
seorang pria masih setia menemani ayra ,penampilan nya mulai kacau.
setiap saat dia akan selalu ada disamping ayra ,dia takut ketika ayra sadar ayra tak melihat nya .
"tok,tok,tok"pintu diketok.
"masuk"jawab reza .
iya peria yang selalu menunggu kesadaran ayra adalah reza .
"selamat pagi tuan "dokter bara masuk .
"apaan sih lo ,kayak sama siapa aja"reza
"hehe ,gw gak enak bro ,lo kan ceo disini"sambung bara .
"ada perlu apa kesini"jawab reza to the point.
"mau meriksa nona muda tuan"bara kembali meledek reza ,itung-itung untuk menghibur reza .
"iya ,iya ,serah lo ajaa deh mau panggil gw apa"jawab reza ketus.
bara hanya geleng-geleng ,sambil tersenyum .
"boleh saya periksa sekarang tuan"dokter bara.
"hemm"reza hanya menjawab singkat karna kesal bara selalu bersikap pormal.
bara mulai memeriksa keadaan ayra .
"bagus ,semua nya membaik seperti yang kita inginkan ,kita tunggu sampai ayra siuman"dokter bara tersenyum.
"apa secepat nya ayra akan sadar"reza .
"dilihat dari perkembangan nya ,seharus nya iya dalam waktu dekat ayra akan kembali pulih"dokter bara .
__ADS_1
"kalau gitu ,gw permisi dlu ,lo jaga kesehatan ya bro ,jangan sampek ayra sadar gak ngenalin lo lagi"ledek dokter bara.
lalu beranjak pergi sebelum sang empunya marah.
detik demi detik ,telah berlalu .
reza selalu ada disamping ayra ,ayra yang berada di bawah pohon besar seperti melihat cahaya terang .
ayra terus berjalan mengikuti cahayaa.
jari-jari ayra bergerak.
perlan mata ayra terbuka ,ayra menyapu pandangan keseluruh ruangan .
ayra membuka oksigen dimulut nya ,ketika tangan ayra menyentuh sesuatu ,ayra melihat kearah tangan nya .
ayra melihat reza yang tidur terlelap di samping nya .
perlahan ayra mengingat kejadian sebelum ia tak sadar kan diri .
ayra mengelus perut nya ,kata-kata reza masih terngiang jelas dikepala nya .
sekilas reza mendengar ayra meringis kesakitan ,reza membuka mata nya perlahan .
"ay,kamu udh siuman"reza .
"tunggu sebentar ,aku akan memanggil dokter"reza menekan bell darurat .
tidak lama dari itu dokter bara dan suster masuk keruangan ayra .
"ceklek"dokter bara masuk ruangan ayra .
"ada yang bisa saya bantu tuan "tanya bara .
reza melirik kearah ayra ,seolah memberi isarat kepada bara.
__ADS_1
"ayra sudah sadar"sambung bara .
"periksa keadaan ayra"perintah reza .
"baik tuan"dokter bara.
"bagai mana ?"reza .
"tidak perlu ada yang dikawatir kan lagi tuan ,ayra sudah melewati massa kritis nya "dokter bara .
"baiklah tuan kalo tidak ada yang ditanyakan lagi ,saya pamit undur diri tuan"dokter bara.
"hemm "reza hanya menjawab dengan deheman .
kini hanya ayra dan reza diruangan itu ,
mereka berdua diam ,tak mengatakan sepatah kata pun.
pandangan ayra fokus kearah luar jendela,tangan kanan nya masih mengelus perut nyaa .
reza yang menyadari ayra masih mengira jika dia benar-benar hamil ,reza berniat memberi tau ayra di waktu yang tepat .
"Ay"reza menggenggam tangan ayra.
ayra menoleh kearah sumber suara .
"maaf in aku ya ay"resa memegang kedua tangan ayra .
"aku bukan lelaki yang baik untuk kamu"sambung reza .
reza mengecup kedua tangan ayra.
ayra masih diam ,dan menatap reza .
ayra enggan bicara mengingat apa yang telah reza lakukan pada nya dan juga anak yang dikandungan ayra .
__ADS_1
dia sama sekali tidak menjawab reza ,diam dengan tatapan yang sulit diarti kan .
#nextt