
dua hari sudah berlalu .
ksampai detik ini juga ayra masih nyaman dengan mimpi nya ,gio tak pernah lelah menjaga ayra siang dan malam ,ia selalu disisi ayra .
gio merawat ayra dengan telaten ,tidak sedikit pun ia mengabai kan kebersihan ayra .
hari ini dokter mayra kembali memeriksa keadaan ayra .
"ting .tong .ting .tong"suara bel dipencet .
"mayra ,ayo silah kan masuk "gio mengikuti mayra menuju kamar ayra .
"apa kak ayra pernah membuka mata nya kak walau sebentar "tanya mayra .
"tidak mayra"gio bicara lirih ,dengan penampilan yang tidak terawat .
"semua nya normal kak "jawab dokter mayra ,sambil merapih kan alat medis nya .
"lalu kenapa ayra tidak membuka mata nya ,apa dia marah pada ku"gio memegang tangan ayra .
"sebaik nya kita bawa kerumah sakit kak ,disana ada banyak dokter yang menjaga ayra 24 jam "dokter mayra ..
"apa itu perlu"gio beranjak dari tempat duduk nya .
"iya kak ,jika ayra disana ,maka ayra akan dirawat intensip "jelas dokter mayra .
"baiklah segera siap kan ruangan untuk ayra ,aku akan membawa ayra hari ini juga "gio berbalik badan menyiap kan segala kebutuhan ayra ,lalu memerintah kan pelayan membawa nya ,gio membawa ayra kedalam pelukan nya .
setelah sampai dihalaman rumah sakit para dokter telah bersiap dilobi utama ,menunggu kedatangan ayra .
setelah ayra dipindah kan keatas bangker ,mereka membawa ayra keruangan khusus pemilik rumah sakit ,dilantai paling atas .
"mayra apa ayra akan baik-baik saja"gio menatap ayra lirih .
"seharus nya begitu kak ,jika terjadi sesuatu pencet tombol ini kak "mayra menunjuk tombol disebelah kiri gio .
__ADS_1
"baiklah ,terimakasih"gio menggenggam erat tangan ayra .
"kau harus baik-baik saja sayang ,aku akan tiada jika sesuatu terjadi pada mu"mengecup lama tangan ayra .
💗💗💗💗💗
satu minggu kemudian .
Hari ini gio terpaksa harus meninggal kan ayra ,karna hari ini ada meeting yang tidak bisa diwakil kan oleh siapa pun .
gio meeting dengan perassan tidak tenang ,meski dijaga oleh dokter mayra ,gio masih belum tenang jika harus jauh-jauh dari ayra .
"ceklek"pintu ruangan dibuka seseorang .
"maaf kan saya ,saya terlambat datang ,karna pesawat saya mengalami sedikit gangguan "seorang pria duduk dihadapan gio .
"Reza "gio kaget melihat Reza duduk dihadapan nya .
Reza hanya tersenyum menanggapi gio .
"tuan reza "panggil gio .
"Iya tuan ,ada yang bisa bantu"reza memutar balik badan nya menghadap gio .
"bisa kita bicara sebentar ,ini sedikit pribadi "gio melirik andre sekertaris reza .
reza langsung mengerti ,dan meminta andre turun duluan .
"baiklah ,andre kau pergi duluan ke bawah nanti aku akan menyusul "
"baik tuan muda"andre melangkah pergi meninggal kan gio dan reza .
"sebaik nya kita bicara diruangan saya"ajak gio .
"baiklah tuan "reza mengikuti langkah gio .
__ADS_1
setelah sampai dilantai atas .
"silahkan duduk Za"gio mengambil minum dilemari pendingin .
"terimakasih tuan gio "reza menduduk kan tubuh nya disopa .
"tidak usah sepormal itu Za jika kita sedang berdua "gio duduk dan menaruh dua kaleng minuman diatas meja .
"baik lah ,terimakasih gio "reza tersenyum.
"sebenar nya apa yang ingin kamu bicara kan dengan saya"reza to the point .
"mengenai ayra"gio mengalih kan pandangan nya .
"bukan kah kalian sudah menikah "tanya reza bingung .
"iya kami sudah menikah ,tapi"ucapan gio terhenti .
"tapi ,apa"reza penasaran .
"saya melakukan kesalahan ,ada yang mengganjal dihati saya jika saya belum tau kebenaran nya "gio menatap reza .
"kebenaran apa ,maksut mu"reza bingung .
"apa benar ayra pernah bermalam dengan kamu ,sampai ayra hamil "tanya gio menatap serius reza .
"huhhh"reza menarik napas dan membuang nya kasar .
"maaf kan saya seharus nya saya cerita dari awal sama kamu "reza menyandar kan tubuh nya disopa .
"maksut nya"gio semakin penasaran .
"7 tahun yang lalu ,aku dan ayra"reza terlihat memikir kan sesuatu .
nextt
__ADS_1