Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
Reza sadar


__ADS_3

disisi lain ,disebuah ruangan VIV perlahan-lahan Reza mengerak kan jari tangan nya ,lalu mengerjap kan mata nya perlahan -lahan .


Melihat keseluruh sisi ruangan ,Pandangan nya berhenti disekertaris nya yang sedang tidur disopa disamping tempat tidur nya .


"Sekertaris An "panggil Reza lirih .


"tuan muda "An seklilas mendengar suara tuan nya .


"Tuan sudah sadar ,,sukur lahh tuhann tunggu sebentar tuan saya akan panggil kan dokter "an memencet tombol darurat .


Tidak lama dari itu bara dan beberapa suster datang ,


"Permisi tuan,apa ada perkembangan "bara membuka pintu ruangan .


"Iyaa dok ,tuan ku sudah siuman"Jelas an .


"Sukur lah tuan ,biar saya priksa dulu"dikter bara menuju sisi samping tempat tidur reza..

__ADS_1


"Silah kan dok"An menggeser tubuh nya ,Memberi jalan kepada dokter bara.


Setelah bara memeriksa Reza ia tersenyum Lebar melihat Reza lalu mengalih kan pandangan kepada sekertaris An .


"Keadaan Tuan reza Sudah membaik tuan ,Tuan reza sudah melewati masa kritis nya ,Kita tinggal menunggu proses pemulihan nya ,Setelah keadaan membaik baru tuan akan diizin kan pulang ,tapi itu pun harus masih dalam pantauan kami"jelas bara tersenyum .


"Baik lah Dok terimakasih"An tersenyum .


lalu dokter bara melangkah keluar


10 hari sudah Ayra tidak membuka mata nya ,Keluarga nya dan suami nya masih menunggu Ayra membuka mata nya tapi yang ditunggu-tunggu tidak juga membuka mata nya ..


Gio sedikit pun tidak pernah meninggal kan Istri nya sekali pun dia pergi hanya untuk sholat dan melihat perkembangan putra nya yang semakin membaik dan sehat ,berat badan nya pun sudah mulai Bertambah ..


Hari ini Bu nisa menemani putri nya didalam ruangan ,Bu nisa tidak henti-henti nya menjatuh kan air mata dengan deras nya ,Betapa tidak putri nya yg dulu terlihat ceria ,Periang dan penuh ambisi kini terlihat kurus ,pucat dan tidur tidak berdaya ,Hati nya sakit ,perasaan nya sesak melihat Ayra yang tidak mau membuka mata nya .


"Ayra "Bu nisa mengelus pucuk kepala putri nya .

__ADS_1


"Bangun sayang ,apa kau tidak mau menemui ibu ,Lihat lah ibu dan kak anggi berhari-hari datang menemui mu ,tapi tidak sedikit pun Ayra menyapa ibu "air mata bu nisa mengalir dengan deras nya .


"Bangun nak ,Ibu tidak bisa melihat ayra yang seperti ini ,Anak ibu kuat ,Ayra pasti bisa ,Apa ayra tidak ingin menyapa kakak mu ,Dan lihat lah bayi mu nak ,Ia menangis ingin engkau melihat nya ,Ibu mohon nak buka mata ayra ,panggil ibu nak ,ibu sangat rindu ayra yang memanggil ibu dengan suara manja mu nak"Bu nisa menggenggam tangan putri nya dan bicara lirih .


"Ibu tau nak ayra pasti mendengar ibu ,Buka mata muu sayangg ibu mohon "perassan bu nisa seperti ditusuk pedang tajam melihat Ayra lemah tidak berdaya .


"Sudah Bu ,Ayoo kita keluar biar kan ayra beristirahat ,Ibu juga harus beristirahat agar Ayra nanti ,Ayra tidak melihat ibu yang seperti ini "Anggi membujuk ibu nya ,ia tidak ingin ibu nya ikutan sakit .


Setelah dibujuk lama akhir nya bu nisa mau meninggal kan putr bungsu nya ,Bagai mana bu nisa tidak sedih melihat ayra yang seperti ini ,sedari kecil ayra terbiasa memendam segala amarah ,dan kesedihan nya ,Ayra terbiasa dengan kekurangan,kesendirian.


Tumbuh tanpa belaian dan pantauan orang tua ,Bu nisa bukan tidak ingin seperti orang tua selayak nya ,,tapi keadaan memaksa Bu nisa agar terus bekerja karna harus membesar kan anak-anak nya sendiri ,dia tidak ingin anak nya mengeluh mengingin kan sesuatu ,setidak nya dia bisa mengabul kan keinginana putri-putri nya walau harus menabung dahulu .


nexttt.


"jangan lupa tinggal kan like ,komen ,vote dan hadiah nya ya temen-temen *


dukungan kalian sangat berarti untuk aku🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2