
ayra berjalan lemah tertatih-tatih melangkah pergi .
"ayraa "tegas reza .
ayra terus berusaha berjalan menahan perut nya yang mulai keram .
"aku bilang ,berhenti ayraa"tegas reza sekali lagi.
ayra berhenti sambil memegang perut nya .
"duduk lah ,aku akan mengobati luka mu ,lalu kau boleh pergi "sambung reza .
ayra yang mendengar kata pergi memejamkan mata nya ,dan melanjutkan langkah nya .
"stop ayra ,berhenti seperti anak kecil"teriak reza dengan tegas.
ayra tak menghirau kan reza ,dia terus jalan perlahan ,dengan tatapan kosong .
reza yang merasa dihirau kan ,berlari kecil mengunci pintu agar ayra tidak pergi ,dia tidak akan membiar kan ayra pergi dalam keada'an kacau .
"buka pintu nya kak,aku ingin pulang"suara ayra mulai parau karna banyak menangis ,mata yang sembab,dan kantung mata yang semakin hitam ,menandakan bahwa ayra stres dan kurang tidur .
"aku akan mengijin kan mu pergi ,setelah kau baik-baik saja"jawab reza yang ingin memegang tangan ayra .
"stopp"memberi isarat dengan tangan .
__ADS_1
"oke ,tapi ijin kan aku mengobati kening mu "reza menatap ayra dan.
"tess"air mata reza jatuh dia tidak tahan melihat keadaan ayra yang menyedihkan ,tubuh yang mengurus ,wajah pucat tidak terawat .
"untuk apa semua ini kak ,untuk aku dan anak ku ,atau karna kasian"ayra dengan tatapan kedepan .
reza tidak mejawab ayra ,reza langsung menggendong ayra ke sopa .
ayra diam saja dengan tatapan kedepan ,dia pasrah reza mengobati luka dikening nya .
air mata yang mengalir deras seakan tidak pernah kering dipipi ayra .
perut ayra yang mulai keram ,ayra tahan sekuat tenaga ,ia tidak ingin menunjukan bahwa ayra lemah .
ayra tidak menyadari kalau air mata reza mengalir tanpa permisi ,dia sudah tidak kuat lagi menahan nya .
"sudah ,aku akan buat kan susu jangan kemana-mana"perintah reza.
ayra hanya diam ,tatapan kosong ,dan tak tau kemana tujuan nya sebenar nya .
dia ingin sekali pulang menemui ibu nya ,tapi ayra tidak mau menambah beban ibu nya ,ayra tidak mau ibu nya tau keadaan ayra yang sebenar nya .
keringat ayra bercucuran didalam ruangan ber AC ,ayra sekuat tenaga menahan perut nya yang keram.
"ini minum lah"reza membawa segelas susu.
__ADS_1
ayra diam dengan pandangan nya yang kosong ,keringat dingin dikening nya .
"ayra"reza menatap ayra .
"ay kamu dengar aku kan"reza berlutut dihadapan ayra yang duduk disopa .
"ayra ,hei kamu dengar aku kan"reza panik melihat keadaan ayra .
pandangan ayra memudar ,namun ayra tahan ,diam sekuat yang ia bisa ,ia tidak ingin menunjukan kepada reza apa yang dia rasa .
"ay ,liat aku ,,kamu dengar aku "memegang pipi ayra agar melihat kearah nya .
ayra menatap sendu wajah reza ,air mata yang mengalir deras .
"sayang ,jawab aku"reza menetes kan air mata ,ketakutan reza kehilangan ayra sudah tidak bisa ditahan nya .
"sakittt"suara ayra lemah namun masih bisa terdengar oleh reza .
"mana yang sakit hah ,kenapa tidak bilang dari tadi ay ,kenapa malah menahan nya ,bertahan aku panggil dokter "reza meraih telpon rumah dan menelpon dokter keluarga nya .
setelah telpon tertutup ,reza menatap wajah ayra pucat seperti tak ada darah .
"ay"reza memegang pipi ayra .
"ayraa ,jawab aku ,mana yang sakit"reza benar-benar kalut.
__ADS_1
#nextttt