
beberapa saat kemudian ayra siuman ,setelah dokter mengatakan ayra baik-baik saja ,mereka bergegas membawa ayra ke kediaman pradipta .
Ayra sama sekali tidak mau dekat dengan Gio ,bahkan untuk memegang tangan ayra ,ayra selalu menolak nya .
karna saat dimobil Gio memaksa untuk duduk disamping Ayra ,ayra malah menangis ,akhir nya gio mengalah duduk disamping kemudi .
setelah sampai dihalaman keluarga pradipta ,mereka turun dan para pelayan sudah berjajar menyambut kedatangan Ayra dan Gio .
"Selamat datang nyonya dan tuan muda "ucap para pelayan .
"Terimakasih"jawab Gio ,sedangkan Ayra hanya tersenyum ramah .
sampai nya diruang tamu ternyata seluruh anggota keluarga sedang berkumpul menunggu kedatangan ayra ,belum lagi tadi bu andin mengabar kan kalau ayra pingsan dijalan.
"Ayra "aneta mendekat .
"ayra gak papa"tanya aneta hawatir .
ayra hanya menggeleng dan tersenyum .
"Sukur lah kalau ayra gak papa "jawab aneta menuntun ayra duduk disopa .
"Baik lah karna Menantu bungsu sudah datang dan baik-baik saja ,bagai mana kita langsung makan aja"pak paisal tersenyum menatap ayra .
"setuju"bu andin tersenyum yang sengaja tidak memberi tau kehamilan ayra menunggu moment yang pas .
mereka semua berjalan keruang makan dan duduk dikorsi masing-masing ,ayra yang mencium bau makanan ,mulai mual ,saat Gio duduk disamping nya .
__ADS_1
"Uwekk"ayra mual ,bangun dan berjalan kearah wastapel dapur .
diikuti oleh Gio ,aneta ,pak paisal dan istri nya .
Gio tidak berani mendekat karna dia kira ayra mual karna dekat dengan nya ,aneta mendekat dan memijat punggung ayra ,setelah isi perut nya habis ayra merassa lemas untung aneta dibelakang nya sigap .
"Apa sudah lebih baik nak"tanya pak paisal .
ayra hanya mengangguk dan terlihat pucat .
"Tidak apa-apa pah ,ayra baik-baik saja"bu andin memegang lengan suami nya karna melihat suami nya hawatir .
"apa ayra sedang"ucapan pak paisal terhenti dan menatap istri nya seolah-olah sedang menanyakan melalui isarat .
Bu andin hanya tersenyum dan mengangguk .
Semua orang yang mendengar itu melihat kearah mereka yang baru keluar dari arah dapur ,seolah bertanya melalu tatapan .
Bu andin yang mengerti tatapan anak-anak nya hanya mengangguk dan tersenyum .
seketika itu suasana mena makan menjadi haru bahagia .
"Selamat ya Ayra "aneta memeluk ayra ..
"Terimakasih kak"ayra tersenyum terlihat pucat .
"sudah ,sudah kasian ayra biarkan ayra beristirahat "bu andin melarai anak nya karna melihat ayra lemas dan pucat .
__ADS_1
"Ayok nak ,mamah bantu kekamar ya "bu andin berdiri disamping ayra .
"Gak papa mah ,biar kak Gio aja ,mamah lanjutin makan ya "ayra tersenyum .
"Yakin"tanya gio menatap istri nya .
Ayra hanya mengangguk .
"baik lah ,ayo sayang "gio memegang tangan istri nya ,dan berjalan melangkah kan kaki nya tapi ayra diam tak bergerak .
"Ada apa sayang"berbalik badan karna merassa istri tidak bergerak .
"Gendong "rengek ayra dengan ekspresi wajah seperti anak kecil .
"Kau yakin "tanya Gio karna hawatir istri nya akan mual.
ayra hanya menjawab dengan mengangguk .
"Tidak akan mual"tanya Gio memastikan.
lagi-lagi ayra hanya menjawab dengan mengangguk .
Gio tersenyum dan membawa ayra kedalam pelukan nya ,semua orang menatap mereka tersenyum bahagia.
"papah kenapa"tanya gisel melihat pak paisal menetes kan air mata bahagia .
"gak papa gi ,papah bahagia melihat anak-anak papah bahagia ,semoga setelah ini tidak ada lagi kesedihan yang datang"pak paisal menghapus air mata nya lalu tersenyum .
__ADS_1
nextt