MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN

MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN
Setelah Sasti Menghilang..


__ADS_3

"Sejak kapan mas Arnaf lumpuh??"


"Sejak tiga tahun yang lalu mba"


"Tiga tahun?"


"iya, saat hari dimana mba Sasti dan keluarga mba menghilang nggak ada kabar.."


Sasti tercengang mendengarnya. Namun dia mencoba biasanya saja.


kok bisa Ni? "


"Itu yang aku tahu mba. mas Arnaf hampir sebulan koma.."


"Apa?"


Lagi lagi kabar mengejutkan Sasti dengar.


"Yang bikin kita kecewa, mas Arnaf kecelakaaan dengan wanita lain mba.."


deggg..


rasa nyeri kembali menyerang hati Sasti. berhubungan dengan Arnaf itu sama saja dia harus berhubungan juga dengan masa lalunya. Percuma selama tiga tahun ini sast menghilang, namun pada akhirnya dia kembali terjebak dengan kisah menyakitkan itu.


"Apa kaki Arnaf bisa di sembuhkan?"


"Kurang tahu mba, sejak saat itu aku hilang respeck ke mas Arnaf.."


"kok bisa gitu?"


"Aku kecewa dengan perselingkuhan yang mas Arnaf lakukan, maka itu mba aku nggak mau pacaran, takut karma dari mas Arnaf juga menghampiriku. bagaimana kalau aku juga diselingkuhin?"


"Ya sudahlah, jangan bicarakan hal ini lagi"


"Mba Sasti sendiri gimana? setelah menikah sama mas Arnaf.."


Sasti terdiam sejenak. Dia bingung mau jawab apa. Toh pada kenyataannya pernikahan ini tak seperti pernikahan impian.


"Gimana apanya nia?"


"Aku tahu mba Sasti nggak bahagia, Mba Sasti terpaksa menerimanya kan?"


"Sudahlah, jangann dibahas lagi, oke.."


Arnia hanya mengangguk. glGadis itu tahu kaka iparnya menyembunykan sesuatu. Tapi dia tidak mau memaksanya. Dia tidak mau mencampuri urusan rumah tanga. Dia cukup menikmati apa yang ada hari ini.


Mereka pun melanjutkan acara makan rujaknya dengan sesekali dirinngi tawa serta obrolan obrolan seputar dunia wanita. Hingga Arnia pamit pulang karena ada hal lain yang harus dia kerjakan.


Sasti kembali merasa sepi di rumah sebesar ini. Meski hari ini seorang asisten rumah tangga beserta penjaga mulai datang namun mereka juga sedang sibuk dengan tugasnya.


Tak lama setelah kepulangan adik iparnya, Sasti kembali kedatangan tamu.


"Manda..!! teriaknya begitu bersemangat saat tahu siapa yang datang..


"Sasti..!!! teriak sang tamu tak kalah antusiasnya.


Mereka pun saling berpelukan melepas rindu setelah sekian lama tak berkirim kabar.


"Tega banget ih kamu Sas nggak pernah kasih kabar? stres aku tahu ngak?" Rajuk Manda.

__ADS_1


"Maaf sayang. hhhe.."


"Dihh ketawa, kaya nggak punya dosa aja kau"


"Ya emang nggak punya dosa, hihii. eh kamu kok tahu aku disini?"


"Ya tahu lah, orang suami kamu yang nyuruh aku datang kesini.."


"Apa? Arnaf? kok bisa?"


"Ya kalau buka Arnaf siapa lagi, emang kamu nikah sama laki laki lain? "


"Ya maksudnya kok bisa Arnaf nyuruh kamu?"


"Katanya takut kamu kesepian,nggak tahu apa kalau aku juga sibuk.."


"Tokonya asih jalan?"


"Masihlah, dan aku tuh berharap kita menjalankan bareng lagi. Masih ada hak mu tuh di toko, sudah aku sisihkan.."


"Ya elah, kenapa nggak kamu ambil saja sih man.."


"Orang bukan hak aku, mana aku berani.."


"Bentar yah, aku mau ambil minum dulu.."


Sambil menunggu Sasti, Manda mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah yang masih terlihat baru itu.


"Seneng yah, baru nikah sudah dapat rumah" ucap Manda begitu Sasti datang dengan nampan berisi minuman.


"Sorry cuma ada air, belum sempat keluar aku, jadi nggak ada cemilan.."


"Nggak apa apa. kamu sama Arnaf kapan nikah sih?"


"Kok bisa? gimana ceritanya?"


"Males lah man.."


"Yaelah, orang cerita doang?"


Dengan terpasa Sasti pun menceritakan semua yang terjadi padanya hingga dia menjadi istri seorang Arnaf Arsyadi.


"Ya ampun, miris banget hidupmu Sas, udah pernah diselingkuhin eh jadi selingkuhan, terus kamu sama Arnaf gimana?"


"Gimana apanya?"


"Apa kamu masih ada rasa sama Arnaf?"


"Nggak tahu, udah mati rasa kali. biasa aja.."


"Tapi kalau dilihat lihat, Arnaf memang sangat menyesalinya sih.."


"Menyesali bagaimana?"


"Apa kamu tahu? Arnaf kecelakaan bersamaan dengan hari saat kamu menghilang?"


"Tahu, tadi Arnia baru cerita. Malah katanya dia kecelakaan sama selingkuhannya kan?"


"Iyaa, dia sama Citra terluka parah. Sama sama koma. Citra malah keguguran dan rahimya rusak.."

__ADS_1


Sasti tercengang kembali. Begitu banyak kejadian yang tidak dia ketahui dan membuatnya terkejut.


"Berkali kali Arnaf menemui aku meminta alamatmu, tapi orang aku nggak tahu ya gimana lagi."


Sasti hanya mendengarkan dengan seksama tanpa mau menyela.


"Setelah kamu memutuskan pertunangan mendadak saat itu, Arnaf sama citra ribut parah. Citra malah nuduh kamu merekayasa semuanya. Bahkan di dalam mobil keributan itu terus berlangsung, hingga terjadinya kecelakaan yang membuat kakinya lumpuh."


"Apa kaki Arnaf tidak bisa disembuhkan?"


"Kata Baim dan Fatir sih masih bisa disembuhkan, tapi Arnafnya yang nolak.dia seperti tak punya semangat hidup. Bahkan dia lebih suka menyendiri.."


Sejenak keadaanpun menjadi hening.


"Terus kamu sendiri bagaimana Sas?"


"Bagaimana apanya?"


"Ya kamu kan sekarang sudah jadi istri Arnaf, apa kamu bisa melewatinya?"


"Entahlah Man. setiap melihat wajah Arnaf, aku selalu teringat kembali penghianatanya. Setiap saat aku hanya ingin meluapkan emosiku tiap kali dia bersuara..."


"Aku ngerti banget perasaanmu Sas, tapi kenapa kamu setuju aja sih Sas nikah sama dia?"


"Kamu tahu kan man, bagi wanita gagal menikah itu menyakitkan, seandainya aku nggak mikir perasaan bapak sama ibu, mungkin aku sudah lari Man, apa lagi bapak baru keluar dari rumah sakit.."


"Apa orangtua kamu tahu alasan kamu dulu memutuskan pertunangan??"


"Enggak, tapi mungkin Arnaf dan keluarganya yang cerita, soalnya mereka mengunjungi bapak pas di rumah sakit.."


"Mau dibawa kemana pernikahan kamu ini Sas, pengantin baru kok ngga ada bahagia bahagianya sama sekali, nggak bisa aku bayangin deh canggungnya kalian.."


"Hhhehe, ya mau gimana lagi Man, jalannya seperti ini.."


"Jadi kalian juga belum malam pertama dong?"


"Boro boro mikir hal gituan Man, tidur sekamar aja males banget."


"Apa kamu nggak kasian? jahatnya, dia sekarang suami kamu loh?"


"Iya aku tahu, Tapi ya mau gimana lagi, hati aku belum siap, di bilang egois ya nggak apa apa, toh dulu dia juga egois kan? Sampe sampe selingkuh, mungkin karena melihat yang lebih baik dalam diri selingkuhanya.."


"Rumah seluas ini, kalian hanya berdua? Apa nggak takut Sas?"


"Takut apaan sih? orang nggak ada apa apa juga, lagian aku juga heran, kenapa pindah kesini, kalau kerumahnya kan mending banyak orang, aku jadi nggak bengong sendirian."


"Apa Arnaf nggak cerita alasan kamu dibawa kesini?"


"Alasan? maksudmu?"


"Beneran kamu nggak tahu?"


"Beneran Manda, gimana mau cerita kalau katemu aja emosi meletup letup.."


"Haha bisa aja kamu.."


"Emang alasannya apa Man?"


"Gara gara perselingkuhan itu, Arnaf di kucilkan dari keluarganya."

__ADS_1


Deggg


@@@@@


__ADS_2