
3 hari sudah ayra masih nyaman dalam tidur nya .
Ayra terlihat pucat ,dan kurusan .
mereka tidak menyerah terus mencari donor untu Ayra .
Gio yang tanpak kusut dan berantakan terus menemani istri nya ,tidak sedetik pun dia akan pergi meninggal kan Ayra .
"Gi ayo makan dulu ,sedikit saja"Bu andin membujuk putra nya .
"Tidak mah ,aku akan makan bersama Ayra saat Dia sadar Nanti"Ucap Gio lirih ,karna terlalu banyak menangis .
"tapi nak ,"ucapan bu andin terpotong .
"Aku mohon bu ,jangan paksa aku"Gio melirik ibu nya .
"Okee ,baik lah"Bu andin sedih melihat keadaan rumah tangga anak dan menantu nya .
Sedang kan Alona jangan ditanya Lagi keberadaan nya .
Alona sudah didepak disebuah pulau terpencil ,yang banyak binatang buas nya dengan kondisi habis melahir kan.
Sedang kan Anak nya ditaruh dipanti Asuhan .
Begitu pun Orang lab yang memalsukan hasil tes lab Alona ,Rumah nya diambil alih ,dan dipastikan dimanapun dia tidak akan mendapat pekerjaan .
Balasan yang setimpal bukan 😑
Seorang gadis cantik ,ceria ,sopan dan juga pintar ,hati nya lembut bak kapas ,tapi sangat mudah terkoyak .
__ADS_1
Kini Terlelap tidur bagai kan mayat Tidur ,Entah apa kesalahan nya dikehidupan sebelum nya ,Seolah takdir tidak ingin Membuat nya bahagia .
Ayra selalu berusaha iklas dan melupakan tapi yang dirassa kan Ayra hanya luka ,dan akan kembali lagi terluka .
"Ayahhh"Ayra berlari mengejar ayah nya disebuah taman yang luas .
"Ayraa "sosok yang dilihat ayra merentang kan Kedua Tangan nya .
Ayra berlari memeluk Ayah nyaa .
"Ayra ingin ikut ayah"terisak menangis pilu .
"Dengar kan sayang ,kau harus menyelsai kan Tugas mu terlebih Dahulu nak "Laki-laki itu melepas kan pelukan Ayraa .
"Ta,tapi yah"Ayra melihat ayah nya semakin menjauh .
"Ingat ada kehidupan lain didalam diri mu Ayra "Peria itu semakin menjauh.
Laki-laki itu hanya tersenyum dan mengangguk .
"Ayaaaahhhh"Teriak ayra didalam Alam bawah sadar nya .
Tidak lama kemudian Dikehidupan nyata Ayra menggerak kan jari-jari nya .
"Ayahh"ucap ayra pelan tapi Sekilas gio mendengar nya .
"Ayahh"Suara ayra semakin pelan.
"Ayra ,kau sudah siuman "Wajah Gio berbinar .
__ADS_1
"Tunggu lah sayang ,Bara akan segera datang "Gio memencet tombol darurat disamping tempat tidur Ayra .
Tidak lama dari itu ,Dokter bara dan Dua suster muda masuk keruangan Ayra .
"Apa ada perkembangan "Dokter bara mendekati Ayra .
"Iya ,tadi ayra Memanggil Ayah nya "Gio antusias .
Setelah memeriksa Keadaan Ayra ,Bara menatap gio tersenyum .
"Ayra sudah melewati massa kritis nya ,kita tinggal menunggu ayra siuman dan proses pemulihan ,setelah itu baru kita putus kan tindakan selanjut nya "Dokter bara menepuk bahu Gio pelan dan meninggal kan Ruangan Ayra .
Terimakasih tuhan kau masih Memberi ku alasan untuk tetap melanjut kan hidup ' batin Gio .
"ceklek"Bu andin masuk keruangan menantu nya dirawat.
"Mah"Gio menatap ibu nya ..
"Bagai mana apa ada perkembangan "tanya bu andin .
"Iyaa mah ,bara bilang Kita hanya tinggal menunggu Ayra siuman"wajah Gio berbinar .
"Sukur lah Gi ,mamah ikut senang dengar nya"Bu andin tersenyum menatap Menantu nya .
"Sekarang bersih kan Diri mu nak ,Apa kau mau Ayra melihat Suami nya Yang tak Terawat"Bu andin membujuk putra nya .
"Tapi mah "protes Gio masih Enggan meninggal kan Ayra .
"Sudah sana ,Atau Ayra akan melihat nya "Bu andin mendorong putra nya kearah pintu Keluar .
__ADS_1
"Oke,oke baik lah ,Hubungi Gio jika terjadi sesuatu"Gio melangkah kan kaki nya pergi
Nexttt.