
dikamar hotel nya ,ayra bulak balik keselutlruh bagian ruangan ,ayra berusaha menghubungi gio ,tapi masih tidak ada jawaban .
menelpon kekantor ,tidak ada yang mengangkat ,karna ini sudah jam pulang seluruh kariawan .
"kak gio tumben banget ya jam segini belum pulang "ayra bicara dalam hati nya .
keluar masuk balkon tapi tidak juga datang yang ayra tunggu.
sementara gio masih melawan hawa panas didalam diri nya .
alona terus memancing birahi nya ,meliuk-liuk menunjukan keindahan didiri nya ,sekuat tenaga gio melawan ,tapi diri nya tidak terkendalikan .
karna gio yang lepas kendali ,alona malah memanfa'at kan keadaan gio ,mengambil ponsel gio disaku celana ,dan mengirim image ke kontak Wa ayra .
ayra yang masih bulak balik balkon dikejut kan suara nontifikasi chat ,langsung berlari mengambil Hp nya ,berharap gio memberi kabar ,tapi dia malah melihat hal yang membuat nya hancur ,hati nya bagai ditusuk ribuan jarum ,rassa sakit 6 tahun lalu kembali lagi ,seolah rassa sakit itu tidak pernah mau meninggal kan dia .
"tess"air mata ayra mengalir tanpa permisi .
"ini gak mungkin "tubuh ayra lemas ,jatuh menduduki tubuh nya dilantai .
air mata nya mengalir deras ,dia tidak percaya dengan apa yang dilihat .
setelah puas menangis ,ayra bangun memberes kan semua pakaian nya ,dan bersiap kenegara asal nya ,tapi ketika dia mencari pasport nya tidak ditemuka ,dan ayra baru ingat kalau suami nya lah menyimpan ,ayra lelah mencari keseluruh tempat tapi tidak juga menemukan .
"ceklek"pintu kamar dibuka .
"ayra "gio tersenyum melihat kamar nya yang dirias seromantis mungkin ,dan mencari istri nya disetiap sudut kamar tapi tidak melihat ayra .
"ceklek"pintu terbuka .
gio yang melihat ayra mendekat dan memeluk ayra ,tapi ayra malah mundur .
"Ayra ada apa ,apa kau marah karna aku pulang larut malam"gio hawatir dengat raut wajah ayra .
"Aku ingin pulang kak "ayra mengalih kan pandangan nya .
__ADS_1
"Pulang ,tapi kenpa Ay"gio bingung dengan perubahan ayra .
"aku ingin pulang ,tolong kembalikan pasport ku"ayra berusah untuk tidak menatap gio.
"tapi kenapa"gio mendekati ayra dan memegang tangan ayra .
"jangan sentuh aku kak"ayra mundur selangkah .
setelah itu berlari kekamar mandi .
"Ay ,buka pintu nya"gio berusah membuka pintu .
"biarin aku sendiri kak ,aku mohon "ayra menangis dibalik pintu .
"tapi ay"ucapan gio terpotong .
"aku mohon kak ,sekali ini aja biarin aku tenang"ayra duduk dilantai .
"okee ,tapi kalau 20 menit kamu gak keluar ,aku akan dobrak pintu nya"gio meninggal kan ayra dan keluar entah kemana .
"ibuu ,aku ingin pulang bu ,aku rindu ,aku ingin tidur dipangkuan ibu,aku menyesal ibu tidak mendengar kan ibu ,aku menyesal pernah membantah perkataan ibu ,aku ingin jadi putri kecil mu bu ,aku gak sanggup bu ,aku mohon bu ajari aku menjadi wanita yang kuat seperti mu ,aku sudah lelah dengan semua ini ,andai aku bisa bercerita banyak hal kepada ibu mungkin aku akan merassa lebih tenang"ayra bicara lirih .
"apa benar ayra ,kau begitu mencintai reza sampai kau tidak mau aku sentuh sedikit pun"gio bicara lirih ,menatap bintang-bintang di langit .
"kalau benar seperti itu ,aku tidak akan memaaf kan mu ,tidak akan ku biar kan kalian bersatu kembali ,bahkan bayangan mu pun tidak akan aku ijin kan pergi dari ku"gio mengepal kan tangan nya ,bangun dan masuk menuju kamar mandi .
"Ayraa ,cepat keluar atau aku dobrak sekarang juga ,jika aku hitung sampai tiga kau tidak keluar ,jangan salah kan aku -"ucapan gio terhenti .
"ceklek"ayra membuka pintu nya .
"apa sudah selsesai menangisi ,mantan kekasih mu"gio menatap ayra tajam.
tapi bukan nya menjawab ayra berlalu begitu saja mengabaikan gio ,menatap kedepan dengan tatapan kosong .
"kau mau kemana hah"gio menarik tangan ayra ..
"aku ingin istirahat kak ,aku sangat lelah "jawab ayra lirih .
__ADS_1
"hahaha"gio tertawa kecil .
"kau lelah ,apa reza datang kesini untuk menghangat kan mu ,apa semua ini kau lakukan untuk reza ,dan bodoh nya aku berpikir kalau ini semua untuk ku"gio tertawa menyeringai .
ayra menarik tangan nya kasar ,tapi masih dengan tatapan kedepan .
dia terluka dengan apa yang gio kata kan ,tapi dia lebih memilih pergi ,dia tidak ingin melihat sisi terlemah ayra .
"jika kau tidak ingin aku tidur ,maka kembalikan pasport ku kak ,biar kan aku pulang ke negara ku"ayra berbicara lirih ,sambil melangkah kan kaki nya pergi .
"apa kau sangat ingin bertemu dengan kekasih mu ,hahhh"lagi-lagi gio menarik tangan ayra ,dan memegang nya sangat kuat .
ayra memang merasa sakit ,tapi sekuat tenaga ayra tahan ,membiar kan gio mencengkram tangan nya kuat .
ayra mengabai kan ucapan gio ,maengalihkan pandangan nya kedepan .
karna kesal ayra tidak menatap nya ,gio memegang kedua pipi ayra ,memaksa ayra untuk menatap nya.
"kenapa kau tidak mau menatap ku ,jawab aku "tegas gio .
"apa kau sebegitu mencintai reza ay ,sampai menatap ku kau tidak mau ,kau pikir aku akan ijin kan kau bertemu dengan nya ,hehh ,jangan pernah bermimpi bisa lepas dari ku"gio melepas kan cengkraman nya dari pipi ayra .
"aku tau ayra ,kau sangat mencintai nya ,kau mengahabis kan malam dengan nya ,dan bahkan disini dia pernah menitip kan benih nya bukan"reza menunjuk perut ayra ,menatap ayra tajam dengan mata yang merah .
flasback on .
diaperteman alona gio merasakan tubuh nya panas ,gio masih berusaha menahan nya diri untuk tidak menyentuh alona .
alona yang sudah tanpa sehelai benang kesal dengan gio yang masih berusaha menahan didiri .
"ayoo lah sayang ,apa kau lebih suka tidur dengan perempuan sisa dari Reza mahardika NA"bisik alona .
"degggg"jantung gio berdegup kencang mendengar apa yang dikata kan alona .
"apa maksut mu ,jangan sekali-kali kau berani menghina istri ku "gio menatap alona tajam
"hahahah,gio kasian sekali dirimu ,istri mu sangat mencintai Reza ,dan selalu menghabis kan malam nya bersama reza ,apa kau tau bahkan istri mu pernah mengandung anak Reza "alona menatap gio dengan tatapan menggoda.
__ADS_1
nexttt