
4 hari sudah berlalu.. . .
selama 4 hari gio tidak pernah pulang menemui ayra ,ayra bingung harus mencari gio kemana .
ayra berusaha menghubungi gio ,tapi tidak ada jawaban .
siang itu ayra baru pulang dari luar ,ayra sengaja keluar untuk menenang kan pikian nya.
"ceklek"ayra masuk keruang tamu .
tapi tiba-tiba ayra sekilas mendengar suara perempuan dari arah kamar .
ayra berjalan mendekat ke arah pintu .
"kak gio"ayra melihat gio sedang mengecup mesra alona dikamar ayra dan suami nya .
air mata nya yang baru kering sudah mengalir lagi ,dada nya terasa sesak .
ayra mundur perlahan-lahan .
"duarrttt"suara benda jatuh membuat kedua kehidupan didalam kamar berjalan keluar .
"Ayra "alona tersenyum ,milah ayra yang berdiri dalam keadaan menangis .
"apa yang kau lakukan ,apa kau tidak bisa berhati-hati,merepot kan saja bisa mu"gio berusaha tak peduli dengan ayra .
"Sudah lah sayang ,mungkin ayra hanya terkejut dengan apa yang dia lihat"alona bergelayut manja dilengan gio .
"aku tidak mau tau ,kau bersih kan sendiri dengan tangan mu ,saat aku keluar semua itu harus sudah bersih"lalu gio menarik pinggang alona ,dan menutup pintu dengan keras .
"ibuuu"ayra menangis tersedu-sedu .
__ADS_1
"aku rindu bu"ucap ayra lirih .
setelah itu dia membersih kan ,pas bunga yang pecah karna nya .
lalu berlari keluar rumah
ayra terus berjalan ,tanpa tujuan .
bahkan air mata nya saja sudah lelah untuk keluar .
💦💦💦💦💦
jam sudah menunjukan pukul 10 malam tapi ayra masih betah duduk disebuah taman yang luas .
sedangkan dikamar nya gio hawatir dengan ayra yang belum juga pulang ,gio melangkah keluar untuk mencari ayra ,tapi saat gio sampai ditangga ,gio melihat ayra baru masuk dari arah luar .
ayra mengabai kan gio yang menatap nya ,ayra terus melangkah naik kearah kamar tamu .
"heiii ,apa kau tidak mendengar kan ku"gio menarik ayra kehadapan nya .
"lepas kan aku kak ,aku ingin beristirahat "ayra bicara tanpa menatap gio .
"kau pikir ini rumah mu ,sehingga kau bisa bertindak sesuka hati mu"mencengkram pipi ayra ,memaksa ayra menatap nya .
"aku sudah bilang kan ,aku tidak suka ada yang bicara tanpa menatap ku "gio menatap ayra tajam ..
"sekali lagi kau seperti ini ,kau akan tau hukuman untuk orang-orang yang menentang perintah ku,kau paham"gio melepas kan ayra .
ayra hanya mengangguk paham ,dan melangkah kekamar tamu .
__ADS_1
"siapa yang menyuruh mu pergi"gio memegang tangan ayra dengan kuat .
"kak aku mohon biar kan aku pergi"ayra tidak kuat menahan air mata nya yang lolos begitu saja .
"aku tidak mengijin kan mu tidur dikamar tamu ,kau harus tetap tidur dikamar ini bersama ku"menatap ayra dengan mata yang merah .
karna tidak ingin berdebat lagi ayra masuk kekamar meninggal kan gio ,tapi pikiran nya teringat dengan apa yang dilihat nya tadi siang ,ayra memejam kan mata nya lalu pergi kearah lemari mengambil seprai .
niat hati ayra ingin mengganti nya seprai yang membuat nya ingat dengan kejadian tadi siang .
"apa yang kau lakukan "tanya gio yang baru masuk kamar .
ayra masih diam ,mengabai kan gio bicara ,air mata nya masih mengalir begitu saja .
"jangan kau coba-coba ganti seprai yang terpasang disitu"gio menatap ayra tajam .
tapi ayra masih mengabai kan gio .
"aku bilang jangan ayra"teriak gio membuat ayra memejam kan mata nya .
"kau harus tidur diseprai itu ,agar kau tidur dan mengingat apa yang kau lihat antara aku dan alona"tegas gioo .
"cukup kak ,cukup"teriak ayra .
"aku tidak kuat lagi ,aku juga punya hati kak ,jika kau tidak mengingin kan aku setidak nya biar kan aku pergi ,dan hidup dengan tenang"teriak ayra dengan emosi yang meluap-luap .
"hahaha ,pergi kau bilang "tawa gio terdengar mengerikan .
"tidak akan aku biar kan kau pergi dan hidup bahagia ,bahkan bayangan mu pun tidak akan aku biar kan "gio mendekat kearah ayra .
nextt
__ADS_1
"