
Setelah sepergi nya ayra ,gio memeluk keberadaan istri nya .
karna merassa kan istri nya tidak ada disamping nya Gio memandang keseluruh sudut ruangan tapi tidak menemukan istri nya .
gio menyibak selimut nya dan turun kelantai bawah .
"Mah apa mamah melihat Ayra "tanya Gio sambil mengambil air putih .
"Ayra sedang berjalan pagi ditaman,Apa kau butuh sesuatu "bu andin tersenyum
"Gak mah ,Gio akan menyusul Ayra "Meletak kan gelas dimeja .
"Pergi lah nak ,mamah juga hawatir "Gio pergi keatas mengganti pakayan nya ,setelah itu turun keluar mencari keberadaan istri nya .
setelah tiba ditaman ,mata Gio tertuju pada wanita yang sedang duduk disebuah korsi taman ,dan berjalan kearah istri nya.
"Sayang"Gio duduk disamping istri nya .
Ayra menoleh kearah sumber suara .
"Kau sedang memikir kan apa ,hem "menatap istri nya penuh sayang .
Ayra hanya menggeleng dan menunduk kan wajah nya.
"Ada apa ,hem"gio mengangkat wajah Ayra agar menatap nya ..
"Aku hanya merassa bersalah kak ,Maaf ya Ayra udah Gak dengerin omongan kakak"Ayra bicara dengan mata berkaca-kaca .
"Sudah lah Sayang ,jangan dibahas lagi ya "menarik Ayra kedalam pelukan nya .
setelah itu ayra menyandar kan kepala nya dibahu Gio.
__ADS_1
Ayra memejam kan mata nya ,merassa nyaman Berada dipelukan suami nya .
karna matahari mulai tinggi ,gio mengajak istri nya pulang .
Sesampai nya dirumah ayra membersih kan diri lalu turun kebawah .
"Ayra kesini "panggil Gisel menepuk sisi kosong disebelah nya .
Ayra hanya tersenyum dan berjalan duduk disebelah Gisel .
Mereka berbicara dengan penuh canda tawa ,tapi berbeda dengan Ayra yang hanya Duduk diam memperhatikan keluarga nya ,sesekali Ayra hanya ikut tertawa .
Gio yang baru turun memperhati kan istri nya .
Tidak seperti biasa nya 'batin Gio melangkah menghampiri istri nya
"Kau kenapa "bisik Gio dan tersenyum .
Ayra hanya tersenyum menanggapi suami nya .
Gio mengelus perut Ayra ,merangkul istri nya ,Gio terlalu asik bicara dengan keluarga nya ,tidak menyadari istri nya tertidur lelap dibahu nya ,rupa nya Elus'an suami nya membuat nya nyaman.
mereka semua tersenyum melihat Ayra tidur dengan pulas nya .
π¦π¦π¦π¦π¦
Ke esokkan pagi nya . . .
Ayra bangun jam 05,00 Ayra merassa perut nya mual .
__ADS_1
"Uwekkkk,Uwekkkk"Ayra berlari kekamar mandi .
Gio terbangun dan menyusul Ayra ,memijit tengkuk istri nya ,setelah isi perut nya keluar ,Ayra hilang keseimbangan ,hampir terjatuh dilantai ,untung Gio sigap dibelakang Ayra .
"Istirahat lah sayang aku turun sebentar ,buat teh hangat "Gio mengecup kening istri nya lalu berlalu turun .
Ketika Gio sedang sibuk membuat kan istri nya teh hangat ,Bu andin turun keDapur ..
"Gi ,apa kau butuh sesuatu"Bu andin menghampiri Gio .
"Tidak mah ,gio cuma buat kan Teh untuk Ayra ,Biasa lah mah kalau Pagi Ayra Mual ,Kadang Gio gak tega mah liat nya "Gio masih fokus membuat Teh .
"Bagus lah Gi ,kau harus jadi suami yang Siaga untuk Ayra ,dikeadaan seperti ini Ayra sangat membutuh kan mu ,Nanti jika waktu Ngidam nya Udah lewat ,Semua akan Berjalan normal"bu andin tersenyum ,mengusap pundak anak nya .
"Iyaa mah ,Gio keatas ya ,Kasian ayra nungguin Gio "Gio berlalu keatas meninggal kan Bu andin tersenyum menatap punggung putra nya .
Sesampai nya Diatas ,Gio masuk ke kamar ,melihat Ayra memegang ponsel Gio ditelinga Ayra ,mendengar kan Seseorang Bicara menelpon suami nya .
Ayra membalik badan ,masih mendengar kan seseorang bicara ,Tatapan nya tajam ,wajah nya Pucat .
"Sayang"Gio memanggil istri nya .
Ayra masih menatap tajam ,tiba-tiba .
"cetuarrrrrrrrrr"Ayra membanting Hp Gio dengan keras nya .
nexttttt.
jangan lupa like,komen ,favorite,vote dan tinggal kan hadiahh ππππ
terimakasih bestieeβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1