MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN

MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN
Istriku Kenapa??


__ADS_3

Betapa lega hati Arnaf saat melihat istrinya sudah berselimut dan terbaring di atas ranjangnya dengan posisi miring. Arnaf segera melepas sepatu dan kaos kaki. Dia langsung naik keranjang dan memeluk pinggang istrinya dengan erat meski perasaannya tak menentu. Apakah istrinya akan percaya sama dirinya atau tidak. Dan jika Sasti juga tak mempercayainya, mungkin kali ini dunia Arnaf benar benar hancur.


Arnaf mencium aroma wangi yang dihadirkan rambut lurus milik sang istri. Dan pada saat itu juga sang istri membalikkan badan. Arnaf kaget karena sang istri ternyata belum tidur. Seketika panik langsung menyergapnya. Dia terdiam tidak tahu harus memulai darimana. Jantungnya berdetak cukup hebat. Bahkan wajah paniknya jelas telihat. Sasti hanya diam tanpa tersenyum dan juga tanpa amarah. Sasti hanya memandangi sang suami yang makin salah tingkah.


"Sayang aku.."


Cupp.


Arnaf terkejut. Sasti mengecup bibirnya tiba tiba di saat dia mau berbicara.


"Sayang, aku mau.."


Cupp.


Lagi lagi Sasti mengecup bibir suaminya dan Arnaf di buat semakin bingung. Sasti terus terdiam tanpa mau bicara. Dia hanya memandangi wajah suaminya yang kali ini menunjukkan rasa heran atas sikapnya.


"Sayang..."


Dan untuk kesekian kali Sasti kembali mendaratkan bibirnya ke bibir sang suami. Kali ini bukan sesaat tapi lebih lama. Sasti terus menggigit pelan bibir manis suaminya.


Tentu saja Arnaf semakin heran. Namun melihat tingkah istrinya seperti itu, mau tak mau Arnaf pun membalas apa yang dilakukan istrinya. Dan perang lidahpun akhirnya memanas.


Tanpa melepas perang bibirnya, Sasti bergerak berpindah posisi diatas tubuh sang suami. Ketika posisinya pas. Sasti melepas bibir itu dan dia duduk diperut sang suami. Mata Arnaf membelalak. Dia terkejut dengan apa yang di pakai Sasti.


"Sayang kamu memakai lingerie?" Satu pertanyaan lolos dari rasa terkejut yang Arnaf hadirkan.

__ADS_1


Arnaf masih ingat betul. Itu satu satunya lingerie yang Arnaf belikan sebagai kado ultah pertunangan mereka dulu. Secara iseng Arnaf membelikan lingerie merah jambu hanya ingin meledek Sasti kala itu. Tapi malam ini Sasti malah memakainya di saat pikirannya lagi kacau.


"Baju kantor yang tadi pagi di pakai mana?" Tanya Sasti. Saat ini Arnaf telah berganti pakaian karena kemeja yang dia kenakan pagi tadi rusak kancing bajunya akibat ulah Citra.


"Di kamar kantor, besok mau aku buang." Jawab Arnaf.


"Jangan di buang. Aku pengin lihat." Ucap Sasti. Dan tentu saja Arnaf terkejut akan permintaan istrinya. Pikiran Arnaf pun makin berkelana tak karuan.


Namun tidak dengan Sasti. Dia malah meraih kedua tangan suaminya dan mengarahkannya untuk menggenggam benda kembar miliknya. Bahkan tangan Arnaf dibimbingnya sama sama memencet dan mencengkram benda itu secara lembut.


Dibalik rasa bingungnya Arnaf menuruti saja permintaan sang istri. Kedua tangannya mulai bermain main di barang kesukaannya.


Sasti makin meracau tak jelas dan badannya pun menggeliat tak beraturan. Arnaf bangkit dengan posisi Sasti berada di pangkuannya. Arnaf melepas lingerie Sasti dan menghempaskannya.


Kini mulut Arnaf yang bertugas memainkan benda kembar yang menggantung itu. Tangannya melingkar di pinggang istrinya begitu pun Sasti. Tangannya melingkar di leher sang suami. Sasti meminta Arnaf melepaskan pakaiannya. Dan tentu saja dia turuti.


Beberapa menit kemudian, Sasti berdiri sambil menurukan segitiga mini yang menutupi daging tembemnya. Arnaf benar benar dibuat terpana dengan tingkah istrinya. Kini di depan matanya,Arnaf disuguhi pemandangan cantik. Daging tembem istrinya benar benar terlihat memukau. Jari Arnaf pun tak kuasa untuk tidak menyentuhnya. Dia mulai memainkan jari jarinya di daerah daging tembem cantik istrinya.


Sastri yang tak kuasa menahan nikmat yang dilakukan jari suaminya pun seketika ambruk kembali dipangkuan sang suami.


Arnaf terus memainkan jarinya hingga tubuh sang istri bergetar hebat dan jarinya benar benar terasa basah. Sasti langsung memeluk tubuh suaminya dengan nafas yang sangat menderu. Di biarkannya sang istri mengatur nafasnya. Dan di saat sang istri memeluknya, Arnaf pun melepas celananya termasuk under wear dan dia lemparkan ke sembarang arah. Tangannnya mengusap betutu yang sudah menegang. Salah satu tangan Arnaf juga bermain main di tubuh bagian belakang bawah sang istri.


"Lanjutin yah?" Bisik Arnaf dan sang istri mengangguk. Dia melepaskan pelukannya namun tidak beranjak dari pangkuan sang suami. Kedua kaki Sasi di tekuk diantara tubuh bawah sang suami. Dan Arnaf membimbing kepala betutu agar tegak tepat di belahan daging tembem istrinya.


Melihat posisinya sudah tepat, Arnaf memberikan perintah ke sang istri untuk perlahan menurunkan badannya hingga kepala betutu itu perlahan memasuki belahan daging tembem. Terus dan terus hingga Betutu besar Arnaf masuk semua ke dalam daging tembem. Perlahan Sasti pun menggerakan badannya naik turun hingga benda kembarnya terlihat menari nari bebas di depan mata Arnaf. Tentu saja Arnaf tak menyia nyiakan keindahan itu. Dengan lahap mulutnya menikmati satu persatu benda kembar istrinya.

__ADS_1


Di saat semua keluarga sedang memikirkan bagaimana nasib Arnaf, tapi di dalam orang yang sedang terkena masalah malah asyik menikmati permainan yang diawali oleh sang istri sejak dia pulang tadi.


Racauan dan rintihan yang keluar dari mulut mereka pun memenuhi segala penjuru ruang kamar.


Bukan hanya posisi Sasti yang di atas, kini terlihat di sana, posisi Sasti sudah terkulai di bawah kungkungan tubuh sang suami. Hujaman hujaman lembut namun menghentak, membuat Sasti benar benar melayang atas perlakuan sang suami.


Dan hingga beberapa menit berlalu hujaman itu menimbulkan rasa yang ingin segera di keluarkan, baik dari Betutu Arnaf maupun Daging tembem Sasti. Arnaf semakin mempercepat hentakannya hingga beberapa menit di ujung hentakan, tubuh mereka berdua bergetar bersamaan keluarnya semburan cinta yang menyatu di dalam sana. Nafas mereka tersengal sengal. Untuk sesaat Arnaf masih berada di posisinya dengan Betutu yang masih tenggelam di belahan daging tembem.


Merasa sudah tuntas semuanya dia segera menjatuhkan tubuhnya di sisi sang istri. Dengan keringat yang masih bercucuran dia merengkuh tubuh Sasti dari belakang.


"Makasih sayang?" Bisiknya. Dia semakin erat memeluk tubuh itu.


Sasti meraih jam tangan suaminya dan dia memencet salah satu tombol di jam itu hingga tiba tiba terdengarlah suara yang mengagetkan sang suami. Sasti tersenyum. Ternyata pemikirannya benar.


"Sayang, ini?" Tanya Arnaf sambil mengangkat tangannya.


"Jam tangan yang aku pilih pas kita di Bali ada gunanya kan?"


Tak terkira betapa bahagianya Arnaf. Rasa khawatirnya pun seketika menghilang. Arnaf segera menciumi punggung dan tengkuk leher sang istri.


"Makasih sayang, terimakasih."


@@@@@


Panas euy, duh ada ada aja ni suami istri. Mau yang lebih panas, simak kisah ini yuk.

__ADS_1



__ADS_2