
Happy reading 😍
"Sebaiknya bunda saja ya yang menjelaskan tentang itu," Yoga bingung harus bagaimana menjelaskan kegunaan dari barang tersebut.
"Lah, jadi bunda lebih tahu ya, hmm...," Nessa kini sangat mengagumi sosok bunda nya.
"Ya karena bunda lebih berpengalaman kan," ujar Yoga yang kini mulai mencari benda penting yang lainnya.
"Dan kamu bagaimana Riyuu, sepertinya lebih tahu daripada aku," ujar Nessa dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.
"Karena kamu lebih memikirkan pekerjaanmu dulu, hingga kamu lupa akan hal penting lainnya," jelas Yoga yang kini mencoba mencairkan suasana.
"Aku merasa tidak berguna Riyuuu," Nessa masih saja menyalahkan dirinya sendiri, Riyu lebih banyak tahu dari pada dirinya,
"Shuuut... ingat kamu lagi hamil, jadi jangan banyak berpikir yang berat dan membuat mu stres, karena itu akan mempengaruhi perkembangan bayi mu di dalam sana," jelas Yoga,
"Tap....
"Duuh, diam lah Ruby, sejak kapan kamu jadi cerewet siih," Yoga tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulut Nessa.
Yoga menarik tangan Nessa dan meneruskan perjalanan mencari berbagai macam keperluan bayi yang mungkin saja akan membuat keduanya bisa menang dari bunda dan Ayah.
"Silahkan mba, di pilih ini banyak barang baru yang bisa menjadi pilihan mbaknya," tawar salah satu pelayan dengan tersenyum, saat Nessa memasuki toko nya.
"Iya terima kasih," Nessa pun melihat-lihat, namun Nessa tentu saja merasa kebingungan, Nessa tidak tahu lagi apa yang paling dibutuhkan saat bayi baru saja lahir.
"Kenapa, apa ada yang ingin kamu beli," tanya Yoga saat melihat Nessa memasukkan beberapa barang dalam jumlah banyak.
"Sebanyak itu, buat apa? Yoga merasa Nessa terlalu berlebihan bila harus membeli sebanyak itu.
"Kan bagus, aku jadi punya semuanya" ucap Nessa dengan bersemangat.
"Semoga bayinya lahir dengan selamat ya, dan kalian langgeng sampai nenek-kakek," seorang ibu paruh baya, datang lalu memberikan ucapan selamat kepada Yoga dan Nessa.
__ADS_1
"Iya Bu terima kasih," Nessa tersenyum saja, mungkin ibunya berpikir bila Yoga adalah suaminya.
"Tapi kami ini hanyalah....
"Kami permisiiiii...
Yoga belum sempat menjelaskan kesalahpahaman yang sudah terjadi, namun Nessa malah menarik tangan nya begitu saja. ini pasti Nessa sengaja, agar orang-orang benar mengira keduanya sudah menjadi suami istri.
"Rubby....
"Apa yang kamu lakukan?
Yoga merasa heran dengan tindakan Nessa, secara tidak langsung mereka telah membohongi para pengunjung yang relatif kaum emak-emak yang berusia sepadan dengan usia bundanya.
"Biarin saja mereka berpikir kalau kita itu adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah dan mau punya anak," ucap Nessa dengan tersenyum kecil.
"Tidak boleh seperti itu Ruby, kasian mereka loh, sekecil apapun berbohong itu tidak baik, apalagi kita sengaja berbohong kepada mereka yang usianya sudah ada di atas kita," ucap Yoga dengan tersenyum.
Nessa sedikit memajukan bibirnya beberapa senti, namun otaknya mulai mencerna apa yang baru saja Yoga ucapkan untuk nya. setelah di pikirkan nya, Ucapan Yoga memanglah benar, berdosa besar bila kita dengan sengaja berbohong untuk kepentingan diri sendiri.
"Yooo kesana lagi dan akuu mau minta maaf," ucap Nessa, kini dirinya merasa bersalah karena sudah bertindak egois, meski apa yang dikatakan oleh para emak, sangat ingin sekali dia wujud kan.
"Nah gitu dong, hmmm... mama mulai bertindak dengan benar sayang," Yoga mengelus lembut perut Nessa yang kini sudah terlihat membuncit dan mengajak sang bayi yang masih ada di dalam sana, mendengar kan suara dirinya.
Pipi Nessa yang tadinya putih, langsung berubah menjadi merah merona. begitu pun dengan rasa geli saat Yoga mengelus lembut perut nya barusan. adanya beberapa gerakan dan tendangan dari dalam sana, menunjukkan ada respon positif dari sang bayi.
"Terima kasih ya, sudah mau menjadi sosok ayah untuk nya," ucap Nessa, raut kesedihan jelas terukir di wajah nya. Nessa bukan sedih karena harus bercerai dengan suaminya, Nessa sedih karena sang Ayah belum pernah berbicara satu kali pun dengan anaknya yang masih ada dalam perut nya seperti apa yang Yoga lakukan.
"Ya, aku harap dia mau menerima ku menjadi Ayahnya kelak," Yoga tersenyum, meski hatinya mencoba mengikhlaskan bila sang anak suatu hari nanti akan lebih memilih ayah kandung nya, karena ikatan batin seorang anak dan ayahnya pasti sangat kuat.
"Pasti, hanya kamu satu-satunya ayahnya," ucap Nessa dengan tersenyum, Nessa berharap setelah sidang perceraian di turunkan, dirinya dan Yoga akan berniat pindah dari sana, dan mencari tempat yang aman dari para pengganggu. Dia ingin anaknya kelak tidak mengenal Randy sebagai ayah kandungnya, melainkan Yoga yang akan menjadi Ayah pengganti sekaligus suami Nessa.
Tak terasa, mereka sampai di tempat semula, dan para emak yang telah mengira Nessa and Yoga adalah suami istri, masih betah memilih barang yang mau di beli. Nessa pun menghampiri para emak itu dengan tersenyum dan langsung meminta maaf atas kesalahan yang sudah ia lakukan dengan membohongi mereka dan berkata kepada mereka bahwa Nessa dan Yoga adalah pasutri yang baru saja menikah.
__ADS_1
Awalnya mereka cemberut dengan pengakuan Nessa, tapi lama kelamaan mereka mulai tersenyum dan memaafkan Nessa. mereka senang karena Nessa sudah mau meminta maaf kepada mereka atas perbuatannya.
"Semoga kalian cepat menikah ya," ucap alah satu emak yang kini mengelus perut Nessa dengan lembut.
"Terima kasih ya Buu, do'anya," ucap Nessa dengan tersenyum, ternyata mereka begitu baik dan tulus, Nessa merasa tidak enak hati karena sudah membohongi mereka.
"Sayang, gimana apa kalian sudah dapat barangnya," ucap seseorang yang tidak lain adalah bunda dan pak Nirwan, yang kini sudah berdiri di samping Nessa.
"Baruuu dikit sih bunda, Nessa mau cari lagi sama Riyuuu," ucapnya dengan menarik lagi Riyu yang kini pasrah saja mengikuti langkah Nessa kesana kemari.
"Mereka pasti ingin cepat bersatu ya Yah," ucap Bunda saat melihat keduanya yang kini sudah saling melengkapi satu sama lain.
"Yah, ayah juga ingin melihat keduanya cepat bersatu dalam pernikahan, kasian Nessa selama menikah dengan Randy, dirinya begitu tertekan, karena suaminya berselingkuh di belakang nya.
"Ya... bunda yakin Yoga bisa menjadi suami yang baik sekaligus ayah yang bertanggung jawab kepada keluarga nya.
"Buuuuuun..... sudah bereeees," Teriak Nessa yang datang dengan membawa banyak paper bag. menandakan banyak barang yang dia beli.
"Apa saja yang kamu beli nak???
"Banyak sekali, apa kamu yakin tahu nama barang yang kamu beli???
Bunda yakin Nessa tidak tahu nama-nama barang yang baru saja dia beli. Dan bunda pastikan challenge kali ini bundanya yang akan menjadi pemenang nya.
"Ya kan banyak bunda, ini yang paling penting aja kok bunda, tidak terlalu mahal kok, cukup 50 juta aja tadi," ucap Nessa dengan memperlihatkan dan melihat isi di dalamnya.
"Tidak mahal katamu sayang???
Bunda menggeleng kan kepalanya, Bunda saja hanya menghabiskan lima ratus ribu saja, jauh dengan budget yang di keluarkan oleh Nessa.
"Memangnya bunda habis berapa???
Happy reading 😍
__ADS_1