MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN

MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN
Perhatian Kembali..


__ADS_3

"Eeuugghh.." Lenguhan suara bariton seorang pria terdengar dari salah satu kamar yang berjejer. Dalam mata terpejam, nampak pria itu menggeliat dan meregangkan otot ototnya. matanya pun perlahan terbuka dan seketika dia terperanjat.


"Aku dimana?"


Pria itu bangkit dari tidurnya, mengedarkan pandangannya. Dan dia juga terkejut saat melihat badannya polos tanpa sehelai benang satupun.


"Apa yang terjadi? kenapa aku bisa seperti ini? tanya heran pada diri sendiri.


Dia hendak beranjak memungut pakainnya yang berserakan, namun tiba tiba dia dikejutkan dengan suara kekehan seorang perempuan.


"Kamu sudah bangun?" pria itu menoleh dan matanya membola. Seorang perempuan keluar hanya dengan menggunakan handuk yang dia lilitkan ditubuh rampingnya. Perempuan itu duduk di kursi dekat meja rias dan mengangkat satu kakinya serta menyinglangkannya di atas kaki yang lain.


"Kamu..!!"


"Kenapa? nggak perlu kaget gitu.." balas perempuan itu diringi senyum penuh arti.


"Kamu sengaja melakukan ini?" Tanya pria itu sembari memunguti pakaian beserta celana dan dan segera memakainya.


"Kalau iya, kenapa?" Balas perempuan itu santai.


"Cihh, perempuan rendahan kaya kamu mau melakukan hal menjijikan seperti ini pasti ada tujuanya kan?" terka pria itu.


"Kamu tahu? Syukurlah, aku jadi nggak perlu bertele tele menjelaskannya." Perempuan itu pun bangkit dengan membawa ponselnya kemudian dia menyerahkan ponsel ke pria yang sedang sibuk merapikan bajunya.


"Lihatlah apa isinya." dan pria itu menurutinya. dibukanya menu galeri dan di tekan simbol video. Awalnya dia terkejut namun sesaat kemudian dia tersenyum sinis.


"Kamu berharap bisa mengancamku dengan cara seperti ini?" perempuan itu terperangah namun sejurus kemudian dia kembali tersenyum.


"Gimana? baguskan videonya? bagaimana kalau video itu menyebar?" tanya perempuan itu tak gentar. Dia mendudukkan pantatnya di tepi ranjang.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya pria itu langsung ketujuan inti dan nampak perempuan itu menyeringai.


"Rebut istrinya Arnaf dan buat dia menderita."


"Arnaf? hahah kamu nggak mampu melakukannya sendiri sampai kamu melakukan hal yang sangat menjijikan seperti ini? kenapa nggak tobat aja sih kamu?"


"Aku nggak butuh ceramahmu, yang aku butuhkan adalah kerja samamu.." ucap perempuan itu mulai kesal.


"Lakukan sendiri aja, itu bukan urusanku. Ngapain aku merebut istri orang, meski aku mencntainya aku nggak akan melakukan hal serendah itu. Kalau kamu sih bodo amat, bukankah kamu memang udah nggak ada harganya."

__ADS_1


Degg.


Perumpuan itu terkesiap. Dadanya seperti ada yang menghujam dengan benda tajam. Lagi lagi hinaan harus dia dengar dari mulut laki laki yang diharap akan takut dengan ancamanya.


"Kamu ngak takut video itu menyebar dan pastinya nama kamu dan keluargamu akan.." Ucap perempuan itu kembali menampilkan seringai jahatnya.


"Nama keluarga aku akan hancur gitu? hahaha lagu lama."


Lagi lagi perempuan itu terkesiap. Laki laki yang diharapkannya akan takut dengan ancamannya malah terlihat santai tak ada rasa takut sedikitpun. Namun perempuan itu tetap memasang wajah angkuh.


"Nih aku kasih tahu ya, aku bahkan pernah bikin video yang lebih parah dari ini, jadi ngga perlu ngancam ngancam aku pakai ginian. Nggak bakalan mempan. Kalau kamu dendam dan ingin menghancurkan Arnaf, lakukan sendiri, jangan ngajak ngajak. Mentang mentang perempuan, bisanya jadinya jadi pengecut."


Merah padamlah perempuan itu. rencana yang sudah tersusun rapi malah dengan mudah hancur sebelum ada tindakan.


"Jangan pernah main main denganku nona, kalau kau tidak mau menyesal. Jika berani mengusikku, aku tidak segan segan akan bertindak yang lebih kejam terhadapmu.." Ancam pria itu penuh penekanan. Dan pria itu melenggang pergi meninggal perempuan yang nampak frustasi.


"Sial. lihat saja, apa yang akan aku lakukan, aku akan buat kamu terlibat dalam rumah tangga Arnaf. awas saja kamu" sumpah perempuan itu dengan mata penuh kebencian.


Sementara di waktu yang sama di tempat yang berbeda. terlihat Arnaf matanya berkeliling sejak keluar kamar. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu seseorang. Dan tentunya orang yang dia cari adalah istrinya.


saat dia membuka matanya, Sasti sudah tidak ada di sisinya. Dan saat matanya melirik ke arah jam, waktu sudah menunjukkan jam delapan siang, sudah dipastikan hari ini dia kesiangan. Beruntung ini adalah hari libur kerja, jadi dia merasa tak perlu khawatir.


"Sasti mana mah? kok nggak kelihatan?" tanya Arnaf langsung.


"Tuh lagi di belakang." tunjuk sang mamah sambil meletakkan botol minum dan beberapa gelas di atas nampan.


"Lagi ngapain sih?" tanya Arnaf penasaran.


"lihat aja sendiri.." balas Mia dan dia kembali beranjak ke arah taman belakang dengan nampan ditangannya.. Arnaf pun mengikutinya.


Dahi Arnaf mengernyit begitu sampai ditempat tujuan. Dia melihat Sasti sedang serius memperhatikan tukang yang sepertinya sedang membuat sesuatu. Terlihat Sasti juga sesekali memberi petunjuk dengan gerakan tanganya. Tak jauh dari sana, keluarganya juga sedang duduk santai menikmati akhir pekan. Arnaf mendekati istrinya yang nampak fokus itu.


"Lagi bikin apaan sih Sas?" Sasti menoleh dan tersenyum


"Sudah bangun?" bukannya menjawab Sasti malah balik bertanya.


"Udah , baru saja, kenapa aku nggak dibangunin?"


"Ya sengaja, lagian kan akhir pekan sudah pasti kamu libur kan?"

__ADS_1


Nyess, Arnaf tersentuh dengan perhatian yang Sasti ber8kan. Meski masih terasa ada jarak namun setidaknya jarak itu semakin menipis.


"Ini kamu sedang buat apaan?" tanya Arnaf sembari memperhatikan tukang yang terlihat memaku kayu panjang.


"Oh, ini, buat tempat latiannkamu berjalan. Biar bisa latihan dirumah juga, Nggak harus nunggu dirumah sakit.." Arnaf tertegun, lagi lagi Sasti memberi perhatian yang tak terduga.


"Kenapa dari semalam nggak cerita mau buat beginian? kalau tahu kan aku bisa mempersiapkan segalanya.."


"Ini aja mendadak mas, tadi pagi aku cerita sama nenek dan nenek ngijinin. Lagian kita akan lama tinggal disini.." dan senyum Arnaf terkembang seketika. Semakin lama tinggal disini, semakin lama juga dia tidur seranjang bareng istrinya.


"Tinggal lama? kok bisa?" tanya Arnaf pura pura terkejut, bertolak belakang dengan hatinya yang bahagia tak terkira.


"Iyalah, mending disini banyak orang. dirumah kamu sepi. kasian nenek juga."


"Ya udah sih terserah kamu. Barang barang yang dirumah mau dibawa kesini nggak? biar nyuruh orang orang membereskan.." tawar anraf.


"Nggak perlu, nanti kita aja yang pulang sebentar.."


"Naiklah. kamu mending sama nenek gih, biar aku yang disini.."


"Mas Arnaf aja yang kesitu, sekalian sarapan,ini juga ngga lama, ya pak ya?" dan sibtukang mengangguk.


Arnaf mengiyakan saja kemudian dia mengarahkan kursi rodanya menuju tempat dimana nenek dan yang lain berada.


"Gimana Naf?" tanya Bagus begitu Arnaf sampai.


"Gimana apanya pah?"


"Masih ada niat mengganti Sasti dengan perempuan lain?"


Degg


@@@@@


...Hai reader, gimana ceritanya? seru nggak? kritik dan sarannya dong, tulis di kolom komentar. Dan jangan lupa, dukungan juga seperti like vote rate fave, biar makin semangat nulisnya....


...Sambil nunggu yang ini up, ngga ada salahnya dong baca cerita lainnya yang tak kalah uwuw....


__ADS_1



__ADS_2