di inginkan nya, namun Randy selalu beralasan mencari waktu yang tepat.


"Tega kamu bilang, bukankah kamu yang sudah pergi dariku Sel...," ucap Randy dengan sinis, Randy kini mengingat kembali peristiwa yang sudah ia lupakan.


"Oooh, jadi itu alasan kamu mas, aku gak pernah ninggalin kamu mas, aku masih berusaha untuk mencari kamu, hanya saja kini semuanya sia-sia saja," Selvy kini menatap Yuri dengan tatapan tajam.


"Kau... kau ingin merebut nya dariku," Selvy berteriak dan mencekal sekali lagi tangan Yuri dengan begitu kuat.


"Hentikan....

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2