
Naura datang ke kantor cabang salah satu perusahaan swasta.
"Selamat pagi, mbak. Ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis.
"Pagi. Ee saya mau menyerahkan surat lamaran saya." Naura menyerahkan amplop coklat yang berisi surat lamaran kerjanya.
"Kalau boleh tahu, nama mbak siapa?"
"Saya Naura."
"Mohon tunggu sebentar ya, mbak Naura."
Naura mengangguk.
Sebentar mbak resepsionis tampak menghubungi seseorang. Dia terdengar memberitahukan kedatangan Naura pada orang yang dihubunginya itu.
"Mari saya antar mbak Naura ke ruangan bapak Arjune."
Naura tampak bingung, terlebih saat mbak resepsionis menyebutkan nama Arjune. Tapi, dia tetap mengikuti langkah resepsionis itu menaiki tangga biasa menuju lantai dua. Ya, gedung kantor ini hanya terdiri dari tiga lantai saja, dan ruangan Arjune ada di lantai dua.
Begitu tiba di depan ruangan Arjune, mbak resepsionis mengetuk pintu pak Arjune dan terdengarlah sahutan dari dalam sana.
"Silahkan masuk mbak Naura."
__ADS_1
Wanita itu pun meninggalkan Naura di depan ruangan pak Arjune.
"Permisi, bapak." Naura membuka pintu itu dan melihat siapa yang duduk di kursi belakang meja komputernya.
"Pak Arjune!"
"Iya, Naura. Saya Arjune. Mari silahkan masuk, duduk dulu disini." Arjune memerintahkan Naura untuk duduk di kursi di depan mejanya.
Meski ragu Naura pun duduk di sana. Dia menundukkan pandangannya, tidak berani menatap wajah Arjune.
"Mulai besok kamu bisa langsung masuk kerja. Kamu diterima sebagai karyawan bagian perencanaan."
Mata Naura melotot. Dia tidak menyangka bisa langsung di terima bekerja tanpa harus melalui tes ataupun wawancara kerja sebelumnya.
"Kamu berhak mendapatkan pekerjaan ini, Naura."
Naura hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Arjune.
"O iya, Naura. Saya sudah menikah dengan Queen." Arjune memberitahukan pada Naura tentang dirinya yang sudah menikah.
Naura kembali tersenyum, namun senyum kali ini tampak sangat samar.
Kenapa pak Arjune mengatakan dia telah menikah? Apa dia takut aku goda. Astaghfirullah, maaf ya pak, aku memang janda, tapi aku tidak berniat untuk menggoda suami orang sama sekali.
__ADS_1
"Saya rasa kamu harus tahu, sebenarnya saya mengundang kamu dan Tama untuk hadir di pernikahan saya. Tapi sayangnya Tama malah hadir dengan membawa wanita lain dan dia bilang kalian sudah berpisah."
Oh, jadi karena itu. Pasti Tama menceritakan cerita buruk tentangku pada pak Arjune juga.
"Selamat ya pak atas pernikahan pak Arjune dan ibu Queen. Semoga bapak dan ibu bahagia selalu dalam menjalani pernikahan kalian."
"Aamiin, terimakasih ya Naura. Eem kamu juga semoga dapat pengganti yang jauh lebih baik dari Tama."
"Terimakasih, pak."
Sejenak tidak ada lagi obrolan, tapi Naura bingung untuk pamitan. Takutnya Arjune masih ingin mengatakan atau mengajukan pertanyaan lain yang berkaitan dengan pekerjaan.
"O iya Naura. Ini kartu pengenal kamu sebagai karyawan tetap di sini." Benar saja rupanya Arjune memberikan kartu tanda pengenal untuk Naura.
"Terimakasih pak. Maaf sebelumnya, apa masih ada hal lain yang mau bapak sampaikan?" Tanya Naura karena memang dia ingin segera keluar dari ruangan itu.
"Tidak. Kamu boleh pergi sekarang. Jangan lupa besok mulai masuk dan kalau bisa datangnya lebih awal, karena akan ada beberapa pengarahan dari ketua tim perencanaan."
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi."
"Silahkan."
Naura pun langsung keluar dari ruangan itu dengan perasaan hati yang lega.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya aku punya pekerjaan lagi." Kaki Naura melangkah cepat meninggalkan gedung kantor itu. Tidak lupa dia mengabarkan pada ayah dan bundanya bahwa dia sudah mendapat pekerjaan dan mulai masuk kerja besok.