Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
Gio dan Ayra


__ADS_3

ayra masuk kedalam kamar tapi yidak menemukan suami nya didalam sana .


"Mungkin sedang dikamar mandi "dalam hati ayra ,lalu ayra merebahkan tubuh nya ditempat tidur .


"Ceklek"pintu kamar mandi terbuka ,Gio keluar dengan piama tidur nya .


Ayra Memejam kan mata nya seolah-olah ia sedang tertidur .


"Tidak usah pura-pura tidur atau kau aku makan sekarang juga "Gio merebah kan tubuh nya disamping ayra.


ayra hanya diam saja masih melanjut kan ekting tidur nya .


"ayra ,buka mata mu"Gio menyingkir kan selimut yang dipakai ayra .


"Kak gio ,aku mau tidur "rengek ayra karna selimut nya ditarik .


"Iya tidur saja ,siapa juga yang mengganggu mu"Gio menatap ayra dari samping .


"Kau terlihat semakin cantik sayang jika sedang marah "Gio memain kan jari nya dipipi ayra mengelus lembut dengan jari nya .


Ayra hanya diam memejam kan mata nya ,tidak menghirau kan Gio .

__ADS_1


Gio semakin mendekat kan wajah nya dengan Wajah ayra ,hembusan napas Gio semakin terasa Dekat .


ayra yang dari tadi gugup karna merassa kan napas Gio yang semakin dekat membuka mata nya melihat wajah Gio dihadapan nya tanpa jarak sedikit pun .


"Kak gio tidur lah ini sudah malam"berusaha mendorong Gio tapi percuma kekuatan Ayra bukan lah tandingan nya.


Gio menahan kedua tangan ayra ,mengecup jidat ,mata ,pipi ,hidung dan berhenti dibibir .


setelah itu Gio menggit kecil bi*bir ayra ,setelah mendapat celah Gio menerobos masuk ,karna merassa ayra kehabisan napas baru Gio melepaskan .


"Kenapa "?Gio tersenyum memain kan alis nya .


"Lepas kan aku ,Aku tidak mau dipaksa seperti ini"ayra berusaha memberontak tapi sia-sia .


Gio sengaja membuat Birahi Ayra memuncak agar nanti saat nya tiba Ayra suka rela membiar kan Gio berkelana di tubuh nya .


semakin lama hanya erangan ayra saja yang terdengar tidak ada lagi teriakan menololak ,Gio yang melihat ayra sudah menimati nya ,ia bergegas membuang piama nya kesembarangan arah ,menyusuri surgawi yang ayra punya ,Memasukan pusaka nya dengan perlahan ,karna benar-benar seperti saat pertama ,masih sempit sulit untuk ditahlukan .


terikan ayra menggema karna kesakitan .


setelah lama Gio berusaha .

__ADS_1


"Blusssshhh"masuk dengan sempurna .


keringat ayra bercucuran bersama air mata nya ,Perlahan Gio memain kan bagai Kuda yang berlari dengan cepat ,erangan demi erangan Gio terdengar diseluruh ruangan untung saja ruangan itu kedap suara ,Ayra dibuat tak berdaya oleh Gio .


Jam menunjukan pukul 06,00 .


Gio yang melihat ayra masih tidur dengan nyenyak ,Gio bangun dan pergi untuk menyegar kan diri ,lalu turun kebawah tanpa Ayra .


"Bi siap kan makanan keatas ,aku akan sarapan bersama Ayra diatas "seluruh keluarga yang dimeja makan menatap Gio curiga .


"Apa ayra sakit"bu andin dengan raut wajah hawatir.


"Iya sedikit "jawab Gio tersenyum .


"Mamah seperti tidak tau saja"cetus gilang polos ..


seluruh keluarga langsung menatap bingung Gilang .


"ada apa ? ,apa ucapan ku salah ,Ayra kan baru pulang jadi wajar kalau Gio membuat ayra sakit "gilang berbicara tanpa dosa .


sedang kan yang lain yang sudah mengerti maksut gilang berusaha menahan tawa ,sedang kan gio muka nya merah merona karna malu ulah kakak nya .

__ADS_1


Nextt


__ADS_2