MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR

MENUNGGUMU DIJALAN TAKDIR
Pesan Terakhir Untuk Cinta


__ADS_3

Abi merasa sangat terpukul mendengar kepergian Yasmin yang begitu tragis, Abi tak percaya bahwa Yasmin sudah tiada.


Saat Di Rumah sakit Abi selalu melamun saat mengingat kebersamaannya bersama Yasmin, bercucuran air mata Abi mengingat kebersamaaan itu.


“Yasmin, kenapa kamu pergi meninggalkan aku? aku sangat mencintai kamu Yasmin, kenapa harus kamu yang menjadi pendonor jantung untuk aku?” ucap Abi lalu memangis dan mengamuk , Abi berusaha melukai dirinya sendiri.


Nabila dan pak Azhar begitu sedih melihat kondisi Abi yang selalu terpuruk dengan kepergian Yasmin.


“Sudah Abi, jangan seperti ini ikhlaskan Yasmin pergi dengan tenang. Ini adalah jalan terbaik untuk kalian, aku mohon jangan melukai diri kamu sendiri,” ucap Nabila lalu memeluk Abi


“Masih ada aku dan Ayah yang selalu ada untuk kamu,” ucap Nabila dipelukannya


“Tidak Nabila! Aku tidak percaya Yasmin akan pergi dengan cepat, disaat Yasmin terluka aku tidak ada disampingnya. Kenapa Tuhan harus ambil Yasmin dari aku?”


“Nabila,Ayah , izinkan aku ke makam Yasmin dan Damar aku ingin melihat batu nisan Yasmin,” ucap Abi lalu berlinang air mata


Pak Azhar dan Nabila pun membawa Abi ke makam Yasmin dan Damar. Dengan kursi roda Abi pergi ke makam Yasmin, sampai di makam Yasmin hati Abi begitu hancur melihat batu nisan Yasmin.


Air mata Abi bercuuran melihat wanita yang begitu dia cintai kini telah pergi untuk selamanya.


“Yasmin, maafkan aku karena cinta yang aku miliki hidup kamu jadi menderita seperti ini. Seharusnya kamu biarkan saja aku mati, untuk apa aku hidup jika cinta sejatiku pergi.”


“Kenapa kamu pergi secepat ini? Kenapa Yasmin? Kenapa kamu meninggalkan aku?” ucap Abi lalu menangis sangat histeris


Nabila pun ikut sedih melihat Abi yang merasa kehilangan Yasmin.


Saat mereka ada di makam Yasmin, tiba –tiba saja Nayla datang membawa seorang bayi yang ia gendong.


“Untuk apa kak Abi menangis di atas batu nisan kak Yasmin? Semuanya sudah hancur karena cinta dan keegoisan kakak,” ucap Nayla lalu meneteskan air mata


“Nayla? Kamu disini?” Tanya Abi lalu


terkejut


“Iya kak Aku disini Karena mendapat kabar tentang mereka, jujur aku sedih dan merasa sangat kehilangan mereka. Aku tidak tahu siapa yang sudah merampok rumah mereka hingga merenggut nyawa mereka,” ucap Nayla lalu sedih


“Maafkan aku Nay mungkin memang benar ini semua teguran dari Allah untuk aku, saat Yasmin masih hidup aku ingin mnentang takdir dan sekarang Allah ambil Yasmin dari aku untuk selamanya,” ucap Abi lalu berlinang air mata


“Sekarang semuanya sudah terjadi kak, kita harus ikhlaskan mereka pergi. aku harap setelah ini kak Abi dan kak Nabila bisa hidup bahagia dengan cinta, sementara aku akan merawat Mentari anak dari kak Yasmin dan kak Damar,” ucap Nayla lalu berlinang air mata mentap wajah bayi mungil yang tak bedosa


“Jadi bayi itu anak Yasmin?” Tanya Abi lalu menatap wajah Nayla


“Iya kak namanya Mentari, saat kak Yasmin koma dia menyuruhku untuk menyelamatkan anaknya. Dia menitipkan Mentari untuk aku rawat, sat kejadian itu Kak Yasmin mengalami luka yang sangat parah di bagian kepalanya harapannya sangat kecil untuk menyelamatkan keduanya,” ucap Nayla lalu meneteskan air mata


“Nay, apa boleh aku pergi ke Rumah Yasmin dan Damar?” Tanya Abi

__ADS_1


Nayla pun mengajak Abi, Pak Azhar dan Nabila ke Rumah Yasmin dan Damar. Abi pun masuk ke Kamar Yasmin lalu melihat foto pernikahan Damar dan Yasmin.


“Yasmin, Maafkan aku karena aku kamu harus menderita. Seharusnya kita bisa bersatu namun karena takdir aku tidak bisa memiliki kamu, sekarang kamu telah pergi untuk selamanya,” ucap Abi lalu melihat ada surat dibawah bantal kamar Yasmin


Abi pun segera membaca isi surat tersebut.


“Abi aku bahagia bisa mengenalmu meski kita tidak pernah bisa disatukan di jalan takdir namun semua itu tidak akan pernah merubah perasaanku untuk tetap mencintai kamu.


Bagi aku kamu adalah Cinta pertama dalam hidupku, aku ikhlas jika kamu dan Nabila harus bersatu mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kita. Pertemuan yang kita alami ini adalah rencana Allah untuk bisa mempertemukan kamu dengan Ibu kandung kamu. aku sedih saat aku tahu kamu begitu membenci Ibu, perlu kamu tahu Abi setiap hari bahkan disetiap detik Ibu selalu merindukan kamu dia berharap kamu akan menyayangi dirinya.


Meski aku ada disamping Ibu tapi semua itu tidak merubah hati Ibu untuk menyayangi kamu. aku harap kelak nanti Kamu bisa memaafkan semua ksalahan Ibu, aku tahu Ibu salah sudah berkhianat tapi aku yakin cinta Ibu untuk pak Azhar masih bersemi di dalam hatinya.


Abi, aku harap Ibu dan pak Azhar bisa bersatu kembali, kebahagiaan Ibu hanyalah bersama pak Azhar.


Aku takut jika nanti aku pergi lebih dulu Ibu akan sendiri, aku mau pak Azhar kembali dengan Ibu dan bisa menjadi orang tua yang utuh untuk kamu. Meski kita berpisah tapi Doa aku sealu untuk kamu, aku selalu berharap kamu bisa hidup bahagia dengan Nabila. Sekarang aku sadar apa yang kita lakukan saat itu salah tidak seharusnya kamu menjalin hubungan di belakang Nabila. Cintailah Nabila seperti kamu mencintai aku, jangan pernah kamu sakiti hati dia karena Nabila adalah wanita yang sangat tulus.


Aku harap kamu bisa menerima kenyataan ini meski itu sangat sulit, aku tidak di takdirkan untuk menjadi ratu di hatimu tapi percayalah Abi, Nabila yang akan menjadi ratu di hatimu untuk selamanya.


Setiap rasa yang hadir pasti butuh untuk diakui dan dihargai, hargailah sebuah rasa yang hadir meski rasa itu belum tumbuh di hati kamu. percayalah bahwa cinta akan tumbuh ketika kamu belajar untuk mencitainya. “


Setelah membaca surat dari Yasmin hati Abi mersa sangat hancur, ternyata selama ini Yasmin begitu menderita dengan kehidupannya.


Sejak kecil Yasmin tidak pernah disayang oleh Ibunya karena Bu Shinta hanya menyayangi Abi anaknya bersama pak Azhar.


“Sekarang kak Abi sudah tahu kan? Bahwa selama ini Kak Yasmin tidak pernah bahagia, disaat dia bahagia dengan kak Damar kak Abi datang dan ingin merusak semuanya, sekarang semuanya sudah terlambat kak. Wanita yang kakak cintai sudah pergi untuk selamanya, belajarlah untuk menerima kenyataan kak jangan pernah sedikitpun kakak menentang takdir dari Alah,” ucap Nayla lalu pergi sambil membawa anak Yasmin


Nabila pun hanya terdiam lalu meneteskan air mata, sementara Abi dia begitu menyesal karena ingin menentang takdir.


“Aku memang egois mungkin memang benar Yasmin bukan di takdirkan untuk aku. terimaksih Yasmin selama ini kamu selalu ada untuk aku. bagi aku kamu seperti malaikat yang sealu datang disaat aku membutuhkan kini aku tahu mengapa tuhan tidak mentakdirkan kita untuk bersama. karena kamu di ciptakan untuk menjaga bukan untuk di miliki,” ucap Abi lalu memandang foto Yasmin dan memeluknya dengan penuh kehancuran.


Melihat Abi yang begitu sedih karena kepergian Yasmin, membuat Nabila merasa sangat hancur.


setelah itu Abi dan Nabila pulang ke Rumah, sampai di Rumah Nabila membawa Abi ke kamarnya.


“Sekarang kamu Istirahat ya? jika kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil aku,” ucap Nabila lalu tersenyum dan pergi


Melihat Nabila bicara Abi hanya terdiam, fikiran Abi begitu kosng saat ini. Kepergian Yasmin meninggalkna luka yang begitu mendalam di hati Abi.


“Dulu kita bahagia menghabiskan waktu bersama, jalan bersama bahkan di saat pertama kali aku bertemu kamu aku adalah pria yang paling. Tapi semua itu harus kita akhiri karena takdir yang berbeda,”


“Sekarang semuanya sudah hilang. Kamu sudah pergi meninggalkan aku untuk selamanya. selamat jalan Yasmin aku harap semoga Allah menerima semua kebaikan kamu,” ucap Abi lalu meneteskan air mata


Malam itu juga Nabila pergi untuk menemui Yuda di taman.


“Yuda,” ucap Nabila dengan menatapnya

__ADS_1


Saat Nabila datang Yuda selalu menatap wajahnya.


“Ada apa kamu ingin bertemu dengan aku?” Tanya Nabila


“Masih bisa kamu bilang ada apa? kita ini sudah salah, karena ambisi kamu nyawa Damar dan Yasmin jadi taruhannya. Aku tidak bisa hidup dengan tenang jika seperti ini, aku merasa bersalah Nabila.”


Yuda pun meneteskan air mata penyesalannya di depan Nabila.


“Sudahlah Yuda, kita ini tidak bersalah. Lagi pula semua ini sudah terjadi, aku harap kamu tidak menyalahkan diri kamu sendiri, Apa yang kita lakukan ini benar,” ucap Nabila


“Tidak Nabila! Kita ini salah apa kamu sadar karena ambisi, kita sudah menghilangkan dua orang nyawa sekaligus. Sumpah Nabila aku tidak pernah berniat untuk membunuh Damar dan Kamu, kamu membunuh Yasmin di depan mata aku sendiri,” ucap Yuda dengan emosi


“Terus kamu mau apa? apa kamu mau mengakui semua ini didepan semua orang? Ingat Yuda jika kamu melakukan itu hidup kamu akan hancur,” ucap Nabila lalu pergi begitu saja


Yuda merasa sangat menyesal karena sudah menuruti semua permintaan Nabila.


“Yasmin, maafkan aku karena aku hidup kamu harus berakhir dengan sangat tragis. Aku menyesal Yasmin sangat menyesal,” ucap Yuda dalam hati lalu menangis


Dengan guyuran air hujan Yuda merenungi semua kesalahannya.


“Kenapa aku begitu bodoh dengan ini semua? Seharusnya aku tidak melakukan ini.”


Yuda pun menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Yasmin.


Sampai didepan Rumah Yuda masih sangat sedih dengan kepergian Yasmin, saat membuka pintu Yuda melihat Nayla yang sedang mengendong Bayi Yasmin.


Hati Yuda semakin hancur saat mendengar suara tangisan itu.


“Kasihan Mentari masih kecil dia harus kehilangan kedua orang tuanya. Seharusnya ini adalah saat yang bahagia untuk Yasmin menjadi seorang Ibu. Tapi semua itu sudah hancur karena kesalahan aku dan Nabila,” ucap Yuda dalam hati lalu melangkah mendekati Nayla yang sedang meggendong Mentari.


“Nay, sepertinya kamu sangat menyayangi Mentari?” Tanya Yuda lalu mentap wajah bayi


“Iya Mas, aku kasihan sama Mentari masih kecil dia harus kehilangan kedua orang tuanya. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan kesalahn perampok itu,” ucap Nayla lalu menangis


“Aku sedih Mas, kakak aku harus pergi dengan cara yang tragis seperti ini. Siapa orang itu? Aku harus bawa kasus ini ke jalur hukum, aku ingin Kak Damar dan Kak Yasmin mendapatkan keadilan,” ucap Nayla lalu pergi


Yuda begitu sedih dengan ucapan Nayla.


“Apa kamu juga tidak memaafkan aku Nay? Bagaimana jika kamu tahu aku adalah pembunuh kakak mu, apa masih bisa kamu mencintai aku?” Tanya Yuda dalam hati lalu meneteskan air mata


Ternyata dua perampok itu adalah Yuda Dan Nabila, mereka sengaja erencnakan ini semua untuk menghancurkan hidup Damar dan Yasmin.


Karena cinta mereka bervuat nekad kepada Yasmin dan Damar.


Kira-kira apakah kasus ini akan terungkap di meja pengadilan? Yuk ikuti terus ceritanya

__ADS_1


__ADS_2