
Bu andin menghapus air mata menantu nya .
memeluk menantu nya agar ayra tenang ,setelah ayra tenang bu andin membantu ayra pergi kekamar mandi untuk bersiap ,bu andin berencana mengajak ayra jalan-jalan ke taman agar pikiran ayra jauh lebih fress .
"Sudah siap"bu andin tersenyum melihat ayra yang sudah selesai bersiap .
"Ayra gak make up dulu"tanya bu andin melihat wajah menantu nya sedikit pucat .
"Males mah ,ayra lagi gak moot ngapa-ngapain "jawab ayra gontay ,menyandar kan kepala nya dibahu mertua nya .
Bu andin yang melihat ayra seperti ini hanya tersenyum dan mengeluar kan lips teen .
"Sini mamah bantu "memakai kan ayra lips ,seperti memperlakukan anak kandung nya sendiri .
"nah ,sekarang sedikit lebih baik "bu andin menatap ayra tersenyum .
"makasih mah"Ayra menyandar kan kepala nya lagi dibahu mertua nya ..
"Ayoo mah ,kok blum jalan" ayra melihat kearah sopir karna mobil nya belum beranjak pergi .
"Tunggu sayang , Gio lagi bersiap "jawab bu andin .
tiba-tiba gio masuk dan duduk disebelah kemudi .
"Maaf ya mah ,lama"gio tersenyum melihat kebelakang .
"kak Gio ikut "Tanya ayra .
"Iyaa lah sayang kita kan mau jalan-jalan setelah itu kita akan makan bersama keluarga dirumah ,Aneta dan Gisel pasti sedang sibuk memasak sekarang "bu andin tersenyum .
Ayra hanya tersenyum lebar mendengar nama aneta dan gisel ,seolah membuat moot ayra kembali .
setelah menempuh perjalanan 30 menit kini ayra dan bu andin sedang berjalan ditaman yang cukup luas ,bu andin terus menatap Ayra dari samping .
__ADS_1
"Ayra baik-baik aja kan nak"tanya bu andin memegang tangan menantu nya .
Ayra hanya mengangguk dan tersenyum .
tiba-tiba Gio datang dan berjalan disamping Ayra ,Ayra melihat kearah suami nya .
"Uwekk ,uwekk,uwekkk"Ayra berlari kepinggir taman ,ia mual mencium aroma suami nya .
Ayra berlari diikuti Bu andin dan Gio .
"Kenapa sayang"Gio berusaha memijat Punggung istri nya tapi malah didorong ayra karna ia semakin mual didekat Gio .
Bu andin yang melihat itu langsung mendekat kearah ayra memijat tengkuk ayra ,setelah isi perut nya keluar ayra lemas dan pingsan .
"bersiap dilobi utama ,menantu ku pingsan"Bu andin menelpon seseorang .
setelah sampai dirumah sakit terlihat beberapa dokter dan perawat sudah bersiap dilobi utama .
setelah mobil berhenti Gio merebah kan tubuh ayra di bangker ,dan langsung dibawa keruang IGD .
Bu andin dan gio mundar mandir di depan ruangan ayra ,mereka sangat hawatir dengan Ayra .
"Mah "panggil Gisel yang menyusul kerumah sakit .
"Ayra gi ,tolong pastikan keadaan Ayra baik-baik saja "bu andin menangis dipelukan gisel .
"Iya mah ,gisel akan lakukan yang terbaik "gisel manatap Gio ,dan melangkah masuk melihat keadaan Ayra .
__ADS_1
"Bagai mana keadaan Ayra "tanya gisel .
"Nyonya ayra baik-baik saja,menurut pemeriksaan saya ,nyonya ayra sedang hamil"Dokter bara tersenyum .
"Apa kau yakin "tanya gisel antusias
"Iya saya sangat yakin "dokter bara tersenyum .
Gisel menutup mulut nya dengan kedua telapak tangan nya ,sangat bahagia dengan apa yang ia dengar .
Gisel dan dokter bara keluar menemui Gio dan Bu andin .
"Gi bagai mana keadaan Ayra "tanya bu andin disusul Gio bangun dari tempat duduk nya .
Gisel hanya diam menatap ibu dan adik nya .
"Kak ,kenapa diam apa Ayra baik-baik saja"tanya Gio hawatir .
"Ayra ,ayra"ucapan Gisel terhenti .
"Ayra kenapa kak"tegas Gio .
"Ayra hamil "jawab Gisel tersenyum .
seketika itu bu andin tersenyum lebar sedangkan Gio perassan nya sangat bahagia yang tidak bisa dijelas kan dengan kata-kata .
"Apa ,hamil"Gio tersenyum bahagia dan menetes kan air mata .
"Mah ,Ayra hamil mah ,Gio akan menjadi seorang ayah "Gio memeluk ibu nya ,senyum bahagia terlihat diwajah mereka.
"Apa ayra sudah siuman"tanya bu andin .
"Belum mah ,setelah Ayra sadar kita akan Membawa ayra pulang " jelas gisel .
__ADS_1
nextt