
Setelah menempuh perjalanan 1 jam Zoya dan Ayra sudah sampai diHalaman Rumah pradipta .
"Zoya ,kamu tidak perlu mengantar ku sampai kedalam ,aku tidak apa-apa kan"Ucap ayra tidak enak tapi dia tidak ingin Zoya melihat aib Dikeluarga nya apa lagi Zoya adalah orang luar yang baru ayra kenal .
"Tidak apa-apa kak ,,Aku mengerti "Zoya tersenyum .
"Baiklah ,Sekali lagi Terimakasih Banyak ya,Dan sampai kan Salam Untuk Kak Ziyan "lalu ayra bergegas turun .
"Huhftt"Ayra menarik dan membuang Nafas nya kasar menatap dari luar rumah mertua nya .
kuat ya sayang kita akan berjuang bersama' batin ayra sambil mengelus perut besar nya .
Melangkah masuk kepintu utama ,Disana ada penjaga yang menunduk hormat melihat kedatangan Ayra .
"Selamat datang nyonya muda "penjaga itu menunduk kan pandangan nya .
Ayra hanya tersenyum terpaksa .
Bergegas masuk tapi tidak melihat siapa pun selain Para pelayan .
Saat diruang keluarga ,samar-samar Ayra mendengar orang berbicara ,Ternyata mereka ada disana dan berkumpul .
"Deggggg"jantung ayra berdetak kencang ,saat pandangan Ayra terhenti diAlona yang duduk disisi keluarga nya .
"Alona"Ucap ayra pelan tapi masih terdengar membuat seluruh anggota keluarga menatap nya termasuk Alona .
Saat Bu andin melihat Ayra ,Ia Beranjak bangun dan mata nya Berbinar ,tiba-tiba .
"Mah"Alona menahan tangan Bu andin dan memberi isarat melalui mata .
Bu andin geram ,tapi dia hanya bisa sabar dan duduk kembali ditempat nya .
"Kenapa Alona disini mah ,kak ,pah ,ada yang bisa jelas kan "Ayra mendekat dan menatap bu andin ,gisel dan aneta lalu pak paisal ,dengan tatapan bingung π.
"Ap-ap-apa itu perlu"Gio Bicara terbata .
"Biar kan aku honey yang menjelas kan "Alona tersenyum licik .
"Begini Ayra ,Aku dan Gio akan segera menikah ,jadi aku datang bersama Gio untuk meminta restu sekaligus menentu kan tanggal pernikahan nya "Alona berdiri dihadapan Ayra .
Jangan ditanya lagi perassaan Ayra sudah pasti hancur sehancur nya .
"Bukan nya kau dari menemui kekasih mu ,dan bermalam bersama dengan ayah dari anak mu ,lalu kenapa kau kembali"Alona berjalan mengelilingi ayra dengan tatapan kemenangan .
"Heh "ayra hanya tersenyum dan tertawa kecil lalu berusaha mengatur nafas nya ,jujur saja hati ayra sudah sangat lelah .
"Cikk"Alona Mencabik bibir nya kesal karna tidak ada pengaruh apa-apa pada ayra .
kalau keluarga pradipta jangan ditanya mereka sudah tersulut emosi masing-masing namun berusaha menahan nya .
"Sudah lah Alona ,jangan buang-buang waktu"Gio mengepal kan tangan nya ..
"Tidak sayang ,dia harus tau posisi nya dan sadar diri dari sekarang"Alona menatap tajam Ayra .
"Sebaik nya kau pergi ,Sebelum kau terlihat menyedih kan "Alona mundur dan berdiri disamping gio ,Menarik tangan gio dan meletak kan diperut nya ,sedang kan tangan kiri nya bergelayut manja dibahu Gio .
Benar-benar sakit batin ayra ,bahkan tubuh nya Gemetar ,sekuat tenaga menahan Diri .
kita harus kuat sayang demi harga diri 'batin ayra memegang perut nya pelan karna mulai terassa keram .
"Sayang ayoo usir dia ,Bahkan anak kita menolak keberadaan nya "Alona berbicara manja dengan Gio .
"Cukup ,cukup"Teriak Gisel dia sudah tahan dengan tingkah Alona .
"Aku tidak akan mengikuti kalian untuk terpaksa menerima wanita iblis ini ,Aku akan tetap bersama Ayra apa pun yang terjadi "Gisel menarik ayra dipelukan nya ..
__ADS_1
Ayra hanya menunduk kan kepala nya dengan air mata mengalir deras .
"Mamah juga"Bu andin ikut memeluk menantu nya.
"Aku ikut mah"Aneta ikut menggenggam tangan ibu mertua nya .
sedangkan pak paisal dan gilang bingung dengan drama yang Membuat keluarga nya terpecah belah.
"Sudah hentikan ,Aku kepala keluarga disini jadi aku yang memutus kan "pak paisal berteriak .
"Gio sebaik nya kau bawa pergi Alona dulu ,papah akan cari jalan keluar untuk masalah ini "Tegas pak paisal .
"Tunggu"Ayra menghenti kan Gio dan Alona yang akan melangkah pergi .
"Aku butuh kejelasan untuk rumah tangga ku"Ayra mendekat dan berdiri dihadapan suami nya .
"Tatap aku kak "Ayra memaksa Gio menatap nya karna sedari tadi suami nya enggan untuk melihat nya .
"Apa keputusan mu untuk semua ini"Ayra bertanya saat Gio menatap nya .
Saat Gio hampir hilang kendali ingin memeluk Ayra ,alona langsung menarik lengan Gio kedalam pelukan nya .
"Sayang aku sangat lelah ,jangan dengar kan dia "Rengek alona .
"Kenapa ,Apa kau takut jika dia meninggal kan mu"sinis Ayra menatap Alona .
"Whatt ,takut"pekik alona .
"Tidak mungkin alona takut pada upik abu seperti mu ,asal kau tau saat Gio menikah dengan mu itu hanya pelampiasan karna aku meninggal kan gio "Tersenyum licik .
"Dan apa kau tau ,saat kalian berdua honeymoon ,Apa yang kau lihat antara aku dan Gio itu benar terjadi ,jadi honeymoon itu untuk ku ,Bukan untuk mu"menunjuk kearah Ayra .
sedangkan keluarga pradipta dibuat ternganga ,dengan apa yang mereka dengar Mereka bingung harus percaya siapa ,cerita Gio atau apa yang baru mereka Dengar .
Ayra hanya menatap Suami nya dengan air mata yang mengalir deras ,Berharap suami nya membantah ucapan Alona .
"Ayoo sayang ,kita pergi aku sudah sangat Gerah melihat semua ini "Alona menarik lengan Gio melangkah pergi.
Tapi Ayra menahan tangan suami nya .
"Kau pikir aku percaya dengan dirimu ,Heh"Ayra menertawa kan alona.
"Aku akan dengar dari mulut suami ku sendiri"Ayra menatap wajah suami nya .
"Apa kau tuli ,atau bo-"ucapan Alona terhenti karna teriakan Ayra .
"Diam kau ,aku bilang diam "Dada ayra naik turun,menanda kan Emosi nya mulai tak terkendali .
nyali Alona seolah menciut dan ikut diam .
"Apa kau tak mendengar ku kak ,Apa benar yang dikata kan wanita ini"Menunjuk alona ,dan bicara dengan nafas yang naik turun .
Saat anggota keluarga yang lain mendekat kearah Ayra ,ayra mengangkat tangan nya β,Memberi isarat berenti .
"Jawab aku kak"teriak ayra ,lalu menarik kerah kemeja suami nya menatap mata Gio dengan tajam .
Gio melihat mata ayra memerah ,dada nya naik turun karna nafas yang tidak teratur ,Wajah nya pucat ,dengan keringat dingin didahi ayra diruangan ber AC .
"Ay ,Kendali kan dirimu ,kau sedang Hamil"gio bicara datar dan mengalih kan pandangan nya .
"Kau hanya perlu jawab Iya atau tidak "Tegas Ayra .
"Kendalikan dirimu ,dan tenang lah"gio bingung harus menjawab apa ,posisi nya sangat sulit .
"Kau hanya perlu menjawab Gioyra pradipta ,tidak usah peduli dengan aku dan anak ku"Ayra semakin menarik kerah Baju gio membuat wajah mereka berdekatan .
__ADS_1
"Cukup Ayra "gio melepas kan tangan ayra dengan kasar .
"Gio "Teriak seluruh anggota keluarga pradipta ,,menatap tajam kearah Gio karna berlaku kasar kepada Ayra .
bertahan sayang ,mamah akan berjuang untuk mu ,kau harus kuat demi hak kita nak 'batin ayra,sambil memegang perut nya yang terassa semakin sakit
"Tidak ada yang perlu aku jelas kan lagi ,lebih baik kau lanjut kan hidup mu dengan bahagia "Gio mengalih kan pandangan nya sekuat tenaga menahan air mata nya .
"Tunggu kak ''Suara Ayra serak menahan sakit .
Gio langsung membalik badan nya .
Ayra melepas kan diri dari Gisel yang menangkap nya ketika hampir terjatuh .
dengan susah Payah duduk dilantai berjalan dengan merangkak kan lutut nya ,duduk dikaki suami nya .
"Aku mohon kak ,katakan jika itu tidak benar "Ayra memegang kaki suami nya ,suara nya pelan tapi masih terdengar oleh semua orang ,berusaha menyembunyikan rassa sakit nya .
"Bangun Ayra ,Bangun"tegas gio,lalu menghapus air mata nya yang keluar dari sudut mata .
"Tidak kak ,sebelum kau menjawab nya "Ayra menunduk dengan air mata sangat deras ,Jiwa nya benar-benar terguncang ,Dada nya sesak ,belum lagi merassa kan sakit dibagian perut .
"Ayoo sayang bangun ,kau tidak perlu mengemis pada pria angkuh ini"Bu andin berusaha membujuk menantu nya tapi sia-sia .
"Aku mohon mah ,jika kau sayang pada ku biar kan aku tetap seperti ini "Ayra masih menunduk .
"tapi sayang"ucapan bu andin terhenti karna Menatap nya dengan tatapan memohon .
"Baik lah nak"Bu andin menangis dengan deras nya duduk disamping menantu nya ,sabagai seorang mertua dan wanita ,ia ikut merassa kan perassaan Ayra .
"Mah"gio ingin bicara tapi bu andin mengangkat tangan β nya .
"Apa kau puas ayra ,sekarang kau puas membuat mamah berlutut pada ku"Gio duduk jongkok dihadapan istri nya ..
"Kau sangat ingin tau kan perassaan ku ,Biar aku beri tau perassaan ku hancur melihat mu ,Aku tidak bahagia dengan apa yang aku lakukan ,dan sekarang aku membebas kan mu Ayra sakila ,Aku cabut nama ku dari nama mu ,Pergi lah dan jangan tunjuk kan lagi wajah mu dihadapan ku "Gio mengangkat wajah Ayra yang sedari tadi menunduk .
Ayra yang mendengar kan kata-kata yang keluar dari mulut suami nya ,Hati nya bagai tertusuk seribu pedang ,Tubuh nya hilang kekuatan ,Pandangan nya mulai memudar dan tubuh nya mulai tak seimbang .
"Ayra "Gio memegang kedua pipi istri nya .
"Aku ,aku mencintai mu kak ,sangat sangat menyayangi mu "Suara ayra terdengar lemah ,dan jatuh dipangkuan mertua nya .
"Ayra kau kenapa ,apa ada yang sakit "Gio menepuk pelan wajah istri nya dengan air mata yang tidak lagi bisa ditahan .
sedangkan ayra tubuh nya melemas ,mata nya menatap tanpa tujuan ,dengan pandangan yang kosong .
"Ayra jawab aku"teriak Gio .
"Pergi kau jangan sentuh ayra "Gisel mengambil alih posisi adik nya .
"Kak ini bukan saat nya untuk berdebat ,Ayra sedang butuh aku "protes gio .
"Diam"bentak gisel .
sedangkan ayra perlahan lahan menutup mata nya ,Dan alona tersenyum menang melihat Ayra .
"Pah ayoo kita bawa ayra kerumah sakit "Gisel menatap ayah nya .
tanpa menjawab pak paisal dan gilang membawa ayra kemobil dan melaju kearah rumah sakit .
Nextttt .
(Aku sampek nangis nulis nya ππ)
jangan lupa like ,koment ,dan vote tinggal kan hadiah ya ππ
__ADS_1
Terimakasih Bestieβ€οΈβ€οΈβ€οΈ