Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
takdir yang mempermain kan


__ADS_3

6 Bulan sudah kandungan Ayra kini perut nya sudah keliatan membesar.


Ayra sedang berjalan-jalan pagi menikamati indah nya pemandangan taman yang dipenuhi bunga-bunga yang sangat cantik.


Saat Ayra sedang sibuk dengan bunga-bunga tiba-tiba ayra merassa kan pinggang hingga perut nya sakit teramat sangat ,kepala nya pusing dan pandangan nya buram .


"Brukkkk"ayra terjatuh ketanah .


Sedangkan Dikediaman pradipta Bu andin sedang cemas dengan Menantu nya yang belu juga kelihatan mencari keseluruh rumah Belum juga kelihatan .


"Ada mah ,mamah keliatan gak tenang gitu"pak paisal menyapa istri nya yang dari tadi mondar mandir .


tidak lama aneta ,yang mengendong beby El juga menghampiri Bu andin.


"Iya mah dari tadi aneta perhatiin mamah kayak gak tenang Gitu .


"Mamah lagi cari adik mu Ayra ,dari tadi mamah tungguin belum keliatan juga ,tadi pamit nya cuma mau berjalan disekitar rumah"Bu andin dengan ekspresi wajah hawatir.


"Coba mamah liat ditaman atau dikebun Sayur mungkin disana mah"pak paisal menduduk kan tubuh nya disopa .


"Iya udah deh mamah kesana dulu"Bu andin melangkah kan kaki nya ke belakang.


"Aneta ikut mah "aneta mengikuti langkah mertua nya .

__ADS_1


Baru sampai dipintu belakang ,beberapa penjaga dan pelayan mengikuti pak Man mengendong tubuh ayra yang terlihat tak sadar kan diri .


"Nyonya ,nyonya "panggil pelayan ,membawa ayra mendekat kearah pintu dimana Bu andin dan Aneta berada .


"Ada apa ini pak ,Ayo bawa masuk menantu saya "perintah pak Man.


"Papah ,papah "Bu andin memanggil suami nya .


"Ada apa mah teriak-teriak "lari tergesa-gesa dengan eksperesi wajah hawatir .


"Ayra pah ,ayra "Bu andin bicara dengan air mata mengalir ,karna sangat hawatir .


"Ya allah ,Ayra kenapa Mah,Siapin mobil pak kita kerumah sakit sekarang"perintah pak paisal ,yang langsung mengangkat menantu nya kearah Pintu utama.


Dimobil Bu andin memeluk menantu nya dengan air mata yang terus mengalir .


"Bertan nak ,kamu pasti baik-baik aja"Bu andin mencium pucuk kepala menantu nya .


Setelah sampai diLobi utama rumah sakit dokter bara dan perawat sudah menunggu dan sigap membawa Ayra keruangan IGD .


Disisi lain Gio yang baru sampai dirumah sakit berlari mencari Keberadaan Istri nya .


"Mah ,bagai mana keadaan anak dan istri ku"Napas Gio ter engah-engah .

__ADS_1


"Tenang lah Gi ,minum dulu"Pak paisal memberi sebotol Air minum Setelah napas nya mulai teratur Bu andin mencerita kan kejadian nya ,Membuat Gio hawatir dengan anak dan istri nya .


"Ceklek "Bara kelaur dari ruangan .


"Bagai mana anak dan Istri saya Dok"tanya Gio .


"Lebih baik kita Bicara Diruangan Saya "Dokter bara dengan raut wajah yang serius .


"Bagai mana bara dengan keadaan Ayra ,apa ada hal yang dihawatir kan"Setelah diruangan Bara Gio memulai pembicaraan .


"huhhhh"membuang nafas kasar .


"Lo harus kuat Ya Gi untuk Ayra ini emang Berat tapi disaat Seperti ini Ayra sangan membutuh kan lo"Ucap bara serius .


"To the poin bara ,maksut lo"tanya Gio dengan tatapan menyelidik .


"Begini Ginjal ayra sebelah kanan mengalami kerusakan ,seperti nya kerusakan nya Cukup serius ,kami akan memeriksa lebih lanjut ,Tapi masalah nya Adalah ,Ayra sedang Hamil Gi ,ini akan sering menyiksa Ayra dengan Rassa sakit ,Kita harus memBuat Ayra kuat sampai usia janin nya 7 bulan ,dan disaat itu juga kita Harus Mendapat donor Ginjal buat Ayra ,karna kalau kerusakan nya cukup serius kita harus secepat nya ambil tindak kan "jelas Dokter bara membuat Gio terdiam tak percaya ,Air mata nya ruruh begitu saja .


"Apa tidak ada cara lain"tanya Gio dengan suara serak menahan tangis .


Bara hanya Menggeleng ,"Kita akan liat Hasil nya nanti .


Nextt

__ADS_1


"


__ADS_2