
Di pagi yang cerah Nilam bangun lebih awal dia menyiapkan segala kebutuhan Azhar. Secangkir kopi ia suguhkan untuk Azhar, melihat sikap Nilam membuat Azhar acuh.
“Kamu tidak perlu melayani aku Nilam, biar pembantu yang melayani aku,“ ucap Azhar.
“Tapi aku istri kamu dan aku berhak melayani kamu,“ jawab Nilam dengan tegas.
“Maaf Nilam aku belum bisa mencintai kamu, aku butuh waktu untuk mencintai kamu,“ jawab Azhar lalu pergi tanpa pamit.
Hancur hati Nilam melihat suami yang sangat dia cintai tidak pernah menghargai dirinya.
“Ragamu memang ada disini, tapi hati kamu bukan untukku. Lalu untuk apa kamu menikahi aku Azhar?“ tanya Nilam didalam hatinya lalu menangis.
Sebagai seorang istri Nilam ingin dihargai oleh suaminya. Di cintai dan diperhatikan seperti istri yang lain. Sikap Azhar yang selalu acuh tak acuh membuat hati Nilam sedih dan tersiksa dengan pernikahan yang ia jalani.
Setelah itu Nilam pergi ke Cafénya .
”Selamat pagi mba Nilam,“ sapa Shinta.
“Pagi Shinta,” jawab Nilam lalu pergi.
Sikap Nilam begitu dingin dengan Shinta membuat Shinta semakin penasaran dengan kesedihan Nilam.
“Ada apa dengan mba Nilam? Seharusnya dia bahagia karena hari ini adalah hari pertama dia menjadi seorang istri,” ucap Shinta dalam hatinya.
__ADS_1
Nilam masuk keruangannya lalu menangis melihat pernikahannya yang begitu hambar tanpa cinta.
“Bukan pernikahan seperti ini yang aku inginkan. Aku menginginkan sebuah cinta dihatinya bukan keterpaksaan dalam mencintaiku,“ ucap Nilam lalu menangis.
Terkejut Shinta mendengarnya dari luar.
“Jadi Azhar sudah menyakiti hati mba Nilam? mengapa Azhar harus bersikap seperti ini?“ tanya Shinta dalam hati nya.
Melihat Nilam menangis membuat Shinta sedih dan merasa bersalah.
“Apa mba Nilam tidak bahagia dengan pernikahannya?” tanya Shinta dalam hatinya.
Seperti istri yang lainnya Nilam menyiapkan makan malam untuk suaminya.
“Aku harap Azhar suka dengan masakanku,” ucap Nilam.
“Sedang apa kamu disini Nilam?” tanya Azhar.
“Aku sedang menyiapkan makan malam untuk kamu, kamu pasti cape mari kita makan,“ jawab Nilam tersenyum.
“Aku sudah makan diluar, lebih baik kamu makan sendiri,“ ucap Azhar.
“Kenapa kamu makan diluar? padahal aku sudah masak untuk kamu,“ jawab Nilam.
__ADS_1
“Untuk apa aku makan dirumah? sedangkan dihati ini tidak pernah ada cinta untuk kamu,“ ucap Azhar lalu hendak pergi. Nilam memegang tangan suaminya.
“Aku mohon Azhar hargai aku sebagai istri kamu, kamu pernah bilang akan belajar mencintai aku,“ jawab Nilam lalu berlinang air mata.
“Hanya wanita rendah yang minta di cintai oleh seorang pria,“ ucap Azhar dengan menyakitkan lalu pergi. Hancur hati Nilam suami yang dia cintai sangat merendahkan dirinya.
“Inikah sebuah pernikahan? setiap hari air mataku harus aku tumpahkan untuk minta dicintai.“
“Apa aku begitu rendah dimata suamiku sendiri? apa aku salah jika ingin dicintai?” ucap Nilam dalam hatinya penuh dengan kehancuran.
Selesai makan Nilam melihat baju kotor Azhar dikamarnya, lalu ia mengambilnya. Melihat itu Azhar langsung merebutnya.
“Jangan pernah kamu sentuh baju aku!“ ucap Azhar.
“Kenapa Azhar, apa aku salah ingin mencuci baju suamiku sendiri?” tanya Nilam.
“Suami yang tidak pernah mencintai istrinya, buka mata kamu Nilam sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai kamu,“ ucap Azhar.
“Lalu kenapa kamu menikahi aku Azhar? jika selama ini kamu tidak pernah mencintai aku?” tanya Nilam
“Bagiku kamu hanya pelampiasan rasa sakit hatiku kepada Shinta, aku menikahi kamu bukan karena cinta,“ ucap Azhar lalu pergi. Sakit rasanya hati Nilam mendengar semua ucapan Azhar.
“Aku yakin suatu saat aku pasti akan mendapatkan hati suamiku,“ ucap Nilam dalam hati.
__ADS_1
Jangan lupa dukung lewat like, koment dan vote ya readers 😉 😉 ....
Karena dukungan kalian adalah semangat untuk ku melanjutkan cerita berikutnya.