Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
kencan yang gagal .


__ADS_3

Setelah menempuh Perjalanan Secepat Kilat ,akhir nya Gio sampai dihalamana Rumah nya ,Turun dari mobil Tergesa-gesa ,Para pelayan Melongok kaget melihat Tuan Muda nya lari dari arah mobil kepintu Utama .


Sesampai nya Dipintu Utama langkah Nya terhenti ,Melihat Ayra dengan raut wajah kecewa ,rambut terurai tak serapih tadi .



Ayra memanyun kan wajah nya .


Setelah ia melihat kearah pintu Ada suami nya yang Sedang Menatap nya Iba .


"Selamat malam kak "Ayra masih bisa tersenyum ,beranjak bangun dan melangkah menaiki tangga .


"Sayang deng-"berusaha menahan tangan Ayra ..


"Mandi lah ,aku akan meyiap kan Baju "Ayra masih tersenyum manis,Memotong ucapan Gio , Diikuti gio Dibelakang nya .


"Say-"Ucapan gio terpotong.


"Setelah bersiap ,Lalu turun Aku akan siap kan makan "Ayra tersenyum lalu turun kebawah .


Setengah jam kemudian ,Makan malam sudah tersusun Rapih dimeja makan ,Ayra meminta pelayan memanggil Anggota keluarga nya ,setelah semua berkumpul ,Semua anggota keluarga menatap Iba kepada Ayra .


"Nak Apa Gio sudah pulang "Tanya pak Paisal .

__ADS_1


"Sudah pah "Ayra masih tersenyum manis menutupi rassa kecewa nya .


"Apa dia tidak ikut makan "tanya pak paisal lagi berusaha mencair kan Suasana .


"Mungkin seb-"ucapan ayra terhenti melihat suami nya menuruni Anak tangga dengan Rapih .


Ayra masih tersenyum dengan manis nya .


Melihat suami nya duduk sudah duduk dikorsi nya ,Ayra mendekat .


"Mau lauk apa"tanya Ayra menatap datar suami nya .


"Apa saja "Jawab Gio masih melihat raut kecewa diWajah istri nya .


Ayra duduk disebelah Gio ,dengan tatapan fokus kemakanan nya .


sedangkan Suami nya makan ,sambil menatap Istri nya dengan rassa bersalah nya .


Ke dua orang tua Gio ,melotot tajam Pada Nya ,Mereka Kesal dengan sikap Gio yang tidak mementingkan perassan Istri nya .


"Mah ,pah apa Ayra Boleh keatas Duluan ,Ayra sudah sangat kekenyangan "Ayra masih tersenyum menatap Kedua mertua nya .


" Pergi lah sayang ,mamah mu Pasti mengerti Keadaan mu"pak paisal yang menjawab ,Karna Istri nya tidak sanggup berkata apa-apa lagi ,Dia sangat merassa bersalah pada Ayra ,karna putra nya lebih mementing kan pekerjaan ,Dan mengabai kan keinginan Istri nya Yang sedang hamil .

__ADS_1


Sedang kan aneta dan Yang lain nya tersenyum dengan perassaan Iba kepada wanita mengidam itu .


"Lihat gi ,Apa kau tega menatap wajah Istri mu "Pak paisal yang mulai berbicara setelah Ayra sudah tidak kelihatan .


Sedangkan Gio hanya diam dengan rassa bersalah nya .


"Apa kau tau Gi ,disaat wanita Hamil ,perassan nya akan lebih sensitif ,pasti Ayra sangat Kecewa "Bu andin terlihat bersedih .


"Maaf mah ,Gio salah"memijat pelipis nya sedikit pusing .


"Apa segitu banyak pekerjaan mu ,sampai kau tidak bisa meluang kan waktu mu sedikit saja untuk Ayra "Anete berbicara lirih .


"Apa kau merassa ,Ayra tidak pernah minta uang ,perhiasan atau barang-barang brendad ,Dia hanya minta waktu Mu Gi "Lanjut Gisel dengan wajah sedih berkaca-kaca .


"Iya kak ,aku salah ,tapi jangan Hakimi aku ,Pekerjaan ku diakhir tahun Memang selalu menumpuk "Jelas Gio ..


"Tapi setidak nya luang kan sedikit waktu mu ,Untuk ayra dia sesang Hamil anak mu "Gisel tak kalah sewot .


"Sudah ,sudah ,sebaik nya Kau susul Ayra keatas Gi "pak paisal melarai perdebatan anak-anak nya .


"Baik pah ,Gio keatas dulu pah ,mah "Gio melangkah kan kaki nya kekamar .


Sedangkan diMeja makan ,selera makan mereka Hilang ,,karna tidak tega melihat Ayra tersenyum menyembunyikan Luka nya .

__ADS_1


Nextt


__ADS_2