Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 54 Emak emak gosip


__ADS_3

Berita pernikahan Naura pun akhirnya menyebar se kampung. Orang orang mulai penasaran seperti apa sosok suami Naura, hingga mereka berlalu lalang di depan rumah Naura seakan mereka memang sedang berjalan jalan, padahal mereka mau mengintip sosok suami Naura.


"Palingan juga duda tua." celetuk seorang emak emak yang dulu ikut menyebar gosip tentang Naura.


"Iih bukan jeng. Kata suamiku, Naura dinikahi bujangan. Gagah dan kaya raya loh." Sahut emak lainya.


"Aaah, paling juga boong."


Yani tidak sengaja mendengar obrolan mereka di depan rumahnya pun merasa geram. Dia ingin melabrak mereka atau mungkin menyumpal mulut mulut usil mereka. Tapi, langkahnya ditahan oleh Rudi.


"Biarkan saja. Jangan diladeni. Kalau kamu meladeni mereka, itu artinya kamu sama saja seperti mereka." ujar Rudi.


"Tapi mas, mereka tidak pernah ada habisnya menggosipkan Naura. Sekali kali mereka perlu di kasih pelajaran."


Saat itu juga, Irul keluar dari kamar. Rambutnya tampak masih basah dan dia sudah berganti pakaian. Ya, Irul sudah mandi dan berganti pakaian karena dia berniat membawa Naura untuk jalan jalan.


"Ada apa, ayah, bunda?" Tanya Irul.


Yani tersenyum gemas melihat Irul. Ah dia tahu, kenapa Irul mandi pakai acara membasahi kepala di siang hari.

__ADS_1


"Itu biasa, tetangga penasaran sama suami Naura katanya." jawab Yani.


"Penasaran sama aku?" Tanya Irul.


Yani dan Rudi pun mengangguk berbarengan. Sedangkan Irul langsung melangkah menuju pintu dan membuka pintu itu.


Mata emak emak melotot menatap ke arah Irul yang berdiri tegap dengan tubuhnya yang tinggi dan otot otot ditangannya pun terlihat karena Irul memakai kaos bertangan pendek. Rambutnya yang masih basah pun menambah pesona ketampanan Irul.


"Tampan banget. Seperti oppa oppa Korea." Bisik mereka tidak bisa menahan rasa kagum pada Irul.


"Benar kan aku bilang. Suami Naura itu gagah, masih bujang."


Mereka menatap kearah Irul, lalu Irul tersenyum ramah dan sedikit menundukkan kepalanya seakan menyapa emak emak tukang gosip itu. Langsung saja mereka meleyot karena senyuman Irul.


Irul pun kembali masuk sambil tersenyum pada mertuanya. "Bunda tidak usah dengerin nyinyiran mereka. Biarkan saja mereka mau mengatakan apa juga. Toh nanti mereka akan capek sendiri."


"Iya sih. Tapi, bagaimana ya bunda tu mulai geram aja sama mereka. Sudah bertahun tahun berlalu, masih juga menggosipkan Naura."


Irul hanya tersenyum menanggapi ocehan mertuanya. Begitu juga dengan Rudi yang hanya bisa tersenyum mendengar celoteh istrinya yang sedang tersulut emosi.

__ADS_1


Disaat yang sama, Naura keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi. Wajahnya tampak berseri seri sangat kentara bahwa dia pengantin baru.


"Loh kalian mau kemana sudah pada dandan rapi gini?" Tanya Rudi dan Yani hampir bersamaan.


Irul mengulurkan tangannya pada Naura, segera saja Naura menyambut uluran tangan suaminya. Dan kemudian Irul merangkul mesra istrinya itu dihadapan mertuanya tanpa ada rasa canggung dan malu lagi.


"Aku mau izin bawa Naura jalan jalan, ayah, bunda." Pamit Irul yang membuat Rudi dan Yani tertawa gemas.


"Loh kok malah tertawa sih?" Protes Naura.


"Habisnya suami kamu lucu. Kamu kan istrinya, eh malah dia izin seperti mau membawa pacarnya saja." Oceh Yani.


Irul tersenyum. "Naura kan memang pacar aku, bunda. Sekarang kita masih dalam masa pacaran tapi versi sudah halal." Jawab Irul.


"Iya iya. Silahkan sana pergi pacaran sepuasnya. Nggak pulang juga nggak apa apa. Bawa aja Naura kemanapun yang kamu mau." Lanjut Yani.


"Terimakasih bunda."


Irul dan Naura pun berpamitan dengan mencium tangan kedua orangtua mereka bergantian. Lalu Irul memboyong Naura pergi menggunakan motor Naura. Karena motornya ataupun mobilnya masih berada di rumahnya. Nah ini Irul mau membawa Naura untuk sekalian melihat rumahnya, rumah yang akan segera mereka tempati.

__ADS_1


__ADS_2