Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura
Bab 39 Naura kecelakaan


__ADS_3

Hampir satu minggu Naura menunggu kabar dari Dani. Dan kini harusnya Dani ikut bersamanya untuk pulang kampung dan menemui kedua orangtuanya. Namun sayang Dani masih tidak bisa dihubungi sama sekali.


Naura pun mengabarkan pada kedua orangtuanya bahwa Dani dan dirinya sudah tidak memiliki hubungan apa apa lagi. Naura hanya mengatakan sebatas itu saja, dia tidak memberitahukan bahwa dirinya telah ditipu oleh pria jahat itu.


"Yang sabar ya nak. Percayalah, apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatkanmu dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu maka akan mencari jalannya untuk meninggalkanmu. Kamu hebat, Allah sayang sama kamu. Percayalah, ini bentuk kasih sayang Allah pada kamu, Naura." Ujar Rudi menasehati putri sulungnya itu yang pulang sendirian dengan membawa kabar tidak mengenakan hati.


"Maafkan Naura, ayah."


"Kenapa harus meminta maaf, sayang.." tanya Yani yang datang membawakan pisang goreng untuk cemilan mereka malam ini.


"Aku malu, bunda. Aku membuat kalian kecewa lagi."


"Kamu tidak pernah membuat kami kecewa, Naura. Kamu sudah melakukan yang terbaik."

__ADS_1


"Bunda benar, nak. Anggap saja semua ini adalah jalan menuju takdirmu. Percayalah suatu saat nanti akan ada pria baik yang datang melamarmu, menjadikan putri ayah ini sebagai satu satunya bidadari surganya." ujar Rudi menghibur putri sulungnya itu.


"Aamiin." sahut Naura sambil memeluk ayah dan bundanya.


Setelah dua hari menghabiskan waktu liburan di kampung halaman, Naura pun kembali lagi ke kota. Sayangnya, saat dalam perjalanan, Naura yang mengendarai motornya tertabrak truk bermuatan batu bata.


Truk yang menabrak mobil Naura pun kabur begitu saja tanpa memperdulikan Naura yang sudah berlumuran darah dan tidak lagi sadarkan diri. Dia tergeletak begitu saja di tengah jalan raya.


Beruntungnya ada kendaraan yang lewat di jalan raya yang sepi itu. Dia seorang pria yang mengenakan stelan jas seperti seorang pengantin pria.


Sebentar dia tampak celingak celinguk, lalu tanpa pikir panjang, dia langsung membawa Naura ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


"Dokter tolong selamat dia. Saya yang menjamin semua biayanya." Ucap pria itu pada pihak rumah sakit.

__ADS_1


"Akan kami usahakan, bapak." Jawab mereka sambil mendorong troli tempat tubuh Naura terbaring.


Begitu Naura sudah di bawa ke ruang operasi, pria itu langsung mengurus administrasinya. Kemudian, barulah dia kembali ke tempat kejadian kecelakaan tadi. Rupanya belum ada yang lewat di tempat itu, sehingga barang barang Naura dan juga motornya yang sudah hancur masih ada di tempat.


Segera saja pria itu mengambil barang Naura seperti tasnya dan juga handphonenya. Lalu, tidak lupa dia juga memanggil orang bengkel untuk menjemput motor Naura.


"Tolong usahakan perbaiki ya bang. Berapapun biayanya akan saya bayar. Abang bisa menghubungi saya ke nomor ini." Pria itu memberikan kartu namanya yang ada nomor teleponnya juga disana pada abang abang bengkel yang menjemput motor Naura.


Setelah itu, Pria itu kembali ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, handphone Naura berdering. Panggilan masuk dari kontak yang bertuliskan Bunda.


"Halo, assalamu'alaikum ibu." Sahut pria itu menjawab panggilan dari Yani.


Tentu Yani bingung mengapa pria yang menjawab panggilannya, siapa pria itu. Dimana putrinya, apa yang terjadi. Pertanyaan itu yang dia ajukan.

__ADS_1


"Ibu, saya Lutfi. Putri ibu kecelakaan, kebetulan saya yang menemukan putri ibu. Ibu tenang saja, sekarang putri ibu ada di rumah sakit..." Pria bernama Lutfi itu pun menyebutkan alamat rumah sakit tempat Naura di rawat saat ini pada Yani.


Tentu saja Yani dan Rudi pun langsung bergegas ke kota untuk melihat putrinya ke rumah sakit yang disebutkan Lutfi, pria asing yang dicurigai Rudi dialah yang menyebabkan kecelakaan pada Naura.


__ADS_2