Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 55 Penyesalan


__ADS_3

Irul membawa Naura ke rumahnya yang ada di kota. Rumahnya cukup besar dengan halaman yang juga luas. Ada kebun kecil di belakang dan ada kolam renang juga di samping rumah. Rumah ini baru di beli Irul seminggu yang lalu setelah dia melamar Naura. Inilah salah satu alasan mengapa dia menghilang setelah lamarannya itu.


Dia menyiapkan tempat tinggal yang dia pastikan nyaman untuk Naura. Dia juga menyiapkan segala sesuatunya yang melengkapi rumah agar bisa disebut rumah dan layak untuk ditempati. Tapi, bagian dapur belum di siapkan sama sekali olehnya. Karena dia akan menyerahkan dapur itu seutuhnya pada Naura.


"Selamat datang di rumah kita, sayang." Sambut Irul.


Naura hanya terdiam. Dia merasa takut dan agak canggung karena ini pertama kalinya dia masuk ke rumah mewah seperti ini.


"Kenapa sayang, apa kamu tidak suka rumahnya?" Tanya Irul khawatir. Dia takut telah salah memberikan rumah yang tidak nyaman untuk Naura.

__ADS_1


Naura menggeleng, lalu dia melangkah menghampiri Irul dan memeluk suaminya itu.


"Aku senang, mas. Terimakasih." Ucapnya.


Irul tersenyum lega. Dibalasnya pelukan istrinya dengan penuh kasih dan sayang.


Sementara Naura dan Irul berkeliling menelusuri setiap sudut rumah mereka. Justru di rumahnya, Tama dan istrinya sedang bertengkar hebat.


Hanya di awal pernikahan saja Tama membahagiakan istrinya. Memanjakan istrinya dengan memberikan berapapun uangnya, alhasil karena istrinya benar benar boros dan tidak pandai mengatur keuangan, uang Tama pun habis dan dia juga kehilangan pekerjaan karena terlalu banyak hutang pada atasannya tempantnya bekerja.

__ADS_1


Karena tuntutan istri yang menginginkan ini itu, Tama akhirnya bekerja serabutan. Kerja apa saja yang penting menghasilkan uang. Kadang dia jadi tukang ojek, kadang jadi kernet angkot, kadang narik truk batu bara. Semua pekerjaan dia lakoni. Tapi, begitulah uangnya selalu cepat habis dan tidak berkecukupan.


Terlebih sejak dua tahun terakhir, mereka sudah punya seorang putra yang begitu dimanjakan oleh sang istri. Pengeluaran mereka pun bertambah banyak, sementara pemasukan sedikit.


"Kamu yang hemat dong, dek. Aku capek loh kerja terus setiap hari sampai malam, nggak ada liburnya. Aku juga hanya bisa tidur empat jam saja. Kamu mengerti dong, aku capek."


"Terserah mas saja. Besok ulang tahun Fatih. Aku mau ulang tahunnya yang ke dua lebih meriah dari tahun lalu. Mas harus bisa dapat kerjaan yang gajinya banyak." Ujarnya tidak mau mengerti keadaan suaminya.


Tama hanya bisa diam. Entah mengapa hatinya selalu teringat setiap moment saat berumah tangga dengan Naura. Memang penyesalan selalu datang terlambat. Dulu selama bersama Naura, dia tidak pernah terganggu istirahatnya. Tidurnya nyenyak dan banyak waktu bersantai. Naura juga tidak boros, sangat sederhana, bahkan Naura tidak merepotkannya. Tapi sayang semua itu hanya tinggal kenangan. Kini Tama harus menjalani kehidupan rumah tangga yang baru dengan wanita pilihannya.

__ADS_1


"Maafkan aku Naura. Maafkan aku, ma. Ternyata pilihan mama memang tepat. Wajar mama tidak menyukai Anggi. Dia benar benar istri yang sangat merepotkan dan tidak pengertian sama sekali. Aku menyesal karena tidak mengikuti keinginan mama." Gumamnya dalam hati.


__ADS_2