Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 53 Terharu


__ADS_3

Usai sholat subuh, Naura lansung kedapur membantu bundanya menyiapkan sarapan. Setelah semuanya siap, barulah Naura memanggil suaminya ke kamar. Tapi ternyata Irul sudah tidak di kamar. Dia malah sudah asik mengobrol dengan ayah di teras depan rumah.


Melihat bagaimana interaksi Irul dengan ayahnya membuat Naura terharu. Dia merasa bersyukur, karena memiliki suami yang lembut, perhatian dan berakhlak seperti Irul. Ya, meski Irul tidak bisa sholat dan membaca Qur'an, tapi akhlaknya luar biasa. Dia tahu bagaimana harus bersikap pada orang orang disekitarnya.


"Mas, ayah… sarapan dulu yok." Ajak Naura memanggil dua laki laki kesayangannya.


"Sudah siap sarapannya?" Tanya Rudi.


"Sudah ayah."


"Yok nak Irul, kita sarapan dulu." Ajak Rudi merangkul Irul masuk ke rumah.


Naura pun mengekor dibelakang mereka untuk menuju meja makan.


Mereka pun sarapan bersama untuk yang pertama kalinya. Irul menikmati sarapan nasi goreng buatan Yani yang terasa enak dilidahnya. Sesekali Rudi dan Yani juga mengajak Irul bicara dan Irul pun menanggapi mertuanya dengan tutur kata yang lembut dan sopan.


Usai sarapan, Yani dan Naura membereskan dapur. Sementara Irul kembali ke kamar dan Rudi berjalanan ke rumah tetangga untuk mengobrol.

__ADS_1


"Sudah biar bunda yang beres beres. Toh cuma sedikit juga. Gih samperin suamimu sana." Ujar Yani.


"Iya, bunda. Aku tinggal ya bunda."


Yani mengangguk sambil tersenyum melihat langkah Naura menuju kamarnya.


"Mas, lagi apa?" Tanya Naura saat tiba di kamar.


"Ini lagi cari video tata cara sholat." Irul menunjukkan layar handphonenya pada Naura.


"Mau aku bantu?" Tanya Naura yang ikut duduk di samping suaminya yang duduk di atas kasur bersandar dibsadaran ranjang.


Irul memberikan handphonenya pada Naura, lalu Naura pun mencarikan video yang dimaksud suaminya.


"Nah, coba mas tonton video ini. Tata caranya mudah, dan bacaannya juga pelan tapi jelas."


Bukannya mendengarkan Naura, Irul malah terpesona dengan wajah istrinya itu. Tanpa aba aba, Irul langsung mencium seluruh wajah Naura. Dia membawa Naura masuk dalam pelukannya dan terjadilah hal yang lain lainnya.

__ADS_1


"Mas baca doa dulu yuk." Bisik Naura sebelum mereka melangkah lebih jauh lagi.


"Tapi mas belum hafal." Sahut Irul.


"Ikuti aku." ucap Naura.


Dia pun membimbing suaminya untuk melafalkan bacaan doa sebelum mereka saling menyatu. Kemudian Irul menyentuh Naura dengan sentuhan yang sangat lembut, hati hati dan penuh limpahan kasih sayang. Naura benar benar terlena dibuatnya dan merasa seakan dunia benar benar hanya miliknya saja. Air mata menetes di ujung mata Naura. Dia menangis haru.


"Sayang, kenapa? Apa aku terlalu kasar? Apa sakit…"


Irul benar benar terkejut melihat Naura menangis, dia bahkan sampai menghentikan ulahnya.


"Tidak mas. Aku hanya terharu. Aku bahagia…"


Naura mengeratkan pelukannya, sangat erat seakan dia takut kehilangan suaminya itu.


"Terimakasih sayang, karena menerima aku. Aku akan berusaha untuk membuat kamu selalu bahagia bersamaku." Bisiknya ditelinga Naura.

__ADS_1


Kegiatan mereka pun berlanjut, hingga mereka sama sama lelah dan akhirnya terlelap dalam posisi saling berpelukan. Tadinya Naura takut Irul akan langsung bangkit dari kasur setelah kegiatan seperti itu. Karena sebelumnya Naura diperlakukan seperti itu oleh mantan suaminya yang dulu.


Tapi, ini Khoirul. Suami Naura yang sekarang. Dia memperlakukan Naura berbeda dari mantan suaminya itu. Irul yang kepanasan dan kelelahan, bahkan semakin mengeratkan pelukannya pada Naura saat mereka telah usai melakukan hubungan suami istri. Hal itu membuat Naura kembali menangis haru.


__ADS_2