Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 47 Mas Irul


__ADS_3

Usai magrib, Naura datang ke distro untuk memeriksa keadaan distro.


"Mbak, untung mbak Naura datang." Seorang pegawainya menghampiri.


"Ada apa Lili?" Tanya Naura heran melihat raut wajah Lili yang tampak ketakutan.


Malam ini dia yang menjaga distro bersama dua teman lainnya. Tapi kedua temannya itu tidak masuk karena katanya mereka sakit. Jadilah Lili sendirian sejak magrib tadi di distro.


Perlahan Lili menunjuk kearah sudut parkir di depan distro mereka. Ada seorang pria berhelem duduk di atas motor disana.


"Ada apa?" Bisik Naura pada Lili.


"Mbak, pria itu sudah hampir dua puluh menitan disana. Aku takut, dia seperti mengintai ngintai, mencari kesempatan untuk berbuat jahat." Adu Lili yang berpikir buruk tentang sosok pria berhelem itu.


"Jangan berprasangka buruk dulu, Lili."


"Tapi, mbak…"


Naura sudah melangkah menghampiri pria berhelem itu.

__ADS_1


"Permisi, mas!" Seru Naura.


Pria itu pun menegakkan kepalanya dan menoleh kearah Naura yang berdiri di sampingnya. Mata pria itu menatap kagum pada Naura, namun Naura tidak bisa melihat matanya karena tertutup kaca hitam helemnya.


"Maaf mas, ada perlu apa ya? Kata karyawan saya, mas sudah disini sejak magrib tadi." Tanya Naura hati hati.


Sebentar pria itu melepas helemnya. Terlihatlah wajah rupawannya. Naura pun langsung mengalihkan pandangannya takut pria itu mungkin tebar pesona. Ah akhirnya Naura juga berprasangka buruk pada pria itu.


"Maaf kalau saya mengganggu. Tapi, saya mau bertemu pemilik distro. Namanya mbak Naura kalau tidak salah." Ucap Pria itu dengan suaranya yang khas dan nyaman didengar oleh telinga.


Lili terpesona dengan ketampanan wajah pria itu dan juga terlena mendengar suaranya. Dengan segera saja Lili menghampiri Naura.


"Ee, ini saya mau membeli pakaian ini untuk hadiah ulang tahun adik saya. Nah dia reques sama saya untuk membelinya disini di distro mbak Naura." Pria itu memperlihatkan foto dress yang ingin dibelinya untuk hadiah ulang tahun adiknya katanya sih begitu.


"Oh begitu. Saya bisa membantu mas memilihkan beberapa dress dengan brand ini. Mari silahkan masuk ke distro, mas." Ajak Naura.


Lili mengekor di belakang Naura diikuti oleh pria rupawan tadi.


Setah tiba di distro, Naura langsung memperlihatkan empat dress dengan brand yang dimaksud pria itu.

__ADS_1


"Ini dressnya mas. Tapi, kalau adiknya mas mau yang sama persis seperti yang ada di gambar. Maaf sekali mas, corak seperti itu sudah terjual habis. Karena hanya ada lima yang seperti itu." tutur Naura menjelaskan.


Pria itu mengangguk paham. Lalu kemudian dia tampak celingukan seakan mencari sesuatu.


"Kenapa, mas?" Tanya Naura mulai curiga dan takut juga. Karena saat ini dia hanya berdua saja dengan Lili.


"Mbak Nauranya mana ya. Apa dia tidak datang ke sini?" Tanya Pria itu berpura pura belum mengenal Naura. Padahal dia sudah tahu bahwa Naura kini yang ada di hadapannya.


Naura bingung. Haruskah dia jujur atau berbohong.


Tampaknya mas ini tidak berniat jahat. Ngaku aja lah. Bismillah.


"Maaf mas, sebenarnya saya Naura." sahut Naura.


Pria itu pun tersenyum dan langsung percaya saja. Dia pun mengulurkan tangannya pada Naura untuk memperkenalkan dirinya.


"Saya Khoirul. Orang orang memanggil saya mas Irul." Ucapnya ramah.


Naura hanya sedikit tersenyum dan mengangguk saja tanpa menyambut uluran tangan pria bernama Khoirul itu.

__ADS_1


__ADS_2