Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 27 Tersimpan dalam ingatan


__ADS_3

Kalimantan.


Arjune sedang makan malam bersama dengan Queen dan Gunawan, papa angkatnya yang sebentar lagi akan menjadi papa mertuanya.


"Papa sudah menentukan tanggal yang bagus untuk kalian menikah bulan depan." Tutur Gunawan ditengah santapan makan malam.


"Bulan depan, pa?"


"Iya, kenapa? Apa putri papa ada pekerjaan full bulan depan?"


Queen sudah menyelesaikan kuliahnya dan kini dia sudah mulai bekerja di kejaksaan.


"Tidak pa. Tapi mungkin kak Arjune yang sibuk bulan depan."


"Begitukah Arjune?"


"Tidak juga, pa. Memang sih awal bulan depan ada acara peresmian resto dan butik baru. Tapi itu awal bulan depan pa."


"Baguslah. Karena memang tanggal yang papa tetapkan itu pertengahan bulan depan."


Arjune dan Queen tersenyum sembari bersitatap menanggapi ucapan papa mereka barusan.


"Pernikahan kalian sebaiknya diadakan di Bandung saja. Di rumah yang baru papa belikan untuk hadiah pernikahan kalian."


"Papa benar benar membelikan rumah di Bandung?" Queen bahagia sekali mendengar pernyataan papanya.


"Iya sayang. Papa sudah membelikan rumah untuk kalian tempati di Bandung."


"Terimakasih papa." Queen mengatakan itu dengan ekspesi imut, menggemaskan dan manja.


"Setelah menikah, putri papa akan tinggal dan menetap di Bandung bersama suamimu. Karena suamimu sekarang CEO di perusahaan cabang Bandung."


Arjune tersenyum saja menanggapi apa yang dikatakan papanya. Dan saat itulah Queen menatap wajah Arjune yang seketika membuat hatinya berdegup kencang. Bukan karena semakin jatuh cinta pada calon suaminya itu, tapi karena senyuman diwajah Arjune menyiratkan kesedihan bukan kebahagiaan.


Ini pertama kalinya aku melihat senyuman seperti ini diwajah kak Arjune. Apa mungkin kak Arjune belum siap menikah denganku? Atau jangan-jangan kak Arjune menyimpan wanita lain dalam hatinya?


Kecurigaan Queen bukan tidak berdasar. Karena sebenarnya dia tahu sejak awal pertunangan pun Arjune memang tidak menyukainya sebagai wanita, tapi suka, cinta dan sayang Arjune padanya lebih seperti kasih sayang seorang kakak laki-laki pada adik perempuannya. Namun, Queen terus berusaha untuk membuat Arjune cinta benaran padanya dan bisa menatapnya sebagai seorang wanita.


Queen merasa usahanya untuk membuat Arjune mencintainya hampir berhasil. Tapi, akhir akhir ini Queen terus-terusan curiga dan merasa Arjune berubah menjadi dingin dan agak asing untuknya.


Tidak terasa akhirnya makan malam selesai. Gunawan mempersilahkan Queen dan Arjune untuk mengobrol sebelum Arjune berangkat ke Surabaya untuk menemui keluarganya yang tinggal di pedesaan.

__ADS_1


Syauqi Arjune Favian, seorang yang sangat cerdas hingga mendapat beasiswa untuk sekolah di SMA N Bandung, kemudian mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan kuliah ke Singapura. Di Singapura lah dia bertemu dengan Gunawan yang tertarik karena Arjune menurutnya cerdas dan berjiwa kepemimpinan yang sangat baik. Saat itulah Gunawan mengangkatnya menjadi anak. Setelah tiga tahun kemudian saat Queen putrinya lulus SMA, dia menjodohkan Arjune dan Queen.


Tidak ada alasan bagi Arjune untuk menolak. Terlebih Gunawan sangat berjasa selama Arjune menempuh pendidikannya di negara asing itu. Arjune memang mengorbankan hatinya yang sudah dimiliki oleh seorang gadis sejak lama demi membalas budi kebaikan Gunawan. Tapi, meski begitu Arjune juga sangat komitmen untuk tidak pernah menduakan Queen apapun yang terjadi.


Arjune benar-benar menepati janjinya. Dia tidak pernah dekat atau menjalin hubungan dengan wanita manapun selain Queen. Tapi, setelah pertemuannya dengan Naura yang rupanya telah menjadi pemilik hatinya sejak tujuh tahun terakhir membuatnya sedikit ragu untuk melanjutkan pernikahan dengan Queen.


Apapun yang terjadi, aku akan tetap menikahi Queen seperti janjiku. Lagi pula, Naura sudah bersuami.


Queen menatap wajah Arjune yang tampak bingung dan melamun padahal sejak tadi Queen mengoceh bicara padanya.


Maafkan aku. Bismillah, aku harus bisa memberikan seluruh hatiku untuk Queen mulai dari sekarang.


"Kak." Queen memanggil Arjune.


"Kak Arjune!" Akhirnya Queen berteriak dengan menyentuh bahu Arjune hingga membuat Arjune terkejut.


"Oh Queen, maaf kakak melamun."


"Melamun tentang apa, kak?"


Arjune menghela napas dalam, kemudian dia menatap wajah cantik Queen. "Kakak tiba tiba teringat ibu, Adinda sama Sayyid juga. Sudah hampir setengah tahunan kakak tidak menjenguk mereka."


"Kakak merindukan mereka?"


Queen memeluk Arjune dan memberikan tepukan lembut dipunggung Arjune untuk memberi ketenangan pada calon suaminya itu.


Maafkan aku Queen. Sungguh aku tidak bermaksud untuk membohongi kamu.


"Kak, boleh aku ikut kakak. Aku juga ingin bertemu dengan ibu. Belum pernah sekalipun aku bertemu ibu. Bahkan sekarang kita sudah akan menikah aku masih belum bertemu ibu secara langsung."


Queen melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah Arjune yang kini tersenyum sangat manis padanya.


"Maukah calon istri kakak ikut ke kampung menemui ibu?"


Arjune menannyakan itu sambil menggenggam erat kedua tangan Queen.


"Tentu saja aku mau."


"Ya sudah, kalau begitu kamu harus siap siap sekarang dan tidur lebih awal. Penerbangan kita pukul enam pagi."


"Mmm, penerbangan kita? Memangnya kakak sudah memesankan tiket penerbangan untukku?"

__ADS_1


"Tentu saja sudah sayang. Meski kamu tidak merengek untuk ikut menemui ibu, kakak memang mau mengajak kamu ikut. Karena ibu juga ingin bertemu dengan calon menantunya yang cantik dan imut ini."


Arjune mencubit manja kedua belah pipi Queen. Senyuman bahagia mengembang diwajah Queen, hingga dia kembali memeluk calon suaminya itu.


Setelah berpelukan cukup lama, Queen akhirnya kembali kekamarnya untuk bersiap mengemas pakaiannya ke dalam koper. Sedangkan Arjune masih duduk di kursi taman belakang sambil menatap bintang-bintang dilangit.


"Hah." Arjune menghela napas. Kemudian dia memejamkan matanya dan ingatannya membawanya bernostalgia ke masa tujuh tahun yang lalu saat pertama dia menatap Naura untuk pertama kalinya.


Arjune diundang untuk memberikan sambutan pada siswa baru di SMA nya sebagai alumni. Saat itu semua siswa baru berkumpul di aula besar sekolah sambil menunggu kedatangannya.


"Selamat pagi siswa baru semuanya!" Sapa ketua Osis.


"Pagi kak." Jawab mereka serentak.


"Baiklah, pagi ini kakak membawa seorang alumni yang sangat kita nanti-nantikan. Dia merupakan lulusan terbaik SMA kita yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Singapura."


"Wuah, kak Syauqi!" Teriak beberapa siswa yang sudah mendengar desas-desus tentang alumni yang hebat itu.


"Hari ini dia datang untuk menyambut kalian semua dan memberikan tips yang banyak agar kalian bisa menjadi siswa-siswa yang pintar dan berprestasi sepertinya. Sambutlah kak Syauqi Arjune Favian!"


Begitu namanya disebut, Arjune langsung maju dan menyapa semua siswa baru yang menatap kagum padanya.


"Mmm, ganteng banget."


"Iya keren banget. Rasanya aku mau jadi pacarnya kak Syauqi." Beberapa siswi saling berbisik.


"Na, lihatlah betapa tampannya wajah kak Syauqi." Bisik Zahra ditelinga Naura yang sejak tadi fokus pada bukunya. Dia tidak tertarik sama sekali dengan alumni tersebut.


"Mmm."


"Na, lihat deh sekali aja."


Zahra menarik wajah Naura untuk mendongak menatap kearah depan sana.


"Apaan sih Ra…"


Mata Naura menatap wajah lembut Arjune yang saat itu secara kebetulan entah takdir yang mengaturnya, mata Arjune juga tertuju pada Naura yang mulai tersenyum kagum.


"Ra, kak Syauqi keren banget, ya." Ungkap Naura tanpa mengalihkan pandangannya dari Arjune.


Sedangkan Arjune di depan sana, merasa sedikit gugup dan berusaha mengalihkan pandangannya kearah lain.

__ADS_1


Siapa gadis itu. Senyumnya dan matanya membuat aku penasaran.


Begitulah awal pertemuan Arjune dengan Naura. Hanya sekilas saja, tapi senyuman Naura, nama Naura yang diketahuinya saat tidak sengaja mendengar seorang guru memanggil nama itu, dan tatapan mata Naura saat itu masih terus teringat dan tersimpan rapi dalam hati dan ingatannya sampai saat ini. Padahal Naura sendiri tidak mengingatnya sama sekali.


__ADS_2