Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 44 Usaha Lutfi


__ADS_3

Usai makan, Lutfi pun langsung mengantar Naura ke perumahan yang dikhususkan untuk karyawan oleh perusahaan. Dan Lutfi juga tinggal di perumahan itu. Hanya saja karena jabatan Lutfi sebagai Direktur, jadi dia menempati rumah yang lebih elit dan lumayan berjauhan dengan perumahan tempat karyawan biasa seperti Naura.


Keesokan harinya. Hari pertama Naura bekerja. Dia disambut ramah oleh semua karyawan. Pekerjaannya juga tidak begitu berat dan tidak ada lembur juga. Jadi, Naura bisa menjaga kesehatan mental dan fisiknya tetap stabil meski sudah kembali bekerja.


Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah hampir lima bulan Naura tinggal dan bekerja di Surabaya. Dia juga selalu rutin berkomunikasi dengan ayah dan bunda. Naura sebenarnya juga ingin pulang karena merindukan mereka, tapi belum ada cuti sama sekali selain cuti akhri pekan.


Saat cuti akhir pekan, Rudi dan Yani tidak mengizinkan Naura untuk pulang sama sekali, kecuali pulangnya diantar sama Lutfi. Tapi, Naura tidak pernah mau meminta Lutfi untuk mengantarnya pulang.


Lutfi sebenarnya sudah sering menawarkan mengajak Naura pulang kampung, tapi Naura menolak. Lutfi juga berusaha mendekati Naura layaknya seorang pria mendekati wanita yang disukainya, tapi Naura seakan membangun tembok yang kokoh di hatinya.

__ADS_1


Tentu Naura melakukan itu, karena dia masih trauma untuk kembali membuka hati setelah dibohongi oleh pria yang sudah mendapatkan hatinya. Dia tidak ingin hal seperti itu terulang lagi. Dan lagi pula, Naura juga sudah merasa nyaman untu tetap sendiri. Cukuplah menikah sekali seumur hidup, dan dia sudah pernah menikah sebelumnya. Jadi, Naura sudah menutup rapat hatinya.


Meski begitu, Lutfi tidak menyerah. Dia pun akhirnya memutuskan pulang kampung sendiri untuk menemui ayah dan bunda.


"Nak Lutfi!" Sambut Yani senang saat melihat kedatangan Lutfi.


"Bunda, ayah." Lutfi mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


"Tidak apa, nak. Dan bunda harap nak Lutfi tidak tersinggung atas sikap dingin Naura. Maklumi saja, dia pernah gagal berumah tangga, lalu di tipu oleh kekasihnya juga. Bunda rasa Naura belum siap untuk kembali membuka hati."

__ADS_1


Lutfi hanya tersenyum miris mendengar penuturan Yani. Ya, dia sudah pernah memberitahu Yani dan Rudi bahwa dia mencintai Naura dan ingin menjadikan Naura istrinya. Tentu Yani dan Rudi menyetujui niat baik Lutfi. Tapi, ternyata Naura yang belum siap.


"Nak Lutfi tidak perlu menunggu Naura. Jika semisal, ada wanita lain yang menggoda hati Nak Lutfi, silahkan saja. Jangan mengkhawatirkan Naura. Ayah sama bunda juga akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk nak Lutfi. Ya, anggap saja kita dipertemukan dengan takdir untuk saling mengasihi dan menyayangi sebagai keluarga."


Rudi mengatakan itu dengan perasaan yang tulus dan memang benar mereka menganggap Lutfi sudah seperti anak sendiri dan bagian dari keluarga.


"Terimakasih ayah.. bunda. Tapi untuk sementara belum ada siapapun yang menggoda hatiku selain Naura. Aku masih ingin berusaha untuk mendekati Naura dan meyakinkannya bahwa aku benar benar tulus." Ungkap Lutfi tanpa sungkan lagi di hadapan Yani dan Rudi yang memang sudah dianggapnya sebagai orangtua kandungnya juga.


"Bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk nak Lutfi dan juga Naura. Kalian adalah anak anak ayah dan bunda. Tentu kami ingin melihat kalian bahagia." Lanjut Yani.

__ADS_1


"Terimakasih bunda."


Yani dan Rudi tersenyum menatap wajah teduh Lutfi, namun matanya memancarkan kesedihan dan kegelisahan.


__ADS_2