Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)

Menjelang Kehancuran (Kisah Nyata)
menjelang kehancuran 37


__ADS_3

sinar matahari masuk lewat celah jendela ,ayra menggeliat saat silau menyinari mata nyaa .


ayra mengerjap mata nyaa ,dia bangun tidak melihat siapa pun .


ia pikir reza sedang sarapan atau mandi ,tapi waktu terus berputar reza tak juga datang .


ayra kembali terbayang kejadian itu ,kejadian yang membuat nya hampir hilang akal ,ia tidak menyangka segitu benci nya pak raflan pada nya sampai berbuat nekat .


ayra. kembali menetes kan air mata .


"tuhan ,apa salah ku dimassa lalu ,kenapa tidak ada kebahagian ku yang bertahan lama"ayra bicara dalam hati .


jam terus berganti ,tapi reza tak juga datang .


"ceklek "suara pintu terbuka .


"kak"ayra mengira itu adalah reza .


bu ida tersenyum mendengar ayra mencari reza .


"apa reza sedang keluar nak"bu ida mendekati ayra.


"entah lah bu ,saat aku bangun tidak ada siapa-siapa disini "jawab ayra .


"apa dia semalam mengatakan sesuatu"tanya bu ida .


"tidak buu ,reza tidak mengatakan apa pun"ayra menunduk .


bu ida memikirkan sesuatu tidak seperti biasa nya ,reza mau meninggal kan ayra walau hanya sebentar .

__ADS_1


"iya sudah ,mungkin sebentar lagi reza datang "bu ida mengelus kepala ayra dengan sayang .


kini hari sudah mulai malam tapi yang ditunggu ayra tak juga datang .


bu ida sudah pulang ,ekarang rania bergantian menjaga ayra .


"kak apa kau butuh sesuatu"tanya rania karna melihat ayra seperti gelisah .


"tidak ,aku hanya menghawatir kak reza "jawab ayra sambil melihat pintu berharap orang yang ia tunggu membuka pintu .


"kenapa kak ayra tidak menghubungi nya saja"saran rania .


"sudah ,tapi tidak dapat dihubungi"terlihat air mata ayra seperti akan tumpah.


"iya sudah kak ayra istirahat saja ,,jika kak reza datang aku akan meminta nya membangun kan kakak"rania tersenyum .


setelah mendengar saran rania ,ayra berusaha memejam kan mata ,berharap setelah mata nya terbuka orang yang dia tunggu datang ,sudah didepan mata .


waktu menunjukan jam 8 pagii .


"ceklek "pintu kamar dibuka .


ayra yang sekilas mendengar pintu dibuka perlahan membuka mata nya .


namum yang dilihat nya dokter bara ,rania dan suster sedang memeriksa keadaan ayra .


"hari ini ayra sudah boleh pulang ,keadaan nya sudah jauh membaik ,diusahakan jangan kerja berat dlu ya ,jangan lupa minum vitamin nya"saran dokter bara .


bukan menjawab dokter bara ,ayra malah menyapu pandangan nya keseluruhan ruang'an,tapi apa yang dia harapkan tidak juga datang .

__ADS_1


"terimakasih dok"rania


"iya sudah kalau gitu ,saya pamit nona"dokter bara.


setelah mengemas barang-barang ayra ,rania ,andre asisten reza dan bu ida yang memang sengaja menjemput ayra bergegas mengajak ayra pulang .


"bu "panggil ayra .


"apa kak reza semalam menghubungi ibu "tanya ayra .


bu ida juga semalaman cemas ,reza hilang tanpa ada jejak sedikit pun ,bahkan andre asisten reza tidak tau keberadaan nya ,mereka mengerah kan orang-orang kepercayaan nya untuk mencari reza tapi tidak juga mendapat kan keberadaan reza .


"tidak nak ,mungkin reza sedang diluar kota terpencil itu sebab nya ponsel reza tidak bisa dihubungi . "jawab bu ida


ayra memanggut manggut kan kepala nya mengerti .


"iya sudah ,ayoo"ajak bu ida .


"tapi bu ,"ucapan ayra terhenti .


semua orang menatap ayra.


"bagai mana kalau kak reza datang kesini"sambung ayra melanjut kan ucapan nya .


"nak ,reza akan mencari mu kerumah sayang"bu ida tersenyum memegang pipi ayra seolah memberikan kekuatan.


setelah dibujuk bu ida akhir nya ayra pulang ,ayra lebih banyak diam sejak tadi semua orang didalam mobil tau apa yang dipikir kan ayra .


orang-orang disana menatap ayra iba ,karna hanya ayra sendiri yang tidak tau kalau reza menghilang tanpa jejak .

__ADS_1


nextttty


__ADS_2