Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 36 Pendekatan


__ADS_3

Seperti perintah Arjune, Naura tiba di kantor lebih awal. Dia di sambut oleh Dani, ketua tim perencanaan.


"Hai Naura. Saya Dani ketua tim perencanaan. Selamat datang di kantor. Semoga kamu betah kerja disini bersama kami semua." Sambut Dani ramah pada Naura.


"Terimaksih pak Dani."


"Iya. Eem kamu boleh memperkenalkan diri."


"Nama saya Naura. Saya karyawan baru bagian dari tim perencanaan. Mohon bantuan dan bimbingan dari kalian semua."


Tepuk tangan terdengar tanda mereka semua menyambut Naura dengan senang hati.


Setelah acara perkenalan singkat itu, Dani pun mengajarkan Naura tentang bagaimana dan apa yang harus Naura lakukan sebagai tugasnya dalam tim dan juga tugas di kantor ini sebagai karyawan.


Naura yang memang sangat teliti dan hati hati, bisa menangkap dengan mudah apa yang diajarkan Dani.


"Kamu hebat Naura. Biasanya aku kesusahaan saat harus membimbing keyawan baru atau pun anak anak magang. Tapi, kamu bisa belajar dengan cepat." Puji Danis.


"Terimakasih pak Danis."


"Tentu. Dan sekarang saatnya kamu mulai bekerja, Naura. Semangat!"


Naura tersenyum senang menanggapi Dani. Lalu Naura pun mulai duduk di kursi meja kerjanya yang disana juga sudah ada komputer untuk dia melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Satu menit...


dua jam...


Lima jam kemudian...


Akhirnya Naura menyelesaikan tugas pertamanya hari ini saat jam makan siang tiba.


Dani menghampiri Naura.


"Mau makan siang bersama?" Dani langsung menawari Naura untuk makan bareng bersamanya.


"Eem saya bawa bekal, pak." Naura menunjukkan bekal makan siangnya.


"Eem, untuk hari ini saya minta maaf, pak. Tapi besok saya akan usahakan makan siang dengan bapak dan teman teman." Jawab Naura.


"Oke. Kalau begitu saya duluan Naura. Selamat menikmati makan siangnya."


"Terimakasih, pak Dani."


Dengan raut wajah sedikit kecewa Dani meninggalkan Naura, niatnya untuk bisa lebih akrab dengan Naura pun gagal di hari pertama.


Tapi, bukan Dani namanya kalau tidak bisa menaklukan seorang wanita. Ya, dia adalah pemain wanita yang tidak ada yang tahu akan hal itu. Karena memang korban Dani tidak ada dari rekan kerjanya.

__ADS_1


Naura yang pertama yang akan di mangsanya. Karena dia menilai Naura janda yang kesepian dan mudah untuk di dekati.


Apa yang dikatakan Dani benar adanya. Naura yang masih polos, begitu mudahnya termakan umpan rayuan kebaikan Dani. Berawal dari alasan Dani mengajaknya makan siang untuk mengenal rekan rekan kerja pun, berlanjut dengan makan siang berikut berikutnya.


Dani sangat baik dan sopan. Dia tidak pernah melakukan hal seperti mau menyentuh Naura atau pun melakukan sesuatu yang tidak Naura sukai. Dia snagat hati hati memperlakukan Naura.


Waktu terus berlanjut lima bulan berlalu. Dani masih terus mencoba mendekati Naura. Seperti membantu Naura saat mengerjakan pekerjaan yang sulit, menemani Naura saat harus lembur, dan juga menemani Naura saat membeli belanja bulanannnya. Dani juga sering membelikan Naura hadiah hadiah kecil yang membuat Naura tidak merasa curiga.


Ternyata Naura bukan wanita yang mudah untuk ditaklukan. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus merayumu Naura. Sampai kamu mau menerimaku sebagai pacarmu ataupun sebagai calon suamimu sekalipun.


Tidak terasa, akhirnya sekarang sudah satu tahun berlalu. Kedekaran Naura dan Dani semakin terlihat terang terangan di kantor. Rekan rekan kerja mereka juga menganggap mereka berpacaran. Namun, nyatanya tidak. Karena Naura masih teguh dengan pendiriannya yang bersikeras tidak ingin pacaran.


"Naura, malam ini aku akan membawa kamu makan malam di restoran. Boleh ya."


Dani melajukan mobilnya menuju restoran. Dia berencana ingin melamar Naura.


"Kenapa harus makan di restoran, mas Dani. Kita kan belum gajian dan ini tanggal tua loh."


"Tidak apa Naura. Aku masih ada simpanan kok. Ya, sekali kali gitu aku mentraktir kamu makan enak di restoran."


"Nggak usah, mas Dani. Aku tidak enak kalau harus di traktir. Apa lagi makan di restoran mewah." Tolak Naura.


"Hari ini ulang tahunku loh Naura. Sudah satu tahun kita kenal, berteman baik. Jadi, aku mohon izinkan aku mentraktir kamu khusus di hari ulang tahunku." Rayunya memohon pada Naura.

__ADS_1


"Iya deh. Terimakasih ya mas." Naura akhirnya setuju.


__ADS_2