Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 37 Naura di lamar


__ADS_3

Sebenarnya, sejak dua bulan terakhir Naura mulai tersentuh oleh ketulusan dan kebaikan Dani padanya. Ya, setidaknya dimata Naura Dani begitu baik dan tulus padanya.


Malam ini makan malam di restoran, Dani memesan hidangan yang enak dan juga mahal. Makan malam ini lebih tepatnya makan malam romantis. Diam diam Naura merasa terharu dan merasa Dani benar benar tulus padanya.


"Naura, kok kamu malah banyak melamun sih. Apa kamu tidak suka hidangan ini?" Tanya Dani bingung melihat Naura yang hanya diam sejak tadi.


"Aku bahagia, mas. Aku suka hidangan ini dan aku juga suka suasana disini." Jawab Naura dengan matanya yang mulai berkaca kaca.


Dani tersenyum senang dan merasa dirinya sudah berhasil menaklukan seorang janda yang awalnya dia kira polos dan lemah itu.


"Kamu benaran bahagia, Naura?"


Naura mengangguk sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau kamu bahagia. Aku juga ikut bahagia bersama kamu. Dan akan lebih membahagiakan lagi, kalau kamu mau menerima lamaranku." Ucap Dani sambil mengulurkan kotak cincin permata pada Naura.


Mata Naura yang tadi berkaca kaca akhirnya berair dan bulir itu menetes membasahi pipinya. Naura terharu.


"Mas Dani serius mau sama janda seperti aku?" Tanya Naura sebelum menerima cincin itu.

__ADS_1


"Aku tulus Naura. Sejak lama aku ingin menjalin hubungan yang lebih dekat lagi denganmu. Dan kini aku sungguh ingin menjadikan kamu istriku." Dani bangkit dari kursinya. Dia tiba tiba berlutut di hadapan Naura.


"Naura, maukah kamu menjadi istriku? Hiduplah bersamaku untuk waktu yang lama, Naura. Aku sangat mencintaimu."


Naura semakin terharu, bulir bening semakin deras mengalir dari kedua pelupuk matanya. Hingga akhirnya Naura mengangguk dan mengambil cincin yang di ulurkan Dani padanya.


"Ya, aku mau mas Dani."


"Kalau begitu pasanglah cincin itu di jari manismu, Naura. Aku ingin melihatnya."


Segera saja Naura memasang cincin itu di jari manisnya, lalu memperlihatkannya pada Dani.


Meski ragu, Naura yang sudah termakan rayuan Dani pun akhirnya mengizinkan Dani menggenggam tangannya untuk pertama kalinya sejak dia mengenal Dani. Naura merasa bisa memaklumi itu karena Dani kini sudah menjadi calon suaminya.


Kabar gembira itu, langsung Naura sampaikan pada ayah dan bunda. Tentu mereka ikut bahagia.


"Rencananya mas Dani akan datang ke rumah bersama keluarganya awal bulan depan, ayah." Ucap Naura saat bicara melalui sambungan telepon.


"Iya. Nanti kalau mas Dani mau datang ke rumah kita, aku kabari ayah sama bunda segera. Aku sam mas Dani juga mau menyesuaikan jadwal kita juga dulu, ayah."

__ADS_1


Naura begitu bahagia karena ayah dan bunda juga bahagia dan mendoakannya semoga Dani benar benar jodoh yang sudah tertulis di lauhul mahfudz untuk Naura.


Usai memberi tahu kabar gembira itu pada ayah dan bundanya, Naura pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Ya, saat ini Naura sedang di kantor.


"Mas Dani kenapa nggak masuk ya hari ini?" gumam Naura bingung karena Dani tidak masuk kerja dan tidak ada kabar juga sama sekali.


"Sejak pagi WA mas Dani tidak aktif. Di telpon juga nggak di angkat. Apa mas Dani sakit kali ya." Naura mulai menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi pada calon suaminya itu.


Sedangkan Dani, saat ini sedang berada di cafe di salah satu mall besar di kota ini. Dia sedang nongkrong bareng teman temannya.


"Keren loe bro. Loe bisa taklukin janda itu." Ujar salah satu temannya itu.


"Tapi, karena loe menghabiskan waktu ampe satahun, jadi uangnya gue kurangi. Nih lima juta.." Sahut teman lainnya memberikan sejumlah uang pada Dani.


"Nggak apa apa lah cuma separo, yang penting gue dapat uang." Dani merasa senang karena mendapatkan lima juta kali empat dari ke empat temannya yang mereka memang menaruh harga kalau Dani bisa mendapatkan Naura bahkan sampai bertunangan.


"Tapi ingat bro, loe udah harus ninggalin si janda itu. Dengan artian loe juga harus cabut dari pekerjaan loe."


"Tenang aja, kalian nggak usah takut aku berkhianat. Besok surat pengunduran diriku juga sampai di tangan pak Arjune." Dani mengatakan itu dengan penuh semangat.

__ADS_1


Betapa jahatnya Dani mempernainkan Naura. Namun meski begitu Naura tidak dirugikan apa apa. Hanya hatinya yang terluka karena Naura sudah terlanjur jatuh hati pada Dani.


__ADS_2