Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
Kejujuran Gio kepada keluarga nya


__ADS_3

Keluarga Pradipta memang sangat marah atas apa yang dilakukan Gio kepada istri nya ,Tapi melihat Gio menangis seseguk Kan seperti ini ,Mereka yakin Pasti ada Alasan Gio melakukan semua ini ,Gio tidak pernah menangis seperti ini ,Gio yang selalu terlihat ceria ,Usil ,dan penyayang ,Dan selalu terlihat BerWibawa kini terlihat sangat Rapuh ,Dipangkuan Ibu nya .


"Menangis lah Gi ,jika itu membuat mu lebih tenang"Gisel menguat kan adik nya yang tak pernah terlihat sisi terlemah nya .


Gio masih menangis memegang tangan Ibu nya dengan erat ,seolah mencurah kan Segala Beban yang sudah Lama ia tahan .


"Maaf kan Gio mah ,maaf"Gio bicara terbata-bata karna terlalu lama Menangis .


Bu andin tidak kuat melihat putra nya yang terlihat Rapuh ,Bu andin juga menetes kan Air mata Mengusap kepala Gio dengan Iba .


"Lepas kan apa yang menjadi beban mu Nak"Pak paisal mendekat menepuk punggung putra nya .


Setelah merassa lebih baik ,Gio mengangkat Kepala nya ,menatap Wajah pucat Ibu nya.


"Sini Gi ,peluk mamah mu ,mamah sangat merindu Kan kamu"Bu andin menarik Gio kepelukan nya .


"Gio juga mah ,maaf kan gio ya mah"Gio menghapus air mata ibu nya .

__ADS_1


"Ingin cerita sesuatu"Bu andin menggenggam tangan putra nya seolah Memberi Kekuatan .


"Gio tidak Bisa Cerita sekarang Mah"Gio melepas kan pelan tangan Ibu nya .


"Baik lah Gi"Bu andin menunduk kan kepala nya Menangis .


Dia sangat tau apa Yang menjadi Kelemahan Anak nya .


"Baik lah mah ,Gio akan cerita ,tapi Berjanji lah jangan Memberi siapa pun Selain yang ada disini"Gio tidak tega melihat ibu nya menangis.


Gio mencerita kan semua nya tidak satu pun terlewat kan ,dan kembali menangis dengan ketidak Berdayaan nya .


Gio menangis Kejer sambil mencerita kan Beban yang Gio Pikul sendirian ,Keluarga nya sangat Merassa Bersalah ,Karna sudah Menyalah kan Gio ,Padahal Gio mengorban kan perassan nya demi keselamatan Ayra Dan Calon anak Mereka ,Tapi gio tidak Menyadari ,Ayra sangat Terluka jiwa dan Raga nya ,Bahkan Ia tidak Memiliki Semangat Hidup ,Kalau saja Diri nya sedang tidak Hamil ,Mungkin Dia akan Mengakhiri Hidup nya .


Mereka saling melempar pandangan ,menetes kan Air mata ,,Menguat kan Gio yang Sangat-sangat Rapuh .


"Maaf kan mamah Gi ,Saat kamu terluka mamah Tidak ada Bersama mu"Bu andin memeluk Anak nya .

__ADS_1


"Ini bukan salah mamah ,Kalian sudah Menjaga Ayra saja Gio sudah berhutang Budi kepada kalian ,Terimakasih kalian Selalu Menjaga anak dan istri Gio "Gio menghapus air mata nya .


"Tapi Gi ,apa Ini tudak keterlaluan Untuk Ayra "Gisel mengingat apa saja yang sudah Gio lakukan Untuk Menyakiti Ayra .


"Entah lah kak ,Tapi yang pasti Ayra dan anak Kami harus diselamat kan lebih dulu ,Besok ,atau lusa biar Tuhan yang Akan tentu kan Apa yang akan terjadi ,Bahkan Aku iklas Jika harus Dibenci Ayra Seumur Hidup"Gio mulai Bicara dengan tenang .


"Apa tidak Sebaik nya kita cari Cara lain ,Papah gak akan tega Menyakiti Menantu dan Calon Cucu papah"Pak paisal memijit pelipis nya yang mulai terassa pusing .


"Tidak ada jalan lagi pah ,,Kerusakan ginjal Ayra sudah Sangat parah ,Kita hanya menunggu Alona melahir kan ,dan melakukan Oprasi segera ,kata Dokter Bara alona tidak akan melahir kan lebih Dari 28 hari "Gio menunduk kan wajah nya dan mencengkram rambut nya dengan erat .


"Jadi itu sebab nya Alasan bara Membiar Kan Ayra pulang ,dan Beralasan menunggu Perkembangan Ayra dalam 28 hari "Gilang menatap adik nya Menyelidik .


Gio hanya mengangguk kan kepala nya .


❤️❤️❤️❤️❤️


Nextt. . .

__ADS_1


jangan lupa Tinggal kan Like ,komen ,favorite ,vote dan tinggal kan Hadian 🙏🙏🙏


🙏🙏Terimakasih Bestie💕


__ADS_2