
Hari ke12 ayra masih nyaman dialam mimpi nya .
sementara Dokter sudah menyata kan menyerah ,karna Gio yang selalu marah-marah melihat istri nya tidak membuka mata .
Jam menunjukan pukul 04,05 Gio beranjak bangun Bersiap untuk solat tapi tiba-tiba .
"Tuttttttttttttt"Suara alat pendeteksi jantung berbunyi dengan nyaring nya .
"Sayang ,bertahan lah kau akan baik-baik saja "Gio mengurung kan niat nya ,dengan perassaan bercampur aduk ,Gio menekan bel darurat .
"Sittttt,Lama sekali mereka ini "Umpat Gio kesal ,memencet bel dengan terus menerus .
"Ceklek "bara dan beberapa dokter masuk dengan deru napas yang terengah-engah .
"Bara cepat periksa ayra dan pastikan ia akan baik-baik saja"tegas gio dengan raut wajah panik .
"Baik tuan ,kami akan lakukan yang terbaik ,Tuan muda silahkan menunggu diluar"Perintah salah satu dokter .
"Berani nya kau mengusir ku dari sisi istri ku "Gio mengangkat tangan nya ke udara ingin memberi pukulan kepada dokter itu .
"Stoop Gi ini bukan saat nya ,Aku mohon semakin cepat maka lebih bagus ,kami akan berusaha sebisa kami"bara menahan tangan Sahabat nya .
"Baiklah "Gip keluar dengan menahan emosi nya ,menyampingkan egois nya demi keselamatan Ayra .
Didalam ruangan para dokter sedang berjuang Menyelamat kan Ayra .
"Tambah lagi volt nya "perintah bara .
"Baik lah dok ,1,2,3"Menekan alat kejut tepat didada ayra .
"1,2,3"mereka melakukan nya berkali-kali .
__ADS_1
"tuttttttttttt"Monitor menunjuk kan garis lurus .
"Dok,Nyonya ayra sudah tidak ada "ucap salah satu dokter .
Bara hanya menunduk pasrah ,apa yang akan dia kata kan kepada Gio dan juga Reza dia tidak sanggup menatap wajah mereka.
"Baiklah lepas semua alat nya ,Biar saya yang menyampai kan kepada Tuan muda "Bara melangkah keluar dengan raut wajah sedih ,sekali gus keringat bercucuran diruang ber AC .
"Ceklek"bara menatap satu persatu keluarga pradipta yang sudah berkumpul ,Termasuk bu nisa dan kakak Ayra ..
"Bara bagai mana kondisi Ayra"Gio mendekati bara dengan raut muka cemas
"Maaf kan aku Gi ,Aku gagal menyelamat kan Ayra"tubuh bara lemas ,pasrah ,dia merassa gagal memenuhi janji nya kepada kedua sahabat nya .
"Lo jangan becanda Bar "Gio menarik kerah jas kedokteran bara.
"Maafin gw gi ,Tapi Ayra udah gak ada "bara menunduk kan wajah nya tidak sanggup menatap wajah Gio .
"Henti kan Gio ini bukan salah bara ,ini semua takdir tuha nak ,kuat kan diri mu"pak paisal menahan tubuh putra nya .
Suara tangisan diruangan itu pecah ,Bahkan bu nisa kehilangan kesadaran ,diluar sana hujan pun ikut turun ,Seakan tau apa yang keluarga pradipta rassa kan .
"Ayraaaaaaaa"Histeris gio tubuh nya lemas jatuh duduk dilantai .
"Sabar Gi ,kau harus kuat untuk anak mu"bara memeluk tubuh sahabat nya yang terlihat rapuh .
"Tuhan gak adil bar ,Tuhan gak adil "Gio memukul lantai dengan keras nya .
"Lo kuat gi ,Gw yakin lo bisaa demi anak loo"bara memegang kedua bahu gio memebantu gio bangkit .
Sementara Reza diruangan nya sedang menunggu asisten nya yang reza suruh. melihat keadaan Ayra .
__ADS_1
"Ceklek"Asisten Anbmasuk ,dengan keringat dingin didahi nya ,raut wajah yang pucat seperti tidak ada darah .
"An ,bagai mana kondisi Ayra"Reza menatap asisten nya dengan menyelidik .
"Emmm,Anu tuan"Asisten An terbata-bata.
"Bicara yang jelas An jika kau masih ingin bekerja dengan ku"tegas Reza sedikit berteriakk .
"Nyonya Ayra ,,emmm"An masih bicara terbata-bata .
"Annn ,Bicara yang jelas atau kau akan kehilangan nyawa mu"teriak reza dengan sorot mata yang tajam .
"nyonya Ayra me-me-meninggal tuan muda"dengan susah payah sekertaris An berbicara .
prankkkkk,Reza melempar pas bunga .
"Kau tau apa yang baru kau ucap kan An ,jangan berani-berani becanda berlebihan"mata reza memerah .
"su-sungguh tuan ,saya dengar sendiri dari mulut dokter bara ,sekarang seluruh anggota keluarga pradipta sedang berkumpul didepan Kamar nyonya Ayra "Jelas An ,sambil mengelap keringat yang bercucur derass .
"Ayraaaaaaaaaa"teriak reza menggema diseluruh ruangan .
"brugh"reza berusaha turun tapi terjatuh akibat menahan sakit dibekas oprasi nya .
"Hati-hati tuan ,mari saya bantu"sekertaris an membantu Reza naik kekorsi roda dan mendorong menuju ruangan Ayra .
"Lebih cepat an atau nyawa mu menjadi ganti nya"Reza melihat kearah depan dengan mata yang memerah ,Mengepal kan tangan kuat-kuat .
setelah sampai didepan ruangan Ayra tubuh reza melemas melihat anggota keluarga pradipta menangis saling menguat kan satu sama lain sedang kan Gio sampai tidak sadar kan diri .
reza bangun dari korsi nya ,seakan tidak merassa sakit dibagian luka nya ,berjalan tertatih-tatih menuju pintu .
__ADS_1
Nexttttt