Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 42 Naura sembuh


__ADS_3

Lima bulan kemudian, Naura akhirnya sembuh. Dia dibawa pulang ke kampung. Kondisi Naura semakin hari semakin membaik, hingga dia memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan. Tapi Rudi dan Yani melarang, namun Naura kekeh ingin bekerja, akhirnya boleh tidak boleh mereka tetap mengizinkan Naura kembali bekerja.


Naura kembali memasukkan lamaran kerja di salah satu perusahaan kecil yang bergerak di bidang dekorasi dan pembangunan.


"Ayah, bunda. Besok aku di panggil untuk wawancara kerja. Doakan semoga aku diterima." Ucap Naura meminta doa dari kedua orangtuanya.


"Doa kami selalu menyertaimu, nak." Sahut Yani dan Rudi.


Keesokan harinya Nuara pun di antar oleh ayahnya ke perusahaan itu. Rudi menunggu Naura sampai selesai wawancara kerjanya.


Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya kini giliran Naura yang akan di wawancara. Naura masuk ke ruangan itu dengan perasaan deg deg-an. Tapi, akhirnya dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan lega.


"Ayah!" Seru Naura saat wawancaranya telah selesai.


"Sudah selesai?" Tanya Rudi.


"Alhamdulillah sudah. Pengumuman diterima atau tidaknya akan diumumkan seminggu kedepan."


"Ya, semoga kamu di terima."

__ADS_1


"Aamiin."


Naura pun kembali pulang ke rumah dengan di bonceng ayahnya. Ya, Naura memang diizinkan untuk kembali bekerja, tapi tidak diizinkan untuk berkendaraan sendiri lagi. Yani dan Rudi takut hal yang sama terulang lagi pada Naura. Maklum orangtua memang sangat tegas dan khawatir pada anak anaknya.


Seminggu berlalu, Naura medapat panggilan kerja dari perusahaan. Tapi, dia dikirim ke perusahaan cabang yang ada di Surabaya. Hal itu tentu saja membuat Rudi dan Yani merasa susah untuk melepas Naura ketempat yang jauh.


"Mas, coba hubungi Lutfi. Siapa tahu Lutfi bisa membantu kita untuk menjaga Naura." Ujar Yani pada suaminya.


Rudi benar benar menghubungi Lutfi. Dan langsung dijawab oleh Lutfi.


"Ayah. Ada apa menelpon malam malam begini?" Tanya Lutfi.


"Apa Naura sakit lagi?" Tanya Lutfi khawatir.


Dia sudah tahu tentang keadaan Naura yang sudah membaik, terakhir Rudi menghubunginya mengatakan bahwa mereka sudah kembali pulang ke kampung membawa serta Naura. Oh iya, Lutfi juga tidak dibolehkan lagi memanggil Naura dengan embel embel mbak oleh Yani dan Rudi.


"Tidak, nak Lutfi. Alhamdulillah Naura sudah benar benar sembuh. Bahkan hari ini dia sudah diterima kerja dan mendapat panggilan kerja." Tutur Rudi.


"Alhamdulillah, jika seperti itu."

__ADS_1


"Tapi masalahnya Naura ditransfer ke perusahaan cabang yang ada di Surabaya."


"O ya? Memangnya perusahaan apa, ayah?"


Rudi menyebutkan nama perusahaan yang menerima Naura sebagai karyawan baru di perusahaan itu.


"Loh Naura diterima di perusahaan yang sama dengan aku, ayah." sahut Rudi merasa senang mendengar ternyata Nauralah karyawan baru yang akan di tranfer ke Surabaya.


"Wah, kalau begitu bagus. Tadinya ayah mau nitip Naura sama kamu. Jagain dia gitu selama di Surabaya."


"Ayah sama bunda tidak usah khawatir. Nanti saya akan menjaga Naura dengan baik selama di Surabaya. Soal tempat tinggal juga jangan khawatir. Perusahaan sudah menyediakan tempat tinggal yang nyaman untuk karyawan." Tutur Lutfi menjelaskan.


"Benar begitu nak Lutfi?"


"Iya ayah. Dan besok juga aku yang akan menjemput Naura ke terminal. Kalian kasihkan saja nomor telepon aku sama Naura, nanti kalau dia sudah sampai terminal tinggal telpon saja aku."


"Terimakasih banyak nak Lutfi. Bunda sama ayah nitip Naura sama kamu. Tolong di jaga ya nak."


"Insyaa Allah ayah, bunda."

__ADS_1


__ADS_2