MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN

MENJERAT CINTA MANTAN TUNANGAN
Bangun Tidur Ku Terus..


__ADS_3

"Eughh.." Suara lenguhan lirih nan lembut terdengar manja dari bibir perempuan yang telah terlelap beberapa jam yang lalu. Perempuan itu menggerakkan badannya namun seketika pergerakannya terhenti karena dia merasa ada yang menahan tubuhnya.


Dan benar saja, saat mata itu perlahan terbuka. Dirinya langsung disajikan pemandangan dagu berjambang, rahang yang tegas, leher yan jenjang serta dada yang bidang dengan tangan mendekap erat tubuhnya.


Nyaman. Itulah yang dirasakan perempuan itu saat ini. Kenyamnan dari laki laki yang cintanya sempat terbagi kini benar benar kembali dengan berjuta ketulusan yang siap dicurahkan untuknya.


Cecara perlahan perempuan itu memajukan kepalanya dan


Cup.


Satu kecupan lembut dia layangkan di titik hitam yang tertelak pada dada bidang sang suami. Dan kembali dia membenamkan kepalanya direngkuhan tubuh indah Indah suaminya yang masih terlelap.


Merasa ada pergerakan, sang suami juga nampaknya tersadar dari tidurnya kerena pergerakan itu. Meski kesadarannya belum sepenuhnya kembali, dia sadar betul kalau pergerakan kecil itu dilakukan oleh sang istri yang telah membuka mata terlebih dahulu.


Dia langsung mendaratkan ciumannya ke rambut sang istri. Dengan mata terpejam dia juga mengencangkan pelukannya agar tubuhnya semakin terasa hangat dengan sentuhan dari kulit tubuh wanita tanpa busana di hadapannya.


"Jam berapa sekarang?" Tanya sang suami dengan suara yang masih berat dan mata terpejam.


"Tidak tahu, mungkin sudah sore." Jawab sang istri.


"Apa masih hujan?"


Sang istri sejenak mangangkat kepalanya dan melihat lewat jendela kaca yang terpampang di hadapannya.


"Sudah reda, kenapa?" tanya sang istri menatap wajah sang suami begitu dekat.


Sang suami pun membuka matanya dan menatap sang istri begitu lekat. Sang suami tersenyum dengan manisnya. Meski baru bangun tidur justru ketampanan sang suami benar benar terlihat lebih tampan daripada hari hari biasanya.


"Enggak kenapa napa. Kali saja kamu ingin malam ini kita keluar."


Sang istri tidak menawab. Justru dia kembali menaruh kepalanya di dada sang suami.


"Aku lagi tidak mau ngapa ngapain, lagi pengin seperti ini saja."

__ADS_1


Sang suami terlihat semakin bahagia mendengar jawaban sang istri. Meski belum ada kata cinta, sang suami yakin rasa yang dulu sempat hilang dari istrinya, kini telah kembali. Dia bersyukur, ternyata ide untuk bulan madu tak sekedar misi membuat cucu, tapi ada hasil lain yang lebih bermakna dari itu.


"Apa masih perih?" Tanya sang suami membalai lembut kepala sang istri.


"Sepertinya udah baikan."


Mendengar jawaban sang istri, sang suami menggerakkan tangan satunya mencoba meraih daging tembem sang istri. Dia juga menggeser tubuhnya sedikit ke arah bawah agar tangan satunya mudah menjangkau keindahan yang dimiliki istrinya.


"Coba kakinya angkat satu, biar aku pijat lagi." Sang istri menurut saja. Dia membuka salah satu kaki dan menekukknya.


Kini jari jari sang suami mulai perlahan memijat lembut bibir daging tembam sang istri.


"Sakit?" Sang istri menggeleng.


dengan telaten sang suami menggerakan jari jarinya hingga beberapa menit kemudian jarinya terasa basah dan dia langsung menatap wajah isrtinya.


"Pengin lagi?" Tanya sang suami dan sang istri yang sudah terbakar hasrat tentu saja mengangguk.


Sebenarnya sang suami tak perlu bertanya. Dari wajahnya pun kelihatan sang istri sudah terbakar hasrat. Namun untuk memastikannya meluncurlah pertanyaan tersebut. dan sang istri memberi lampu hijau.


Ciuman itu semakin mengganas dan menggila. Hingga beberapa menit setelah berperang bibir, kini tujuan sang suami adalah benda kenyal yang nampak kencang bergerak indah seperti menantang untuk dihabiskan.


Tak perlu meminta ijin, sang suami terus saja menyerang dengan mulutnya memangsa benda kenyal itu secara liar. Seperti bayi yang sedang kehausan, dua benda itu dilahap dengan penuh semangat secara bergantian.


Sang istri hanya pasrah, dirinya merasa melayang akibat perlakuan suami yang benar benar membuat hasratnya tinggi menjulang dengan jari sang suami yang masih bermain main dibelahan daging tembem miliknya.


Hanya suara erangan yang menggema di segala penjuru ruangan ini menemani permainan panas mereka.


Setelah puas bermain tangan, kini sang suami mengangkat tubuhnya dan bertekut lutut diantara dua kaki sang istri yang sudah membentang lebar dan siap untuk diserang. Ikan betutu itu namk gagah menantang dan sudah siap menerjang kembali pipi tembem istrinya. 0erlahan kepala betutu itu mendekat hingga ke tepi belahan daging tembem. Di arahkannya mulut betutu mengusap ujung belahan naik turun hingga si pemilik daging tembem kembali merintih.


"Mas, jangan lama main mainnya. Cepet masukin." Rintih sang istri dan menerbitkan senyum yang cerah pada bibir suaminya.


"Iya sayang, maaf, mas masuk ya."

__ADS_1


Dan perlahan kepala betutu itu memasuki ronga bibir daging tembem hingga seluruh badannya masuk. Setelah merasa pas mulailah sang pemilik betutu menggerakan pinggangnya perlahan. Mata sang pemilik betutu bergantian menatap wajah sang istri dan keluar masuknya betutu di belahan daging tembem istrinya.


Sang suami juga mencodongkan sedikit badannya dan salah satu tangannya menggenggam benda kenyal dan memainkannya secaran bergantian.


Dengan disaksian alam liar yang tersaji di depan mata, suami istri itu benar benar menuntaskan gelora yang begitu membara.


Berkali kali tubuh sang istri bergetar dengan suara raungan yang melengking indah dengan keluarnya air suci yang membasahi sekujur tubuh betutu suaminya yang sedang bermain main di dalam sana. Sedangkn sang betutu belum ada tanda tanda ingin meludah. Masih keras menerjang dan menghujam daging tembam milik istrinya.


Hinga selang beberapa lama berkedutlah sang betutu. Nampaknya dia ingin segera meludah. Bersamaan dengan itu sang istri merasakan hal yang sama hingga keluarlah secara bersama menyembur dan bersatu dari bagian tubuh yang sedang beradu dibawah sana.


Kembali keduanya tumbang dalam deru nafas yang menderu.


Kini hanya rasa lelah yang mereka rasakan. Setelah alur nafas mereka kembali normal, sang istri kembali merebahkan kepalanya di dada sang suami dan tentu saja sang suami langsung menyambutnya dengan penuh cinta.


"Tinggal mandi sayang." Ucap sang suami setelah mencium pucuk kepala istriiya.


"Entar dulu lah mas, masih capek." Ucap istrinya manja.


"Baiklah. udah ngak sakit sepertinya yah?"


"Engak, tapi badanku kaya remuk mas."


"Remuk kenapa?"


"Pakai tanya kenapa lagi. Aku mencapai pincak berapa kali coba, kamu malah sekali doang."


"Hahha, maaf, tapi ya keadaannya begitu sih gimana. Berarti aku punya bakat bisa memuaskan wanita dong."


"Tapi jangan sampai bikin puas wanita lain loh, awas aja."


"Haaha, iya sayang, aku tahu kok, aku akan gunakan kesempatan yang kamu berikan sebaik baiknya. Aku nggak bisa berjanji tapi aku akan buktikan kalau hanya kamu wanita yang aku inginkan Sasti."


Sang istri hanya tersenyum dan dia memeluk tubuh sang suami semakin erat.

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2