
Seperti yang sudah di rencanakan, Arnaf pun mewujudkan segala keinginan istrinya. Dan saat ini mereka sedang menikmati suasana indah di pulau Bali.
Ya. tempat bulan madu berikutnya adalah Pulau Bali. Meski melenceng dari rencana awal, tidak ada rasa keberatan sama sekali di wajah seorang Arnaf mewujudkan semua keinginan sang istri.
"Mas masuk ke situ yuk." Ajak Sasti menunjuk ke arah sebuah toko yang sepertinya toko barang elektronik.
"Kesitu mau beli apaan?" Tanya Arnaf.
"Pengin lihat lihat aja. Yu ah." Rengek Sasti yang sudah melangkahkan kakinya beranjak ke arah sebuah toko besar yang kelihatan sangat rame tersebut. Dan sang suami hanya tersenyum dan mengikuti jejak istrinya.
Benar saja. Di toko tersebut banyak alat alat elektronik yang belum ada dan jarang sekali terjual di negara ini. Seperti contoh alat penyeduh kopi yang sering Sasti lihat di drama Korea. Mesin pengingat waktu seperti yang ada di drama China. Dan banyak lagi alat alat serba guna. Baik alat rumah tangga, olah raga, maupun yang lainnya.
"Mas beli ini yah?" Tunjuk Dasti pada alat penyeduh kopi yang terlihat sangat simpel.
"Ya ampun buat apaan sih sayang?"
"Ini tuh alat penyeduh kopi yang ada di drama koreanya pacar aku mas, Aa Hyun Bin. Beli ya?" Rengek Sasti dan tentu saja Arnaf mengabulkan dan bahkan beli dua unit. yang satu buat di taruh di kantornya.
Kembali mereka berkeliling. Kini mata Sasti tertuju pada jam tangan pasangan yang sangat unik. Jam tangan itu bisa dikoneksikan dengan ponsel kita. Bisa menerima panggilan dan berkirim pesan.
"Beli ini yak?" Arnaf hanya mengulum senyum melihat tingkah manja istrinya. Tingkah manja yang pernah hilang, kini Arnaf dapatkan lagi.
"Ambil."
"Makasih."
Dua puluh juta habis hanya dalam satu toko, tapi bagi Arnaf tidak masalah. Selama menikah dia memang belum pernah membelikan sesuatu untuk istrinya selain kios yang sekarang istrinya gunakan dengan sahabatnya.
Dan pastinya Sasti bukan wanita yang boros. Terbukti blackcard yang Sasti pegang jarang banget ada laporan transaksi dari pembelian barang yang mungkin tidak penting bagi Sasti.
Puas jalan jalan dan keluar masuk toko yang ada, kini mereka terlihat sedang berada di rumah makan dengan sawah sebagai pemandangan yang sangat memikat hati.
"Kita terakhir kali ke sini kapan ya mas? Tanya Sasti dan matanya tak lepas dari pemandangan terasering sawah yang sangat sejuk dipandang mata.
"Ada lima tahun kayaknya, kenapa?"
"Makin indah aja tempatnya. Bali memang selalu jadi tempat yang nyaman."
"Kamu seneng disini?"
__ADS_1
"Seneng lah, apalagi tiap ke Bali gratis. Wanita mana yang tak suka." dan keduanya tergelak.
Tak lama kemudian hidangan yang mereka pesan pun datang. Mereka segera menikmatinya. Tentu saja di iringi obrolan obrolan yang kadang tak penting.
Setelah mereka menyantap hidangan, kembali mereka menjelajahi semua wisata yang ada di pulau dewata ini.
Tak terasa waktu dua minggu yang mereka lewati berlalu dengan cepat. Tapi mereka puas. Terutama Arnaf. Dia benar benar sudah mendapatkan Sasti seutuhnya. Dan dirinya bertekad sekarang hanya ingin menjaga hatinya dan kepercayaaan yang sudah Sasti berikan.
Dan hari ini, Arnaf dan Sasti sudah memulai aktifitas masing masing.
"Woyyo, ceileh yang baru pulang dari bulan madu, gimana hasilnya ajaran yang aku berikan Naf?" Ledek Fatir.
Ya. Sekarang Arnaf lagi berkumpul bersama kedua sahabatnya dan kali ini yang jadi tempat berkumpulnya mereka adalah ruangan kerja Baim.
"Gimana Naf? Berhasil jebolin gawang Sasti nggak?" Baim menimpali.
Antara bangga dan malu, Arnaf hanya tertawa diserang pertanyaan dari kedua sabahatnya.
"Wah, roman romannya ada yang berhasil nih." Ucap Baim sambil menepuk kedua bahu Arnaf.
"Begitulah." Jawab Arnaf sambil matanya melirik jam tangan yang Sasti pilihkan beberapa waktu lalu di bali.
"Yah, semoga aja ada hasil deh, Biar kita cepet di panggil Om, ya nggak Im?" Ucap Fatir.
"Tapi di rumah nggak berhenti berusaha kan?"
"Iya lah, malah kadang Sasti yang minta." Jawab Arnaf enteng.
"Mantap haha. Begitulah cewek, Awalnya malu malu, kalo udah keenakan. Malah minta sendiri jatahnya." Ucap Fatir
Kehebohan juga sedang terjadi di toko. Pertanyaan pertanyaan Manda yang terlonta benar benar membuat Sasti malu dan jengah sendiri. Padahal Sasti sudah berusaha menghindarinya namun Manda tetap bisa saja mencari celah untuk meledeknya.
"Makanya kamu cepat nikah, Ntar jadi tahu rasanya." Sungut Sasti dan tentu saja Manda menimpalinya dengan ketawa kencang.
"Enak banget ya Sas? punya Arnaf gede nggak kaya punya si Ryan driller?"
"Astaga Manda, kamu masih ingat aktor panas itu?" Tanya Sasti. Pastinya dia terkejut karena Ryan Driller adalah aktor film dewasa yang pernah mereka idolakan di waktu remaja.
"Masih dong Sas, sampai sekarang aja dia masih tampan." Jawab Manda enteng.
__ADS_1
"Astaga, bahaya kamu lama lama." Cibir Sasti dan Manda menyambutnya dengan tertawa.
"Semoga cepet jadi bayi ya Sas."
"Hhahaa sialann kamu, aamiin."
"Eh sas, kamu mau tau nggak kabar terbaru. dan kayaknya kamu perlu tahu deh." ucap Manda tiba tiba.
"Kabar apaan Man?"
"Citra sekarang jadi istri tuan Mahendra."
"Apa? Tuann Mahendra?"
"Iya dan dia juga berhasil menghasut Tuan Mahendra berpisah dengann istri pertamanya. Tuh cewek bener bener ngak ada kapoknya yah? gemes aku."
"Ntar dulu. Ini Tuan Mahendra yang mana sih?"
"Yaa elah Sasti, itu loh Tuan Mahendra pemilik perusahaan kosmetik rcancer. Tahu kan kosmetik nomer satu di indonesia. Dan perusahaan itu sering kerja sama dengan perusahaan suami kamu loh Sas." Terang Manda seperti emak emak berdaster yang suka gosip di gerobag sayur.
"Walah, tuh landak memang nggak ada kapoknya. Jadi dia sekarang sudah ngancurin rumah tangga orang? dan jadi wanita terhormat?" Tanya Sasti lagi.
"Tuan Mahendranya aja yang bego. Percaya sama cewek sok polos modelan kaya dia. Seandainya aku deket. Beh udah aku tunjukin tuh video video Citra. Nyaho nyaho tuh belatung."
"Lah kamu masih nyimpen?"
"Masih lah. Suruh tuh suami kamu hati hati, seperti kata Fariq. Sepertinya dia ada maksud lain mendekati tuan Mahendra. Secara tuan Mahendra tuh sudah lama dekat dengan keluarga Arsyadi."
"Terus kabar istri pertamanya gimana?"
"Mereka pergi keluar negeri. Males ngurusin Tuan Mahendra. Apalagi menurut gosip yang beredar, tuan Mahendra itunya sudah nggak bisa berdiri tegak. Gara gara kena strok ringan. Nah kalau nggak ada tujuan lain. Mana mungkin kan Citra mau sama laki laki impoten?:
"Ya ampun. Haha. Ada ada aja. Wah aku harus jaga Arnaf nih. Biar bagaimana pun mereka pernah ada hubungan. Aku harus waspada."
@@@@@@
Sekalian minta dukungan dan sekalian promo yah. Nih yang suka hareudang dan yang hot hot. Karya baru aku. Di simak yuk
__ADS_1