MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN

MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN
Sudah Bikin Cucu Belum??


__ADS_3

Sasti terlihat sedang sangat sibuk melayani beberapa pembeli yang rata rata usia muda. Begitu juga Manda. Siang ini toko terlihat sangat ramai oleh anak anak berseragam sekolah dari berbagai nama berbaur menjadi satu dalam toko yang lumayan besar. Mereka datang dengan berbagai tujuan. Ada yang memang berniat membeli, ada juga yang hanya berniat lihat lihat dulu dan baru membeli suat hari nanti. Manda dan Sasti sudah terbiasa menghadapi hal seperti itu dan mereka memakluminya.


Tanpa Sasti sadari diantara kerumunan itu, Arnaf sedang duduk di dekat pintu masuk menatap istrinya. Dimata Arnaf, Sasti terlihat begitu enerjik dan cekatan dalam melayani para pembeli terutama pembeli yang super duper cerewet.


Senyum tipis sesekali tersungging dari bibirnya saat dia menyaksikan hal hal tak terduga antara Sasti dan anak anak remaja tersebut.


"Loh, bukankah itu Arnaf?" tunjuk Manda begitu dia menyadari ada seseorang yang duduk di dekat pintu masuk. Sasti pun menoleh.


"Ah iya, ngapain dia jam segini disini?" Tanya Sasti.


"Temui dulu gih, mungin ada sesuatu yang penting." dan Sasti hanya mengangguk kemudian dia beranjak menuju ke tempat Arnaf berada.


"Mas? ngapain disini? nggak kerja?" tanya Sasti begitu dia berada di dekat suaminya.


"Eh, sengaja. Emang kamu nggak buka ponsel?"


"Kamu ngirim pesan? maaf, agak sibuk hari ini."


"Oh ya udah sana lanjutin dulu, aku tungguin kok."


"Ada apaan sih?"


"Bapak sama ibu mau datang."


"Loh, kok mendadak banget? jam berapa datangnya?"


"Sebentar lagi mungkin. Tapi aku sudah suruh Lilo untuk jemput di stasiun pakai mobil kantor. Kamu terusin aja dulu, nanti kalau sudah agak sepi baru pulang."


"Baiklah, tunggu sebentar yah."


Arnaf mengangguk dan Sasti kembali ke tempat semula.


"Aku pulang sedikit lebih awal nggak papa apa man? ibu sama bapak mau datang?"


"Benarkah?, ya nggak apa apa. Kapan mereka datang? Aku juga pengin ketemu?"


"Hari ini, mungkin beberapa saat lagi nyampai."


"Ya kalau udah datang nanti kabari aku ya Sas?"


"Oke."


Mereka pun kembali melayani para pembeli hingga tak terasa pengunjung toko mulai berangsur angsur berkurang. Sesuai niat di awal, Sasti bergeaas pulang menyambut kedatangan orang tuanya.


"Kita nggak mampir kemana dulu gitu buat beli makanan?" tawar Arnaf.


"Nggak usah mas, paling juga nanti mamah sama nenek udah mempersiapkan jamuan."

__ADS_1


dan Arnaf hanya mengangguk membenarkan ucapan istrinya. Matanya fokus menatap ke depan.


"Kenapa nggak pakai supir mas? kakinya udah enakkan emang?" tanya Sasti setelah tadi sejenak memperhatikan dan menyadari kalau arnaf menyetir sendiri.


"Kan sopirnya lagi sama Lilo jemput ibu. Ini juga sambil melatih otot otot kaki kata Baim."


"Ya pelan pelan mas, jangan ngebut."


Sementara di tempat lain, nampak sedang berlangsung sebuah pernikahan sederhana. Pernikahan yang terjadi dirumah mewah itu hanya dihadiri beberapa tamu dan nampaknya hanya pernikahan siri. Terlihat mempelai perempuan tersenyum bahagia begitu juga mempelai laki laki meski perbedaanya sangat mencolok tapi mereka seakan tak tahu malu tetap melaksanakan pernikahan.


"Saya terima nikahnya Citra Adiswara binti Eko Sutisna dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap lantang pria berumur sekitar empat puluh lima tahun itu.


"Gimana saksi? sah?"


"Sah..!!"


Dan terbitlah senyum diantara keduanya. terutama Citra. Meski dia hanya menjadi istri siri dari pemilik perusahaan namun setidaknya dia mempunyai posisi yang tinggi untuk mendongkrak keuangannya dan juga untuk melancarkan dendamnya.


Mempelai pria juga tampak begitu bahagia. Dia berhasil menjerat perempuan muda nan cantik yang bisa memuaskan hasratnya dalam urusan ranjang tidak seperti istri pertamanya.


"Akhirnya kita jadi menikah sayang." ucap pengantin pria.


"Iya mas, aku bahagia sekali. Kamu mau menerima apa adanya dirku ini." dusta Citra.


Dia sebenanya sangat tepaksa menjalankan penikahan ini. Namun demi mendapatkan dukungan untuk menghancukan Arnaf, dia mau mengorbankan harga dirinya.


Kedua mempelai nampak sedang menyalami para tamu hingga tiba tiba.


Citra dan suaminya sangat kaget. Ada beberapa oang yang menyiram mereka dengan air comberran. Tentu saja amarah mereka langsung menggema.


"Brengsek, siapa kalian hah.!!" teriak suami Citra kepada tiga oang bemasker yang menatapnya puas. Tanpa mau menjawab, ketiga oang itu pun langsung pergi tak peduli larangan dan makian pengantin pria yang teriak teriak seperti orang kesetanan. Sedangkan Citra, dia malah berakting sedih dan terduduk.


"Ini pasti perbuatan istri kamu mas hiks hiks."


"Udah sayang tenang sja, biar nanti aku kasih pelajaan dia. Kurang ajar. dasar tak berguna."


"Aku malu mas, Ini benar benar penghinaan. Aku tak punya muka lagi."


"Udah tenang ya sayang, aku minta maaf, aku janji aku akan membalas perbuatan mereka."


"Bener mas?"


"Benar, percaya lah, aku akan balas hingga kamu puas sayang."


"Baiklah mas, aku percaya sama kamu.Aku ke kamar dulu ya mas, bau."


"Iya sayang ayo."

__ADS_1


Kedua mempelai pergi begitu saja meninggalkan para tamu yang tentunya sedang bsik bisik membicarakan mereka.


Sementara di kediaman Arsyadi, pembicaaran hangat juga terjadi diruang tamu. Mereka bener bener terkejut denga kedatangan orang tua Sasti yang sangat mendadak.


"Kenapa ibu nggak ngabarin dari kemarin sih?" tanya Sasti yang kini duduk disebelah ibunya dan juga bergelayut pada tubuh perempuann yang telah melahirkannya.


"Sengaja nak. Pengin buat kejutan sama kamu eh malah Lilo bocorin." jawab sang ibu.


"Kaki kamu sudah lama sembuh apa nak?" tanya Wahyu.


"Lumayan pak, berkat Sasti juga nih cepet sembuh."


"Ya syukurlah, ibu ikut seneng nak, ternyata hubungan kalian sudah membaik. yang sering kepikiran bapak loh."


"Namanya juga orang tua bu, wajar dong kepikiran, iya nggak Mi?"


"Benar kata Wahyu Tih. Aku yang deket aja sering kepikiran sama anak anak, apa lagi yang jauh." Ucap Mia.


"Kesehatan bapak sendiri bagaimana pak? besok ikut Arnaf aja yah buat cek kesehatan dirumah sakit teman Arnaf?" tawar Arnaf.


"Iya pak, besok ikut mas Arnaf. biar keadaan bapak di cek menyeluruh. bapak kan suka bandel." kini Sasti ikutan memberi saran.


"Ya sudah kalau kalian memaksa. Lilo sendiri gimana PKL di kantor Arnaf? betah?"


"Betah dong pak, kerjanya enak, antai." jawb Lilo.


"Latihan kerja yang bener, siapa tahu nanti di perusahan Arnaf ada lowongan kamu bisa masuk."


"Siap pak."


"Kalian sengaja kesini memang kangen sama anak anak?" tanya Bagus.


"Iya dong Gus. Rumah sepi. ditingal Sasti aja sepi eh sekarang si bo tot ikut ikutan pergi." Jawab Wahyu.


"Oh kirain ada misi khusus gitu."


"Haha misi apaan sih Gus, paling pengin tahu kabar anak anak sama ini mantu. udah bikin cucu belum?"


Degg


Arnaf dan Sasti saling pandang seketika.


@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....


...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw, nih ada karya bagus dan romantis sangat....

__ADS_1




__ADS_2