Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
Ayra dan Gio bertemu 77


__ADS_3

setelah selesai dari ritual mandi nya gio pergi keruang baju ,setelah itu keluar hanya menggunakan celana panjang berwarna hitam ,tanpa menggunakan baju ..


Ayra yang hampir tidur ,sekilas mendengar suara pegerakan seseorang ,perlahan ayra membuka mata nya .


"Aaaaaaaaaaaakkkkkk"ayra berteriak menutup mata nya, melihat Gio bertelanjang dada .


"Aaaaaaaaakkkkk"gio tak kalah kaget mendengar teriakan ayra .


"Siapa kau ,,kenapa dikamar ku"gio belum melihat wajah ayra .


"hei pakai dulu baju mu "teriak ayra dengan suara sedikit tertekan karna menutup wajah menggunakan bantal .


untung kamar itu kedap suara jadi tidak ada yang mendengar teriak kan kedua nya .


"Sudah "jawab gio yang sudah memakai kaos putih yang terlihat pas ditubuh nya .


ayra yang berdiri menyamping perlahan membuka bantal yang ia pakai untuk menutupi Wajah ayra ..



seketika itu Gio yang melihat wajah ayra dari samping ,dibuat tercengang tak percaya ,dengan apa yang dia lihat .


"Ayra "Gio bicara pelan .


ayra hanya menunduk kan kepala nya


"Ini benar kau Ayra "mendekat kearah Istri nya .


"Iyaa ini aku "jawab ayra ketus .


"Sejak kapan kau disini"tanya gio yang sudah berdiri dihadapan ayra .


"Sejak 2 hari yang lalu "jawab ayra dingin .

__ADS_1


"Apa kau sudah lama datang dan baru menemui ku "tanya Gio .


"Aku kesini menemui keluarga yang lain ,bukan menemui mu "ayra mengalihkan pandangan nya keluar jendela .


"Iya iya aku tau "Gio tersenyum senang ,bahagia perasaan nya sulit diartikan .


"Iya sudah kalau begitu aku mau turun "Ayra melangkah kan kaki nya turun .


"Tunggu dulu "Gio memeluk ayra dari belakang .


"Lepass"ayra merengek ,berusaha menyingkir kan tangan gio .


"Tidak mau "gio tersenyum dan mengerat kan pelukan nya .


"Lepass ,Gioyra pradipta aku mau turun ,atau aku akan berteriak "Ayra memberontak ,berusaha melepas kan tangan Gio .


"Berteriak lah ,kamar ini kedap suara "Gio tersenyum .


"Gioyra pradipta lepaskan aku "ayra masih berusaha melepas kan tangan Gio .


"Tidak ,aku tidak rindu sama sekali ,cepat lepas atau aku akan pergi lagi "Ancaman ayra berhasil membuat ayra melepaskan tangan nya .


ayra langsung lari kebawah dan turun tangga dengan napas ngos-ngos'an .


setelah sampai diruang keluaraga semua orang menatap Ayra heran .


"Ada apa ayra ,kau berlari seperti itu "Gisel panik ,karna Gisel tidak tau kalo Gio sudah pulang .


"Aku ,aku ,aku"ayra bicara terbata-bata karna napas nya tidak teratur .


"ini minum dulu ,kau seperti habis melihat hantu"anete bangun untuk memberi ayra minum .


ayra langsung minum sampai habis tanpa tersisa sedikit pun .

__ADS_1


"mamah"Ayra melihat kearah Bu andin .


"Ada apa sayang "bu andin tersenyum begitu pun pak paisal,karna mereka tau sebab menantu nya berlari .


"aku ingin pindah ka-"ucapan ayra terpotong .


"Ayra cuma ingin bilang mah kalo kami secepat nya akan tinggal dirumah yang gio sudah siap kan "Gio datang dan berdiri disamping ayra .


"Astagaa"ayra menepuk pelan kening nya dengan tangan.


semua orang disitu langsung memandang satu sama lain ,Gisel dan aneta saling tersenyum mereka baru mengerti apa yang ayra hindari sehingga ia berlari dari atas .


"bukan begitu kan sayang "Gio menarik pinggang ayra kepelukan nya .


"Wah ,mamah senang sekali melihat anak dan menantu mamah seperti ini ,mamah akan mendukung apa pun keputusan kalian "Bu andin tersenyum begitu pun pak paisal ,mereka berdua sengaja ingin membantu Gio memperbaiki hubungan nya dengan ayra .


"tapi ma-"lagi-lagi ucapan ayra dipotong oleh Gio .


"Tapi mah Ayra ingin segera pindah kerumah baru karna kami ingin menghabis kan banyak waktu berdua,bukan begitu sayang"ucap gio melirik ayra dan menaik turun kan alis nya .


Gisel dan aneta menahan tawa karna melihat ekspresi ayra .


"hah ,iya iya "ayra tercengan dangan senyum dipaksa-paksa .


semua orang diruangan itu menahan tawa nya karna melihat ekspresi ayra yang terlihat menggemas kan .


"iya udah kalau begitu ,kita keatas dulu ya "Gio masih mengerat kan pinggang ayra dipelukan nya ,dan menuntun ayra keatas ke arah kamar setelah mereka berdua hilang dibalik tangga ,tawa seluruh anggota keluarga langsung pecah .


"Ada apa "Gio yang tiba-tiba memuncul kan kepala nya dari atas lantai dua .


"Tidak apa-apa "pak paisal pura-pura sedang menonton ,bu andine langsung berdiri dibelakang pak paisal seakan-akan sedang memijit ,sedangkan aneta dan gisel seperti orang kebingungan .


"baik lah "gio mengangkat kedua bahu nya .

__ADS_1


nextttt


__ADS_2