
Sudah satu minggu sejak malam Irul melamar Naura. Pria itu sudah tidak pernah datang lagi ke distro sama sekali. Naura pun juga tidak pernah mengharapkannya sama sekali. Naura juga menyembunyikan dari ayah dan hunda tentang Irul yang melamarnya secara tiba tiba. Naura tahu pria itu hanya bermain main, jadi dia tidak mau membuat kedua orangtuanya kembali kecewa.
"Mbak, mas Irul kok nggak pernah datang lagi ya." Ujar Lili yang diam diam mendoakan semoga Irul benar benar jodoh untuk Naura.
"Tidak usah membahasnya, Li. Pria itu hanya sekedar bermain main."
"Tapi, aku malah mempercayainya. Aku malah berharap mas Irul itu tulus mau menjadikan mbak Naura istri." Gumam Lili.
Naura hanya tersenyum menanggapi ocehan Lili. Lagian ngapain juga Lili percaya pada pria asing yang tiba tiba mengajak menikah tanpa tahu asal usul silsilah keluarga dan banyak hal lainnya juga.
Tapi, kali ini Naura tidak ditipu dan tidak dipermainkan. Justru saat ini keluarga Irul benar benar datang ke rumahnya. Yani dan Rudi yang hendak berangkat ke distro menyusul Naura pun terhalang karena kedatangan rombongan itu.
"Assalamu'alaikum, bapak, ibu." Sapa Seorang pria yang dikenal oleh Rudi dan Yani.
"Pak Arjune!" Seru mereka yang terkejut dengan kedatangan Arjune.
"Bapak sama ibu pasti bingung karena kami datang tiba tiba." Sahut Arjune yang menggendong bocah menggemaskan anaknya yang berusia tiga tahun.
"Iya, kami benar benar bingung, ada apa ya pak Arjune datang ke mari?" sahut Rudi.
"Aduh, mas mari kita ajak rombongan pak Arjune masuk dulu. Kita mengobrol di dalam saja." Ajak Yani menyarankan.
Akhirnya rombongan Arjune pun masuk ke rumah Rudi. Diantara rombongan itu ada Khoirul, atau mas Irul. Ya, dia adalah sepupu Arjune dan Arjune juga yang menyarankannya untuk menikahi Naura. Itulah alasan mengapa Irul datang ke distro hari itu. Tujuannya untuk melihat seperti apa sosok Naura. Rupanya irul jatuh hati dan mantap melamar Naura.
Kini rombongan sudah berada di rumah. Arjune pun mulai menyampaikan maksud kedatangan mereka. Dia juga memperkenalkan sepupunya Khoirul.
"Jadi, nak Khoirul ini mau melamar Naura?" Tanya Rudi.
__ADS_1
"Iya bapak. Saya ingin melamar Naura." Jawab Irul tegas.
Sebentar Rudi dan Yani saling bersitatap, lalu mereka tersenyum senang. Ya, mereka senang karena akhirnya ada yang melamar Naura.
"Irul ini sudah berusia akhir 30 an pak. Tapi, dia masih bujangan." Lanjut Arjune menjelaskan tentang sepupunya itu yang sudah berumur.
"Tidak masalah. Kami tidak masalah dengan umur, selama nak Khoirul bena benar mau menikahi anak kami Naura." Sahut Yani.
"Tapi, kami tidak bisa memberi jawaban atas lamaran nak Khoirul. Karena kami tidak berhak atas itu." Lanjut Rudi.
"Ya, kami paham." Sahut Arjune.
Pada saat itu juga, Naura tiba di depan rumah. Dia bingung melihat tiga mobil mewah teparkir di depan rumahnya. Tidak mau terlalu lama kebingungan, Naura pun akhirnya masuk ke rumahnya.
"Assalamu'alaikum.."
Semua mata menoleh kearah Naura. Dan wajah pertama yang dilihatnya adalah wajah Irul, pria yang berjanji akan datang melamarnya dan kini benar benar datang menemui kedua orangtuanya.
"Nah kebetulan karena Naura sudah ada disini, kita bisa mendengarkan langsung jawaban darinya." Sambung Rudi.
Naura pun melangkah bersama bundanya. Dia duduk diantara ayah dan bundanya yang menghadap langsung pada rombongan keluarga Irul. Mata Naura juga menangkap sosok Arjune dan Queen yang sudah dikenalnya sejak lama. Hal itu membuat berbagai pertanyaan muncul di pikirannya.
"Jangan bingung Naura. Sebenarnya Irul adalah sepupu saya. Maaf karena saya yang menyarankan dia untuk mengenalmu melalui menjadi pelanggan di distro kamu." Tutur Arjune menjelaskan.
Naura mengangguk paham. Ya kini dia paham kenapa Irul terlihat seperti pelanggan yang aneh dimatanya. Selain itu, Naura juga jadi tahu keluarga Irul yang ternyata berasal dari keturunan yang baik dan juga jelas asal usulnya.
"Jadi bagaimana, Naura? Apakah kamu mau menerima lamaran Irul?" Ulang Arjune.
__ADS_1
"Bolehkah saya bertanya satu hal?" Tanya Naura.
"Boleh. Tanyakan saja Naura." sahut Arjune.
"Saya mau kenal dengan kedua orangtua mas Irul." Naura menatap satu persatu rombongan yang ada didepannya.
"Irul tinggal bersamaku sejak lama. Kedua orangtuanya sudah meninggal sejak lama. Dia tinggal sendiri dan hanya memiliki saya." Jawab Arjune.
"Lalu…" Naura menanyakan rombongan yang dibawa Arjune.
"Mereka ini kelaurga istri saya yang juga sudah menganggap Irul sebagai keluarga mereka."
"Tapi saya janda." Sahut Naura lagi.
"Tidak apa, Naura. Saya tahu kamu sudah pernah menikah sebelumnya." Sahut Irul. Dia tampak khawatir Naura akan menolak lamarannya. Dia sudah terlanjut jatuh hati pada Naura.
"Baik, lamaran mas Irul saya terima. Tapi syaratnya kita menikah malam ini juga."
Syarat yang diberikan Naura membuat ayah dan bundanya terkejut.
"Kamu yakin, nak?" Tanya Yani dan Rudi.
"Insyaa Allah aku yakin, ayah, bunda." Jawab Naura tegas tanpa ada keraguan disana.
"Baik. Saya terima syarat dari kamu, Naura." Sahut Irul semangat.
Setelah kedua mempelai merasa siap untuk menikah, Rudi pun langsung menjemput bapak imam, perangkat masjid lainnya, saksi dan juga bapak rt dan rw setempat. Setelah semuanya siap, Naura dan Irul pun dinikahkan.
__ADS_1
Rudi memegang tangan Irul. Dia pun menikahkan putrinya lagi dengan seorang pria asing yang terlihat tulus dimatanya.
Akhirnya Naura dan Irul pun sah menjadi pasangan suami istri dalam ikatan pernikahan secara agama. Sedangkan peresmiannya akan diurus oleh Arjune segera, paling lambat seminggu kemudian.