Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
H-2


__ADS_3

Seorang Pria itu berjalan Tergesa-gesa Diikuti Asisten pribadi Nya .


Pria itu menuju Ruangan dokter Bara .


"Ceklek"Pria itu menatap dokter bara yang sedang duduk membaca Laporan .


"Reza"Gumam dokter bara Pelan .


Iya pria yang terus mencari Informasi Ayra sejak Beberapa Hari ,Pria itu Adalah Reza Mahardika NA .


Seseorang yang pernah Menjadi Massa Lalu Ayra ,Sekaligus salah satu Kehancuran Ayra ,Awal Mula nya Ayra hancur dimulai Dari Reza .


Begitu banyak waktu yang Ayra lewati bersama Reza ,Sehingga membuat Ayra butuh waktu bertahun-tahun untuk Melupakan Reza .


Setelah Ayra berhasil melupa kan massa lalu nya ,tapi lagi-lagi masalah itu datang ,Ayra dibuat jatuh untuk yang Kedua kali nya .


Ayra kembali Bangkit ,Melupa kan hal yang Membuat nya Sakit ,Tapi lagi-lagi Suami nya Membuat nya hancur sehancur-hancur nya .


Bahkan Disaat Moment Honeymoon yang seharus nya Jadi moment Terindah ,Tapi malah Sebalik nya .


"Iyaa ini aku"Reza duduk dihadapan Bara .


"tapi apa yang Membawa mu kemari"bara dengan tatapan menyelidik .


"Aku ingin informasi tentang kesehatan Ayra"Reza tothepoint .


"Tapi itu bukan Wewenang ku"jelas bara.


Reza manggut-manggut paham .


"Kalau begitu secepat nya periksa aku ,Aku ingin mendonor kan Ginjal ku untuk Ayra"Reza menatap bara .


"Apa kau yakin"bara bicara penuh penekanan.


"Iyaa ,sangat Yakin"tegas Reza .


"Baiklah kau ikut Aku waktu kita tidak banyak"bara beranjak bangun .


Setelah melalu berbagai Tes dan pemeriksaan ,Akhir nya hasil tes Reza keluar .


"Za "panggil bara .


"bagai mana"tatapan selidik Reza.


"Sukur lah semua nya sesuai Dengan apa yang kita harap kan"bara tersenyum .


Wajah Reza berbinar ,dan tersenyum penuh arti .


"Baiklah ,Segera siap kan segala nya "Jelas Reza .


bara hanya mengangguk dan tersenyum lalu pergi melangkah keruangan Ayra , untuk Memberi tau Keluarga pradipta .


❤️❤️❤️❤️❤️


Bara dan beberapa dokter ,suster datang kekamar Ayra dengan senyum diwajah mereka .

__ADS_1


"Selamat pagi tuan muda"bara sedikit membungkuk kan badan nya .


"Pagi "balas Gio datar .


"Kami punya berita baik untuk anda"Bara menyampai kan niat nya datang .


Gio mengerenyit kan dahi nya ,dengan tatapan menyelidik .


"Kabar baik".


"Iya tuan ,Kami sudah mendapat kan donor untuk nyonya ,jika tuan setuju ,kami akan mengatur jadwal Oprasi nya untuk nyonya Ayra"jelas bara .


"Benarkah ,siapa orang nya"Wajah gio berbinar .


"Maaf tuan ,Orang itu Meminta saya untuk Merahasia kan Identitas nya"dokter bara tersenyum .


"Dirahasiakan"Gio terlihat berpikir .


"iya tuan ,Apa tuan keberatan "Tanya bara menatap Gio .


"Tentu tidak ,tapi"Gio masih berpikir keras .


"Iya sudah lah ,itu Bisa diurus nanti yang penting anak dan istri saya bisa selamat "Ucap Gio .


"Baik lah tuan ,jika sudah tidak ada lagi hal yang dibicara kan ,saya akan mrngatur jadwal nya secepat nya"Bara meninggal kan ruangan itu kini tinggal ayra dan suami nya ,Gio menelpon Keluarga nya untuk memberi tau tentang Kabar baik yang baru ia dengar .


❤️❤️❤️❤️


Besok pagi nyaa.


Semua Orang sedang Sibuk menyiap kan Oprasi untuk Istri Pemilik rumah sakit pradipta .


Tiba-tiba Ayra mengerjap kan mata nya perlahan .


"Ayra"Gio dengan wajah berbinar .


Ayra hanya Tersenyum .


"Sayang ,kau sudah bangun Aku sangat merindukan mu Ay"Gio mencium tangan istri nya .


Mereka semua bahagia melihat ayra sudah membuka mata nya ,Dengan haru bahagia mereka mengelilingi ranjang tidur ayra .


Tidak lama dari itu suster dan beberapa dokter datang ,untuk menjemput Ayra keruangan Oprasi .


"Permisi tuan ,semua nya sudah siap"jelas Dokter muda wanita berparas cantik .


"Ayoo Gi "pak paisal menepuk pundak anak nya pelan .


Gio terus menggenggam tangan istri nya terlihat jelas raut wajah cemas diwajah nya yang tampan ,Ayra hanya menatap suami nya dengan tersenyum .


"Maaf tuan ,Selain pasien anda tidak ada yang boleh menunggu didalam tuan"jelas suster .


"Tapi ,saya ini suami nyaa"protes Gio .


"Gi ,Come on ini demi kebaikan Ayra "Gisel menenang kan adik nya .

__ADS_1


"Ayra akan baik-baik saja Gi"Bu andin ikut membujuk putra nya .


"Baik lah "Gio mencium tangan dan seluruh bagian wajah istri nya ,Dia tidak peduli disana banyak Orang .


Saat Suster mau membawa Ayra ,tiba-tiba Ayra tersenyum bahagia .


"Aku sayang ,sayang banget sama kakak"Ucap ayra lirih tapi masih terdengar semua orang Mereka semua menetes kan air mata mendengar itu ,Bagai mana tidak mengingat Beberapa Terahir banyak sekali Kesulitan yang dilalui Ayra sendiri ,Hati nya sakit ,Jiwa nya hancur ,tapi dia berusaha untuk baik-baik saja.


Ayra sangat pandai memendam semua Hal yang dia rassa .


sampai didalam Reza meminta izin untuk berbicara dengan Ayra .


"Bara ijinin gw ngomong sebentar sama ayra "reza dengan tatapan memohon .


"Baik lah bro ,tapi gw harap jngan sampai ayra stres yaa"jelas bara .


Reza perlahan-lahan mendekati Ayra ,Ayra menatap dari kejauhan .


"Kak reza "Gumam ayra tapi tetap tenang .


Reza tersenyum mengusap kepala ayra penuh Dengan rassa sayang yang tulus .


Ayra masih tenang karna dia mengira hanya akan Oprasi SC ,padahal ia oprasi karna Ada dua sebab yaitu menyelamat kan anak dan Diri nya dari kerusakan Ginjal .


"Kak reza ,jangan seperti Ini aku sekarang Adalah istri seseorang"Ayra melihat kesekitar ruangan yang dingin sekali dan sangat tertutup .


"Aku mengerti Ay ,Jangan Hawatir ya Suami Mu yang Mengijin kan"Reza terpaksa Bohong karna tidak ingin ayra terbebani dengan Kehadiran diri nya .


"Sungguh"Ayra menatap penuh selidik .


Reza hanya tersenyum lalu mengangguk .


"Maaf kan aku ,Baru datang Menjenguk mu"Reza menahan air mata .


Ayra hanya tersenyum dan mengangguk entah kenpa Ayra merassa sangat damai sejak ia membuka mata nya ,Perassaan nya sangat tenang .


"Apa kau takut"Reza sekuat tenaga menahan air mata ,tapi akhir nya mengalir dengan sendiri nya .


Ayra menggeleng kan kepala nya pelan lalu tersenyum ,Menggerak kan tangan nya untuk menghapus air mata Reza .


"Jangan menangis kak ,,Apa kau tidak malu dilihat Calon Beby ku "Ucap Ayra meledek Reza ,Entah kenpa perassaan Benci nya yang dulu pernah ada menghilang ,Seolah ayra baik-baik saja ,Bahkan dia tidak merassa terbebani mengingat kejadian sebelum Ayra pingsan dan masuk rumah sakit .


Perasaan nya sangat-sangat tenang ,Hati nya begitu merassa lebih baik dari sebelum ia Pingsan ,Yang Ayra rassa hanya iklas .


"Maaf Semua kesalahan ku Ayra,Aku bahagia melihat mu bahagia dan sekarang ,Kau harus kuat demi Anak mu "Reza menggenggam tangan ayra dengan perassaan takut ayra akan marah ,Tapi ternyata dia salah ayra malah tersenyum ,Dan terlihat sangat cantik .


Tiba-tiba bara datang dengan beberapa dokter dan suster .


"Apa sudah bisa dimulai sekarang tuan"tanya bara bersikap formal.


Reza hanya mengangguk ,dan mempersilah kan Bara menyuntik kan Obat bius untuk Ayra ,Setelah dirassa ayra hilang kesadaran ,Baru Reza tidur disebelah Ayra .


"Apa boleh aku menggenggam tangan Ayra ?"tanya reza datar .


Para dokter saling menatap ,lalu bara mengangguk setuju .

__ADS_1


Akhir nya lampu ruang Oprasi dinyalakan ,


Nexttt


__ADS_2