MENJADI MADUKU COBA SAJA...

MENJADI MADUKU COBA SAJA...
BAB.20


__ADS_3

Happy reading 😍


"Terima kasih sudah mengantarkan saya ya,salam untuk bos besar," ucap Nessa setelah turun dari mobil.


"Baik nona, dengan senang hati saya akan menyampaikan salam dari nona," balas sang supir,


"Ok, saya pamit ya, bye," Nessa melambaikan tangannya dan bergegas menuju ke arah rumahnya, karena dia berhenti cukup jauh agar pak supir tidak mengetahui aksinya yang sudah membuat para bodyguard nya tertidur sementara.


"Iya nona, bye," pak supir merasa sedikit lega karena berhasil mengantarkan Cinderella ke istana nya.


TING...


Sebuah pesan masuk ke dalam handphone nya, di lihatnya nama yang tertera di layar ponsel,


"Bos??? pak supir bertanya, apa yang bosnya inginkan kali ini, semoga ini berita baik, bukan berita mengenai apa hukuman yang cocok untuknya.


"Apa kalian sudah sampai???


"Tentu saja bos, baru saja nona masuk ke dalam gang, eh maksudnya ke dalam rumah," balas sang supir dengan cepat, karena bosnya hanya memberi waktu 30 detik dalam membalas pesan apapun yang masuk.


"Aiiiih, Ngapain sih tuh gang ikuuuut masuk chat?!!," keluh pak supir yang merasa kesal atas kekeliruan nya yang akan membawa nya ke masalah baru lagi.


"APAAA???," Teriak si bos besar yang tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sang supir, bagaimana bisa dia tidak mengantarkan Nessa tepat di depan rumahnya agar memastikan keselamatan Nessa.


"Ma...maaf bos, ini atas permintaan nona sendiri," jawab pak supir sedikit gugup karena menyadari kesalahannya untuk tetap mengawal Nessa sampai tempat tujuan.


"Sekarang ikuti saja dari belakang dan pastikan dia aman, dan pastikan alamat lengkap nya, karena aku akan menemui nya," perintah bos besar dengan penuh penekanan.


Sementara itu...


"Cukup Sel, jangan lakukan hal ini lagi," Randy mendorong bahu Selvy agar wanita di hadapannya menjauh dari dirinya.


"Sayaaaang, kenapa siiih...," Selvy malah semakin tertantang untuk melakukan hal lebih extrim di hadapan mantan kekasih nya itu.


"Please Sel... a...aku gak mau lagi menyakiti istriku," ucap Randy saat Selvy malah merangkul pinggang nya dan mengelus pipi nya dengan tangannya.


"Istrimu???

__ADS_1


"Apa kamu mencintai nya???


"Apa kamu ada rasa sama dia mas???


Selvy terus memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada sang mantan yang malah terdiam terpaku dengan apa yang Selvy katakan.


"A...aku...


"Kamu tidak mencintainya bukan???


"Kamu hanya merasa kasihan sama dia mas, karena tidak ada yang mau menikah dengan dia, dasar perawan tua," cibir Selvy mengingat Nessa yang memang berada beberapa tahun di atasnya.


"Jaga bicara mu Sel, aku mencintai nya," bentak Randy, saat Selvy mengatakan kalau Nessa adalah perawan tua, ada rasa sakit saat mendengar kalimat itu.


Randy mengingat janjinya terdahulu saat dirinya mau menikahi Nessa, bukan karena dia merasa kasihan, namun memang ada benih cinta yang tumbuh secara perlahan meski belum begitu besar.


"Kauuuu... berani membentak ku mas sekarang," hardik Selvy yang tidak percaya kalau Randy malah akan membela Nessa di hadapannya.


"Ingat mas kamu sudah berjanji sama aku," Ucap Selvy dengan menunjukkan jari tangannya ke arah Randy, agar Randy tidak lupa dengan janji yang sudah dia sepakati.


Randy terdiam mendengar perkataan Selvy yang kini mulai menyudutkan dirinya sendiri, janji untuk menikah dengan mantan nya membuat nya tidak bisa lagi meninggalkan Selvy. Demi keselamatan Nessa, Randy malah bersedia menikah dengan Selvy.


"Syarat???


"Apa yang kamu mau mas," Selvy menyalakan sebatang rokok yang berada di tangannya


"Jangan sampai ada seorang pun yang tahu tentang pernikahan kita, apalagi Nessa," Randy mengatakan syarat yang harus di penuhi oleh Selvy.


Wuuuush... asap rokok mengenai wajah Randy yang masih menatap Selvy dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa Selvy akan menyetujui syarat yang dia ajukan.


"Baiklah, aku akan merahasiakan hubungan kita dari semua orang, termasuk dari istrimu, Nessa," ucap Selvy dengan tersenyum kecil. baginya tidak masalah meski di rahasiakan yang terpenting adalah mendapatkan Randy kembali.


"Aku harus pulang sebelum Nessa curiga," Randy melangkah pergi sebelum Selvy menjawabnya dan menghalangi langkahnya.


DI RUMAH NESSA...


"Aduuuh kepalaku sakiiit yooo," Seorang bodyguard tersadar dan merasakan kepalanya sakit.

__ADS_1


"Lah kok malah tidur di sini, ini kok kalian juga sih, ya ampun bisa gawat kalau tuan tahu ini," seorang bodyguard melihat sekeliling nya, ternyata teman-temannya pun tertidur di tempat mereka berdiri di tempat yang sama saat tadi pagi.


"Woooi banguun ayooo banguun, Ngapain pada tidur sih, bahaya kalau bos tahu," ucap bodyguard yang segera membangunkan yang lainnya.


"Hoaaam, kenapa sih bro, kok teriak gitu," jawab salah satu bodyguard yang mulai tersadar juga.


"Isssh sadar luuh, kita di bayar buat jagain nona, malah tertidur gini," protes salah seorang bodyguard yang teringat akan tugasnya.


"Astaga, Nonaaaa,"


Dengan cepat dia berlari masuk ke dalam rumah majikannya yang pintunya sudah terbuka, jangan sampai ada sesuatu buruk yang menimpa nona besar.


"Nonaaaa.... nonaaaa...," bodyguard itu berteriak dengan keras untuk memastikan bahwa nona ada di dalam ruangan itu atau tidak.


"Iya... kenapa pak," Nessa menjawab panggilan itu dengan cepat, handuk yang masih menempel di rambutnya menandakan dirinya baru saja selesai mandi.


"Ma...maaf nona, saya telah lancang masuk begitu saja," ucapnya sambil menundukkan kepalanya, ternyata orang yang dia cari sedang ada di dalam kamar mandi. bisa gawat kalau nona nya merasa tersinggung dan memarahi nya akibat kelancangannya.


"Tidak apa-apa pak, lagian tugas kalian kan sudah selesai, kalian bisa pulang dan beristirahat," ucap Nessa dengan tersenyum, meski di hatinya ingin sekali meminta maaf kepada mereka yang sudah Nessa libatkan dalam masalah nya.


"Tapi nona kami tidak bisa meninggalkan nona, kami akan menjaga nona selama 24 jam, dan ini perintah dari Tuan," ucap bodyguard itu menolak secara halus permintaan Nessa.


"Apaaaa 24 jam??? Nessa tidak percaya kalau papanya benar-benar terlalu berlebih-lebihan kali ini. Nessa bukan anak kecil lagi yang harus di jaga sepanjang hari.


"Ya nona, itu adalah perintah," jawab bodyguard itu tanpa melihat wajah nonanya.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja kok, lagian aku udah nikah dan punya suami juga, kalian pulang saja, masalah papa biar aku yang urus," Nessa mencoba meyakinkan bodyguard itu agar tidak takut kepada Papanya.


"Tap...tapi nona...


"Tidak ada tapi-tapian, saya cape saya harus istirahat sekarang, dan kalian akan kembali bekerja besok pagi, tidur dan istirahat juga, karena Kalian bukan robot, ok...," Nessa benar-benar risih bila harus di jaga sepanjang hari.


Akhirnya semua mendengar perkataan Nessa dan pulang ke rumah masing-masing.


"Akhirnya aku bisa bebas," Nessa merasa senang karena mereka mau pulang juga.


"Kemana mas Randy, kenapa belum pulang jam segini???

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2