Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
massa lalu gio 56


__ADS_3

"ada apa"pertanyaan ayra membuat gio sadar dari apa yang ia pikirkan .


mereka terus berjalan diatas altar ,diperhatikan oleh para undangan yang sudah hadir ,ada yang terkagum-kagum ,dan ada yang juga menatap tidak suka dengan ayra.


"cantik sekali menantu mamah"puji bu andin .


"terimakasih mah"ayra memeluk mertua nya .


ayra sangat bahagia ,dikelilingi orang-orang yang sangat mencintai nya .


jam terus berputar ayra sudah lelah karna dari baju ke baju pengantin yang ia gunakan cukup berat ditambah ramai nya tamu yang datang membuat ayra benar-benar lelah .


saat ini adalah waktu nya untuk pesta dansa untuk mereka berdua mereka berdansa dengan penuh cinta mengabaikan tatapan benci yang memperhatikan ayra dari tadi .



visual gio dan ayra saat diminta untuk dansa dan ciuman pertama mereka .


semua tamu undangan bersorak ria melihat gio yang hampir lepas kendali .


"maaf sayang "ucap gio karna dia tau istri nya sangat malu dilihat dari pipi nya yang merona .


"lihat saja aku akan merebut apa yang seharus nya menjadi milik ku"seorang wanita menatap dengan penuh kemarahan.


tinggal 2 baju lagi yang harus ayra pakai ,jujur ayra sudah sangat lelah ,tulang-tulang nya seakan ingin patah .


"apa kau lelah "tanya gio


ayra hanya menjawab dengan anggukan kepala .


"istirahat lah ,aku akan menyampaikan kepada mamah"perintah gio .


"tidak kak ,aku tidak akan mengecewakan mamah dan kak gisel ,yang telah menyiap kan ini semua untuk ku"jawab ayra .

__ADS_1


"apa kau yakin "menatap istri nya diruang ganti .



"iyaa "jawab ayra dengan senyuman nya .


"jika lelah katakan pada ku ,mamah pasti akan mengerti "ucap gio .


"iya kak"lalu mereka kembali turun menyapa para tamu undangan .


"gio"panggil seorang gadis .


"selamat yaa"sambung nya .


memeluk gio tanpa ijin didepan ayra .


"terimakasih"jawab gio ,


lalu gadis itu pergi tanpa menyapa atau mengatakan sesuatu pada ayra .


keluarga pradipta sudah kembali ke kediaman pradipta ,sedangkan gio dan ayra memutuskan untuk menginap karna gio yang melihat ayra sangat kelelahan .


"sayang "gio melihat ayra berdiri diatas balkon .


"kenapa disini "tanya gio .


"angin nya sangat dingin ,ayoo masuk"ajak gio .


tapi ayra masih penasan dengan wanita yang menatap nya dengan mengibarkan bendera perang .


"ada apa hem"tanya gio dengan lembut .


ayra hanya menggelengkan kepala pelan .

__ADS_1


"apa kau sedang memikirkan sesuatu"tanya gio .


"tidak"jawab ayra dengan tersenyum .


"kau sangat cantik "ucap gio sepenuh hati


"terimakasih sudah mau mendampingi aku seumur hidup ku"gio menatap ayra dengan perlahan mendekat .



ayra memejam kan mata nya merasakan hembusan napas suami nya yang semakin dekat .


"cup"gio mencium bibir istri nya .


"ayo tidur kau pasti sangat lelah"ajak gio .


dan dibalas anggukan oleh ayra .


keesokan hari nya mereka kembali kekediaman pradipta ,


"nak "bu andin memanggil anak dan menantu nya.


"kemari lah"menepuk sisi sopa kosong disamping nya .


"mamah sudah mendapat kan cucu dari gilang dan gisel ,sekarang mamah ingin secepat nya mendapat kabar baik dari kalian berdua ,dan karna itu ini hadiah dari papah dan mamah"bu andin memberikan paket bulan madu VIV ke paris .


"tapi mah ayra tidak mengharap kan ini ,berada dan dikelilingi orang baik seperti kalian sudah lebih dari hadiah apapun "jawab ayra .


semua yang mendengar itu tersenyum mereka bahagia gio tidak salah pilih memilih istri .


"tidak papa sayang anggap lah ini bonus dari tuhan ,kau mengertikan maksud mamah"bu andin tersenyum .


namun dijawab ayra dengan anggukan ,lalu memeluk ibu mertua nya .

__ADS_1


"papah bangga dengan pilihan mu nak"pak paisal menepuk pundak anak nya pelan .


nexttt


__ADS_2