Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
H-8


__ADS_3

Setiba nya Ayra dirumah sakit dokter bara dan suster sudah menunggu kedatangan Ayra ,Dengan sigap Mereka membawa Ayra keruangan ViV lantai atas .


"Sebaik nya kalian tunggu disini"Dokter bara membawa Ayra masuk bersama beberapa suster .


Mereka mundar mandir didepan pintu Ruangan Ayra .


tidak lama dari itu Dokter bara keluat dengan Raut Wajah yang panik .


"Kita harus secepat nya melakukan tindakan ,Keadaan Nyonya Ayra sedang tidak baik-baik saja "Dokter bara .


"Lakukan jika itu menurut mu baik"pak paisal dengan raut wajah hawatir.


"Baik lah ,permisi tuan "dokter bara melangkah pergi .


Disisi lain dua manusia sedang bertengkar hebat .


"Ayo Alona kita harus menyelamat kan Ayra dan anak ku sekarang "Gio datang menjemput alona .


"Apa sekarang ,tapi ini belum waktu nya melahir kan"protes Alona .


"Jangan banyak omong aku telah membayar mu dengan kehidupan ku ,jadi lakukan sekarang atau kau habis ditangan ku"Gio dengan tatapan membunuh ..


"Glek"Alona menelan ludah nya kasar .


"tap,tapi ,ini Belum HPL ku"Alona bicara terbata-bata .


Gio mendekat dan Menatap tajam Alona

__ADS_1


"Ta ,ta,tapi "Alona bicara terbata-bata .


"Tidak ada tapi-tapi ,kau harus ikut dengan ku "Gio menarik paksa Alona .


Setelah perdebatan diatas mobil Akhir nya Gio berhasil membawa Alona turun .


setelah itu membawa keruang pemeriksaan ,setelah menunggu 3 jam hasil pemeriksaan Alona keluar .


"Permisi Dokter saya mau mengantar hasil lab Atas nama Nyonya Alona "petugas lab memberikan kepada Gio lalu melangkah pergi .


Dengan tergesa-gesa Bara membawa surat ditangan nya .


"Gi"Dengan raut wajah Cemas .


"Apa ada kabar baik"Menatap Bara datar .


"Ada masalah Gi "Bara panik .


"Bukan Gi ,emm tapi"Ragu bara memberi tau .


"Tapi apa ,cepat kata kan jika masih sayang dengan nyawa mu"bentak Gio .


"Emm ,anu gi"bara bicara terbata


"Ada apa bara ,Nyawa istri ku sedang dipertaruh kan "Teriak Gio kesal .


"Ternyata Ginjal Alona tidak cocok dengan Ayra "Dengan gemetar Bara menyampai kan .

__ADS_1


"Bodohh ,tidak berguna ,bagai mana Bisa ,jadi siapa yang betanggung Jawab soal Ini "teriak Gio dengan dada yang naik turun .


"Aku tidak tau Gi ,tapi seperti nya Alona memalsukan Hasil Lab nya "jelas bara dengan keringat bercucur deras .


"Dasar tidak berguna "gio mengahncur kan apa yang ada didekat nya .


"Tenang lah tuan ,Jika tuan dalam kondisi seperti ini ,Kita hanya mensia-sia kan waktu "Alex menenang kan tuan nya .


"Alex,kau urus semua ini ,jangan beri ampun siapa pun yang Mempermain kan hidup ku"Tegas gio dengan tatapan membunuh .


"Siap tuan "Alex melangkah pergi .


"Sekarang apa yang harus kita lakukan"Gio bertanya tanpa menatap Bara .


"Kita harus secepat nya menemukan Ginjal yang cocok"Gugup bara .


"Cari bagai mana pun cara nya "perintah gio dan dijawab Bara dengan angguk kan .


Mereka berpencar mencari donor Ginjal untuk Ayra,Bahkan sampai keluar negri kini hanya suami dan ibu mertua nya yang menemani Ayra .


"percaya lah Gi semua akan baik-baik saja "Bu andin menguat kan putra nya .


"Ini salah Gio mah ,gio bodoh ,gio tidak berguna "Gio memukul kepala nya sendiri .


"Suuuuutt,sudah lah nak ,tidak ada guna menyesali lebih baik kita mencari jalan keluar nya "Bu andin memeluk Gio .


Aku tau nak ,tidak ada yang lebih sakit dan hancur lebih dari mu saat ini ,batin bu andin

__ADS_1


Nextttt.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2