
setelah sampai Dicafe yang dimaksud Bara ,Gio masuk tergesa-gesa .
"Gi"dokter bara melambaikan tangan .
"Bara "Gio duduk dihadapan nya .
"Mana orang nya Bar"tanya Gio menatap sekitar nya .
"Sebentar lagi Gi dia akan datang "Bara tersenyum .
"Nah itu dia "Bara yang menunjuk seorang Wanita berjalan mendekat .
"Alona "ucap Gio pelan .
"Hayy honey "Alona duduk dihadapan Gio dan tersenyum .
"Jadi,jadi maksut lo"Gio menatap bara ,seolah bara mengerti ,bara mengangguk kan kepala nya .
"Seperti nya kau sedikit terkejut sayang "Ucap alona dengan perut Besar nya ..
"To the poin saja apa mau mu"Gio menatap alona tajam .
"Wahh sayang ,aku suka cara mu "alona menyeringai.
"Apa kau meminta seluruh saham dan harta ku ,baik lah aku setuju kalau Begitu "ucap bara tanpa menatap alona .
__ADS_1
"Noo sayang ,kauu terlalu cepat mengambil keputusan "Alona tersenyum nakal .
"Mari bernegosiasi lalu baru putus kan "Alona berusa meraih tangan Gio tapi ditepis oleh Gio .
"Kata kan apa mau mu"tegas Gio .
"Baiklah sayang ,aku akan langsung kepembicaraan ,aku akan memberi satu ginjal ku pada Ayra tapi dengan syarat kau harus menjadi ayah dari anak ku ,menikahi ku ,membuat ku menjadi wanita satu-satu nya "tersenyum menyeringai .
"Apa kau sudah Gila ,hah ,bahkan Ayra mungkin tidak sudi menerima satu Ginjal mu,kau tidak bisa menjauh kan aku dan anak-anak ku "teriak Gio membuat semua orang menatap Kearah mereka.
"Terserah pada mu honey ,pilihan ada ditangan mu ,Bulan depan aku akan melahir kan jadi jika kau bersedia bersiap lah untuk meninggal kan Istri mu "beranjak pergi dan bangun.
"Arghkkkkk"teriak Gio prustasi .
"Ceklek"Gio masuk keruangan .
"hiks,hiks,hiks"suara tangisan Ayra .
"Ada apa sayang ,apa ada yang sakit tunggu disini aku akan panggil kan dokter"Gio panik memencet bel darurat ..
Bara dan perawat berlari masuk keruangan Ayra ,memeriksa Ayra dan memberi kan suntik penenang untuk Ayra .
"Sabar Gi ,kita pasti akan menemukan jalan Keluar "Gio menepuk bahu gio pelan .
"Apa aku harus meninggal kan istri dan anak ku ,demi kebahagian mereka "Gio berbicara lirih menetes kan air mata .
__ADS_1
semakin hari Ayra semakin merengek ingin pulang ,ia sudah sangat lelah dirumah sakit ,dengan alasan demi kebaikan calon anak nya .
Gio semakin bingung harus beralasanApa lagi .
belum lagi Ayra yang merassa kan sakit perut nya karna bayi nya yang semakin membesar .
Membuat nya semakin bingun dan prustasi .
"Gio kita harus secepat nya mencari donor ginjal untuk Ayra "mereka menatap ayra terlelap tidur karna pengaruh obat.
"Baik lah bar ,aku akan terima tawaran alona"Gio menetes kan air mata
"Gi apa kau sudah ilhilang akal ,apa kau sadar itu akan menyakiti Ayra dan anak mu "jelas Bara .
"Tidak ada pilihan lain Bar ,aku harap setelah ini kebahagian seutuh nya milik Ayra "Gio berlalu pergi entah kemana .
Sejak sore itu ,Gio tak pernah lagi datang Menemui Ayra dirumah sakit ,mertua ayra pun terkadang bingung harus menjawab Apa ,karna anak nya berubah tanpa alasan yang jelas .
Ayra terus menanya kan keberadaan suami nya.
"Mah apa kak gio blm pulang dari liar kota"Ayra menatap sedih kedua mertua nya .
"Belum sayang ,secepat nya ia pasti akan pulang "Bu andin tersenyum .
nexttt
__ADS_1